Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 87


__ADS_3

Sementara itu mama Ratna mondar - mandir dirumahnya menunggu telepon dari suaminya.


"Kenapa lama sekali, aku kan kangen banget sama Abbey... aku ingin menanyakan bagaimana keadaan nya, apa dia bahagia disana tanpa ada mamanya?" Ucap Mama Ratna dengan menatap ponselnya itu dengan perasaan begitu gelisah.


•••••••


Abbey dan gibran masih berdiri disebuah kafe itu.


"Ayo kita masuk," Ajak gibran.


Abbey menahan lengan gibran, "tapi bagaimana dengan topeng ini? dan bagaimana jika didalam sana banyak orang? aku kan malu..." Ucap Abbey dengan memayunkan bibir nya.


"Kamu ngak usah khawatir ada aku, ayo kita masuk..." Gibran pun menarik lengan Abbey masuk kedalam sebuah kafe itu.


benar saja kafe itu terlihat dari luar biasa saja tetapi jika dari dalam begitu sangat beatifull dan imut berbagai corak warna warni makanan dan ada minuman manis seperti air pancuran berwarna biru laut itu sangat mengesankan.


"Wow, amazing... ini pertama kalinya aku melihat kafe seindah ini..." Ucap Abbey terkejut dengan penuh kegirangan.


"Kamu suka kan?"


"Suka banget..."


Gibran mencari bangku kosong yang begitu kosong dan mereka memesan beberapa makanan manis dan minuman penutup juga seperti es krim.


Abbey matanya tidak hentinya menatap tempat itu dan memang benar tempat itu tidak begitu ramai dan hanya sekedar beberapa orang saja pelanggan yang datang.


Sambil menunggu pesanan mereka datang, Abbey mengambil ponselnya yang terselip dikantong baju sekolah nya yang ia masih kenakan.


Ada begitu banyak pesan masuk dari orang berbeda - beda. Ayahnya, mamanya, Alden, termasuk Amira.


Mendengar nama kedua orang tua nya saja bikin dia ketakutan.

__ADS_1


Gibran melihat Abbey terlihat begitu gelisah membuat nya mengerutkan keningnya. "ada apa?" Tanya nya.


"Hm... ngak ada apa - apa kok, ini cuma lihat - lihat Instagram..."


"Ohh..."


Abbey membuka isi pesan Amira terlebih dahulu dan ia juga sedikit gugup untuk membaca isi pesan itu karena itu akan mengingatkannya tentang apa yang ia telah bicarakan dengan Amira saat di telpon saat itu dan ia juga sudah berjanji akan memenuhi permohonan nya meski harus mengorbankan cintanya.


Isi pesan : Lo jadi kan, membujuk Gibran?


Dia ada dijakarta, untuk temui Lo


Jangan lupa akan janji Lo, gue tunggu kabar dari Lo.


Pesan itu membuat nya tidak sengaja mengigit bibir bawahnya. Ia benar - benar harus memulai berbicara dari mana soal Amira kepada gibran. maklum kan, dirinya kurang pintar dalam berbicara.


"Ada apa sih dengan mu?" Tanya gibran lagi.


"Makasih..." Ucap Abbey dengan ramah.


Pelayan itu melihat dua pasangan itu membuat nya mengelengkan kepalanya dengan kelakuan mereka. Apalagi mereka menggunakan topeng untuk menutupi wajah mereka.


"Kenapa pasangan jaman sekarang benar aneh - aneh?" Gumam pelayan itu berlalu pergi.


•••••


"Kenapa melamun lagi? Kamu ada apa sih?" tanya gibran lagi.


"Hm... ngak ada apa - apa..."


"apa aku katakan saja pada gibran bahwa Amira sakit? ah kenapa aku jadi bingung begini sih?" Gumam Abbey.

__ADS_1


"Tuhkan, kamu melamun lagi? Pasti ada sesuatu terjadi, katakan pada ku?" tanya gibran terheran - heran.


Diluar kafe tidak sengaja beberapa orang sedang membuntuti mereka dari kejauhan.


"Halo tuan,"


"Sebenarnya ada seseorang yang saya curigakan, dua pasangan seperti nya mereka antara nona muda dan tuan muda..."


"Tuan muda? Maksudnya Gibran?"


"Ya tuan,"


"Ngak mungkin itu mereka, gibran tidak akan datang kesini menyusul Abbey... mungkin kamu salah liat coba lihat wajah nya secara benar"


"Bagaimana saya melihat wajah nya dia ditutup oleh topeng... tapi saya yakin mereka adalah nona muda dan tuan muda..."


"Baiklah jika kamu merasa itu memang benar mereka, kamu awasi mereka terus jangan sampai kehilangan jejak... dan bawa pulang nona muda mengerti" perintah ayah Bima.


"Baik tuan..."







Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️

__ADS_1


__ADS_2