Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
part 34


__ADS_3

Tut... Tut... Tut...


Suara telepon rumah ibu Merina berbunyi, seseorang menelpon nya. Saat itu tidak ada siapa - siapa dirumah nya terkecuali pembantunya.


"halo?"


"apakah ibu merina nya ada?"


"seperti nya nyonya lagi keluar, sebentar dengan nden Ryan"


"kalau begitu nanti jika mereka dirumah suruh ibu merinanya telpon balik," ucap nya langsung saja ia mematikan ponsel nya.


Gibran yang baru saja sampai rumah tidak menampaki kedua orang tuanya disana hanya neneknya dan pak Hamid.


"gibran sini duduk dulu," ucap nenek ayse yang melihat kedatangan gibran sambil menepuk - nepuk sofa tempat nya duduk.


"ada apa nek?" ucap gibran dengan wajah begitu lesu.


"ngak ada cuma pengen ngobrol sama kamu, oh ya... Abe mana kok tumben ngak sama kamu?" tanya nenek ayse dengan mencari keberadaan Abe.


Gibran terdiam, "Abe... Abe masih ada urusan penting sama teman - temannya katanya, nanti sore baru dia pulang" ucap gibran berbohong.


"oh, gitu" ucap nenek Ayse singkat.


" berarti nenek ngak tahu jika ada masalah antara aku sama papa, syukurlah kalau begitu aku bisa berbicara baik - baik masalah dengan nenek, jadi nenek bisa dukung aku kalau aku dimarahin papa lagi," batinnya.


nenek ayse yang memandang gibran mengerutkan keningnya, "Gibran kenapa kamu diam saja, seperti nya kamu lagi pikiran sesuatu... apa ada kaitannya dengan Abe?" tanya nenek khawatir.

__ADS_1


"tidak ada apa - apa nek," ucap gibran dengan wajah begitu lesu.


"kamu katakan saja sama nenek, nenek tidak memarahimu kok" ucap nenek Ayse dengan mengelus - elus rambut gibran dengan lembut.


"sebenarnya hari ini aku sedang dimarahi sama papa," ucap gibran dengan menundukkan kepalanya.


"emangnya kamu ada masalah apa dengan papamu? kok bisa dimarahin?"


"nek maafkan gibran ya, sebenarnya gibran ngak ada niat untuk menyakiti hati Abe, sebenarnya sebelum aku dijodohkan sama papa... gibran sudah tunangan sama seseorang yang gibran cintai tapi itu dulu nek," ucap gibran terus terang sambil menundukkan kepalanya takut dimarahin oleh nenek ayse.


nenek ayse yang mendengar jawaban dari gibran begitu membuat nya kaget tetapi ada rasa kasihan juga terhadap gibran cucunya.


"pantesan Zafano tiga hari ini selalu diam terus... ngak seperti biasanya selalu tersenyum dan banyak bicara" batin nenek ayse.


"nanti coba nenek bicarakan baik - baik sama papamu, kamu jangan khawatir ya... nenek akan pastikan papamu akan memaafkan mu..." ucap nenek Ayse sembari mengelus - elus rambut gibran dengan lembut.


Direstoran menu makan siang, disana ibu merina dan Amira sedang membicarakan masalah tentang Gibran dengan keluarga nya.


"bagaimana apakah rencananya berjalan dengan lancar?" tanya ibu merina.


"sangat mengesankan Tante, aku sudah membuat kedua orang tua gibran mempercayai nya... aku adalah tunangan nya dan satu lagi yang bikin aku senang banget tapi kasian juga sih sama gibran" ucap Amira dengan mengingat - ingat kejadian dilapangan sekolah saat itu.


"memangnya apa buat kamu semakin senang banget?" tanya ibu merina penasaran.


"Gibran saat ditahu aku tunangan nya, ia ditampar sama papanya..." ucap Amira dengan tertawa senang.


Itu adalah taktik cara Amira untuk menghancurkan rumah tangga Abe dengan gibran dan agar jabatan gibran menjadi seorang pewaris tunggal diturunkan dan dialihkan oleh Ryan.

__ADS_1


keesokan harinya...


Abe yang bersiap - siap kesekolah segera keluar dari kamarnya. saat itu mama Ratna yang sedang duduk diruang tamu memanggil nya.


"Abe, kamu beneran sudah sembuh?" tanya mama Ratna.


"Abe males dirumah terus, mendingan kesekolah biar ada aja ngobrol," jawab Abe.


"kalau begitu kamu janji dulu sama ayah, untuk jangan dekat - dekat sama gibran dulu ya..." ucap tuan Bima.


"emangnya kenapa yah, kan aku kangen banget sama dia? karena beberapa hari ini Abe sedang marahan sama dia," ucap Abe dengan wajah begitu lesu.


"pokoknya selama sebulan ini tidak boleh," ucap tuan Bima tegas.


"baiklah," ucapnya dengan cemberut.


"tenang aja om, varrel yang akan menjaga nya..." ucap varrel yang tiba - tiba datang dari luar.


"varrel kenapa panggil-" ucapan mama Ratna terpotong.


"ya, udah om, Tante kami berangkat dulu" ucap varrel dengan mendorong Abe keluar dari sana sambil menyipitkan sebelah matanya kepada orang tuanya sebagai tanda isyaratkan agar tetap diam.


Semua yang ada disana hanya mengeleng - ngelengkan kepalanya dengan tingkah varrel.


"lihatlah, anakmu itu... benar - benar mirip dengan mu saat muda" ucap mama Ratna.


Jangan lupa like setelah membaca 🙏😘

__ADS_1


__ADS_2