Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
part 39


__ADS_3

Didalam ruangan telah ada pak pendeta yang akan melaksanakan acara pernikahan Amira dan gibran tanpa didampingi oleh siapapun. Hanya didampingi sekedar anak buahnya.


Saat acara pernikahan dan pemasangan cincin telah usai, Abe dibawa kesana. Mereka belum saja melepaskan Abe dan masih mengikat lengannya dengan rantai.


Gibran yang masih melihat keberadaan Abe dalam keadaan terikat, "loh Abe kok kamu masih ada disini?" tanya gibran yang berdiri tidak jauh dari nya.


"ak- aku, mereka tidak ingin melepaskan ku gib.." ucap Abe terbata - bata dengan memandang amira takut.


gibran melototkan matanya kearah Amira, "apa - apaan kamu Amira?! kita kan sudah menyepakati itu, kenapa kamu belum sama sekali melepaskan nya?!" seru Gibran.


Amira memutar bola matanya malas, "sebenarnya itu aku hanya menjebakmu, agar kamu bisa menikah dengan ku..." ucap Amira dengan penuh kemenangan.


"dasar kamu Amira!" teriak gibran.


Tiba - tiba gibran ingin menampar Amira, tetapi di elak oleh salah satu anak buahnya.


"cepat kalian bawa dia ke kamar saya," perintah Amira kepada ke anak buahnya.


"baik bos,"

__ADS_1


gibran berkali - kali berusaha melepaskan tangan nya dari anak buah Amira.


"awas saja kamu Amira! dasar wanita busuk!" teriak gibran yang berusaha ditarik pergi oleh anak buah Amira.


Saat gibran sudah tidak ada disana, tinggallah Amira dan Abe yang masih dengan keadaan tangan diikat dan salah satu anak buah yang lainnya.


Abe hanya menundukkan kepalanya ketakutan dan mengeluarkan air matanya. Amira memandang nya dan mendekati nya.


Amira menaikkan dagu Abe dengan satu tangan nya, "Lo denger baik - baik gue bisa melakukan apapun yang gue mau agar bisa mendapatkan gibran dan gue bisa aja menyebarkan semua ini ke media internet agar hubungan keluarga Lo putus dengan keluarga gibran, sekarang juga Lo pergi dari hadapan gue dan jangan pernah lagi menampakkan wajah Lo itu dari hadapan gue dan gibran mengerti," jelas Amira.


"cepat kalian bawa gadis itu keluar dan lepaskan dia," perintah Amira berjalan pergi dari keluar dari sana.


disana ia sedang kedatangan tamu, Meraka berkumpul di ruang tamu. Entah apa yang mereka sedang bicarakan, Abe yang baru saja sampai dengan mata yang begitu sebab akibat menangis. segera menghapus air matanya dan masuk kedalam rumahnya.


tuan Bima yang melihat kedatangan nya segera memanggil nya.


"Abe," panggil tuan Bima.


"ada apa yah?" tanya Abe yang begitu lesu.

__ADS_1


tuan Bima mengerutkan dahinya ketika melihat wajah anak kesayangan nya begitu pucat.


"Abe, kesini no sebentar" ucap tuan Bima sembari menepuk sofa disamping nya.


Abe hanya menuruti perkataan tuan Bima dan duduk disampingnya dengan menundukkan kepalanya.


"kenalkan mereka ini teman ayah, ini pak Hendra dan ini bu marwa... sana kamu salam dulu" ucap tuan Bima.


Abe menaikkan wajah nya, menyalami pak Hendra dan Bu marwa, "loh, bukannya ini bapak sama ibu yang di rumah sakit itu kan?" ucap Abe mengingat ibu dan bapak yang anaknya ia tolong.


ibu marwa dan pak Hendra mengingat saat berada di rumah sakit.


"oh, ya kami ingat... ternyata kamu anaknya Bima, Astaga om ngak tahu itu kamu nak..." ucap pak Hendra ramah.


Setelah sedikit berbincang - bincang, mama Ratna datang dengan varrel mereka membawa beberapa barang.


"ma, itu kamu bawa apa kok banyak banget?" tanya tuan Bima yang berada diruang tamu saat melihat istrinya mengangkat barang itu masuk, yang berisi karung.


Jangan lupa like setelah membaca 🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2