Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Ch 181 - Meminta tagihan


__ADS_3

"Terserah kau saja, sekarang kau kesini ada perlu apa?" tanya gibran dengan memijit pelipisnya.


"kami hanya meminta tanda tangan dari tuan untuk berkas - berkas ini." ucap sekretaris jendra memberikan setumpuk berkas dan menaruhnya dimeja tepat didepan gibran berada.


"whattt? sebanyak ini." pekik gibran dengan terkaget - kaget.


"iya tuan."


"baiklah, kalau begitu kau pergi lah dari sini. nanti jika sudah selesai, akan saya panggil." ucap gibran mulai membuka berkas itu satu persatu.


"baiklah tuan,"


••


Ting tong.


bell rumah berbunyi. Ini Abbey tunggu - tunggu suara bell rumah nya berbunyi. Dengan cepat ia berlari kearah luar untuk membuka pintu.


"Cla----" Ucapan Abbey terhenti, ia menatap tuan rumah sudah berada dihadapannya dengan beberapa anak buahnya dibelakangnya.


"Nyonya?" Ucap Abbey dengan ketakutan.

__ADS_1


"Dimana Clarissa?" tanya nya dengan begitu datar.


"Di..dia keluar. dia ngak dirumah" ucap Abbey ia susah sekali menelan salivanya karena ia kini hampir tubuh nya bergetar.


"bilang padanya dia harus membayar tagihan rumah ini, selama beberapa bulan dia menugak." Ucap nyonya meneer.


"Lalu..?"


"Jika tidak maka dia akan kehilangan rumah ini. nanti malam saya akan kembali lagi mengambil tagihannya selamat siang, saya permisi." Ucap nyonya meneer dengan mengerakkan tangannya untuk pergi dari sana kepada anak buahnya.


Abbey menutup pintu itu kembali dan terduduk di lantai dekat dengan pintu itu.


"Astaga clar kamu itu gimana sih? katanya dia selalu membayarnya. Jadi selama ini dia berbohong padaku." Ucap Abbey dengan begitu sedih. Pikiran nya serasa berkecambuk.


"Mom!" panggil gibey saat mengetahui bahwa momnya telah kembali dan ia berlari kecil kearah nya membuat Abbey merentangkan kedua tangannya dan memeluk putranya.


"Anak mom." Ucap Abbey mencium wajah putranya berkali - kali dan kini ia menatap kearah Clarissa yang sudah berjalan kearah dapur untuk mengambil minuman dilemari pendingin lalu menenguknya sampai habis.


"Hah segarnya." Ucap Clarissa lega.


"Clar apa kita bisa berbicara sebentar." ucap Abbey mendudukkan gibey dikursi meja makan dan ia duduk disebelah putranya.

__ADS_1


"Iya bicara saja." Ucap nya kini mulai ikut duduk berhadapan dengan Abbey.


"Kamu bohong sama aku bilang sudah membayar tagihan rumah ini." Ucap Abbey dengan tatapan mata tajamnya.


"da..ri mana kamu tahu?" tanya Clarissa gugup. Ia begitu kaget dengan jawaban Abbey. Padahal selama ini ia tidak pernah mengatakan sejujurnya dengan Abbey.


"tadi pemilik rumah ini datang kesini. ia bilang kamu sudah menunggak beberapa bulan yang lalu sampai sekarang dan nanti malam ia datang ingin meminta tagihannya----" Abbey kembali menghentikan ucapannya.


"Dan jika sampai tidak membayar hari ini kita akan kehilangan rumah ini alias harus meninggalkan rumah ini." Lanjutnya.


"Kamu jangan terlalu dipikirkan nanti akan aku bayar." Ucap Clarissa dengan memberikan senyuman terpaksa nya.


"Dengan meminjam uang lagi?" perkataan itu lagi membuat Clarissa semakin terkejut dengan pertanyaan Abbey.


"Dari mana juga kamu tahu hal itu."


"Sudahlah Clar, aku selalu melihat mu setiap Minggu kamu selalu bertemu dengan temanmu disebuah kafe hanya untuk meminjam uang kan lalu bayar nya dengan dicicil setiap hari."


Jawaban abbey membuat Clarissa menundukkan kepalanya.


"Maaf. aku berbohong padamu, tapi aku cuma terpaksa karena aku tidak ingin menyusahkan mu itu saja." Ucap Clarissa ia merasa bersalah.

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️


__ADS_2