
"Kamar mandi, aku butuh air... Vita tolong aku tubuhku benar - benar merasa panas. Cepat vit.." ucap gibran ia mengipas - gipas tubuhnya dibalik kaos polos nya yang hampir panas.
"Obat itu merangsang cepat sekali." Ucap Vita dalam hati, ia menyunggingkan senyuman nya rencana nya berhasil.
"Baiklah, aku akan mengantarmu." Vita pun memapah tubuh gibran menuju ke salah satu kamar.
"tunggu!" seru seseorang menghentikan langkah mereka.
Ya, itu Lucas.
"biar dia bersama ku saja." Ucap Lucas ia kini yang memapah Lucas kedalam pelukannya.
"Tidak apa - apa biar aku saja."
"Aku saja, kau kembalilah ke kantor lebih baik gantikan tuan gibran meeting," tegas Lucas.
"Tapi pak Lucas, nanti kau akan merasa kerepotan lebih aku saja." Ucap Vita.
__ADS_1
Mereka saling tarik menarik membuat gibran yang tadi nya diam menahan rasa panas ditubuhnya dan kesadaran nya masih terbilang pulih. Kini merasa kesal dengan pertengkaran kecil diantara kedua bawahannya itu.
"Hentikan!!! aku sedang kepanasan ini, cepat bantu aku ke kamar mandi, aku butuh air untuk merendamkan tubuhku!" seru gibran.
"Lebih baik biar Lucas saja yang membawaku, kau kembalilah ke kantor." titah gibran.
"tuh kau dengar kan? apa kata tuan... lebih baik kau kembalilah ke kantor."
"Tapi...."
"atau jangan-jangan kau telah memasuki sesuatu kedalam minuman tuan?" tanya Lucas curiga, membuat Vita menjadi ketakutan bahwa tebakan Lucas benar.
Flashback end
"Perempuan itu ternyata sangat berbahaya dan ------ aw. aw. aw sakitttt. telinga aku sakit." seseorang menarik telinga nya sampai memerah.
"Siapa yang berbahaya hah!" seru Abbey yang kini ia masuk kedalam kamar gibran secara diam - diam dan menjewer telinga suaminya itu.
__ADS_1
"Abbey kamu... ngapain kamu bisa disini?" tanya gibran yang menahan rasa sakit ditelinga nya dijewer.
"NGAPAIN Kamu bilang! Pake nanya lagi. Sekarang kamu harus tanggung jawab sama aku, katanya kamu ngak mau berhubungan sama aku lagi. terus apa semalam hah!" seru Abbey yang kini menjauhkan diri nya dari gibran memilih duduk di ranjang tempat tidur milik gibran.
"itukan karena ketidaksengajaan lagipula kita sudah menikah sudah sepatutnya suami istri melakukan hubungan itu." ucap gibran.
"Whattt! ketidaksengajaan kamu bilang! Enak ya kamu bilang kayak gitu, apalagi kemarin kamu begitu sangat kasar tidak ada lembut - lembutnya." Ketus Abbey.
"Terserah kamu mau bilang apa aku ngak peduli. Ingat aku ini SUAMI MU dan kamu adalah ISTRIKU sudah sepantasnya kita melakukan itu bukan?" Ucap gibran dengan penekanan dan sedikit menggoda.
Degh! Jantung Abbey kembali bergetar dengan sangat hebat disaat gibran mengatakan bahwa gibran adalah suaminya dan Abbey adalah istri nya.
"Eh, ngak yah. ingat gib.. aku ini sudah milik orang lain mengerti. aku sudah menikah dan punya anak."
Gibran menyunggingkan senyumnya. "Oh ya, sebentar lagi kamu akan jadi milikku, jika kamu sudah menikah buktikan suami barumu itu dan anakmu itu, aku pengen lihat seberapa tampannya dia." Ucap gibran menantang dan membuat Abbey begitu kesal tidak bisa berkata - kata lagi.
"Malas berbicara denganmu, lebih baik aku kembali ke kamar." kesal Abbey menghentakkan kakinya pergi dari kamar gibran.
__ADS_1
"Abbey aku tahu kamu itu berbohong padaku, aku tahu semuanya... kamu menyembunyikan keberadaan anak kita." Ucap gibran menyunggingkan senyum nya.
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️