
"Aku begitu kesal dengan gibran apa untungnya coba untuk menjaga Amira semalaman," Kesal Abbey.
Ia baru saja sampai dirumah ayahnya sendiri, saat ia akan melewati ruang tamu. Tuan Bima tidak sengaja mendapati keberadaan nya.
"Abbey," panggil tuan Bima.
Abbey menghentikan langkahnya yang kini berdiri tepat diruang tamu itu, "ada apa yah?" tanya nya dengan perasaan kesal.
"Dimana gibran?" Tanya tuan Bima tidak mendapati keberadaan gibran.
"Eh itu... gibran nya menjenguk temannya sedang sakit jadi mungkin dia ngak akan pulang hari ini" Ucap Abbey dengan gugup.
"Sini dulu nak, ada yang kami ingin bicarakan sama kamu..." Ajak Mama Ratna yang juga duduk disana.
Abbey pun mengiyakannya dan duduk ditengah - tengah antara mama dan ayahnya itu.
"Memangnya ingin membicarakan tentang apa?" Tanya Abbey.
"Ini tentang penerbangan mu menuju ke Jakarta yang ditunda waktu itu..."
"Terus?" Abbey Mengerutkan keningnya.
"Ayahmu dan mama ingin kamu pergi kejakarta Minggu ini dan tinggal bersama kakek mu,"
"Whattt?!" Abbey begitu kaget.
"Bukannya ayah sudah membatalkan nya dan ngak akan memaksa aku untuk kesana?" Beo Abbey.
"Tapi ini hanya untuk sementara, bukan untuk selamanya kok... cuma 5 tahun," Sahut tuan Bima.
"Bagaimana dengan gibran apa dia ikut juga?" Tanya Abbey.
__ADS_1
"Seperti nya tidak, dia harus meneruskan sekolah nya disini..."
"Bagaimana ya? tapi Abbey –"
"Ayah mohon... kamu harus pergi ke Jakarta nanti jika kamu sudah dinyatakan sem... maksudnya boleh pulang sama kakekmu baru kamu boleh pulang..."
"Bagaimana?"
••••••••
Selama beberapa jam ini tuan Bima dan mama Ratna memohon - mohon kepada Abbey sampai pada akhirnya Abbey menyetujui dengan syarat ia harus meminta berpamitan dengan semua teman - temannya disekolah.
"Baiklah kapan Abbey akan berangkat?"
"Minggu ini tepat nya hari Rabu..." Sahut mama Ratna.
"Berarti besok dong?!"
"Ya udah deh, kalau gitu Abbey istirahat dulu... dikamar..."
Setelah Abbey menjauh dari ruang tamu kini hanya kehadiran kedua paruh baya itu. Mereka berbicara dengan pelan - pelan agar tidak didengar oleh siapapun termasuk Abbey.
"Bagaimana mas apakah Abbey tidak akan tahu rencana kita...?"
"Mama tenang saja ayah sudah mengatur nya dengan dokter pribadi khusus anak kita..."
"Semoga aja Abbey bisa sembuh... dan bisa kumpul lagi bersama kita."
"Hmmm... Mama tenang saja Abbey pasti bisa sembuh dia akan kembali seperti dulu lagi?"
°°°°°
__ADS_1
Keesokan harinya dirumah sakit gibran yang baru bangun dari sofa yang berada tepat diruangan kamar tempat Amira berada. Dokter masuk dan beberapa salah satu perawat membawa beberapa makanan khusus pasien.
"Tuan gibran apakah bisa ikut saya sebentar ada yang ingin saya bicarakan masalah tentang nona Amira..." Ucap pak dokter.
"Iya dok..."
Gibran dan pak dokter keluar dari ruangan kamar itu dan meninggalkan Amira yang masih tertidur.
"Khem... masalah tentang pencocokan pendonoran jantung itu... mohon maaf tuan... pendonoran dengan anda tidak cocok..."
"Jadi begitu yah, tidak cocok... tapi apakah masih ada yang bisa cocok?"
"Tuan tenang saja saya akan mencari nya secepatnya..." Ucap pak dokter.
"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu..." Ucap pak dokter berlalu pergi.
Dibalik percakapan mereka tidak sengaja Abbey mendengar nya dibalik tembok. Ia meratapi nasib Amira.
"Kasihan juga Amira,,"
"Aku ingin sekali membantu nya tetapi seperti nya aku tidak bisa melakukan nya..." Gumam Abbey.
•
•
•
•
•
__ADS_1
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️