
Abbey kembali pulang ia tidak melanjutkan menemui Arlan, ia malah mengingat bahwa kedua orang tua arlan teman dari ayahnya jadi ia tak memusingkan untuk mencari keberadaan nya ia bisa aja menanyakan alamat rumahnya kepada ayahnya itu tetapi ia urungkan dan lebih memilih pergi menuju ke kamarnya.
Ia tidak mengingat kejadian tadi pagi yang membuat nya sedih dan masalah tentang Amira dan gibran ia tidak pusingkan lagi dan ia memaafkan gibran.
*Dimalam hari nya.
Abbey sudah tertidur ia tidak menyadari bahwa gibran belum juga pulang sama sekali. Saat itu mobil mewah memasuki rumah dan keluarlah gibran.
Nyonya Adelia yang tadinya gelisah tidak mendapati sang anak belum pulang kini merasa lega menemukan anaknya sudah pulang.
"Nak, kamu kemana aja dari tadi? Mama tungguin dari sore, mama kira kamu hilang... kamu lagi marahan sama Abbey hah?"
Begitu banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh nyonya Adelia membuat gibran kewalahan.
"Ya ma, seperti nya Abbey sedang marah padaku sampai aku lelah mencari nya semenjak siang tadi dia kabur."
"Hah kabur? Bukannya Abbey ada dikamar..."
Jawaban Nyonya Adelia membuat gibran yang tadinya menundukkan kepalanya merasa bersalah kini kembali cerah.
__ADS_1
"Abbey ada dikamar? Kalau gitu gibran ke kamar dulu..." Pamit gibran berlalu meninggalkan mamanya.
"Dasar dua anak itu suka banget bertengkar..." Ucap nyonya Adelia mengelengkan kepalanya dengan kelakuan dua suami istri itu.
Gibran membuka pintu kamar itu dengan perlahan - lahan tidak terkunci sama sekali dan mendapati Abbey sudah tertidur pulas dibalik selimut dengan tidur meringkuk.
"Syukurlah kalau dia sudah tidur, aku jadi lega kalau dia masih mau pulang..." Gumam gibran.
Ia naik keatas tempat tidur dan tidur disamping Abbey. Ia memeluk Abbey disana dan ia begitu merasa bersalah telah menyakiti hati Abbey.
"Selamat malam Abbey..." bisik nya dan ia tertidur di samping Abbey dengan posisi memeluk Abbey.
*Ditengah malam nya.
"Aw Abbey kenapa kamu tendang aku?!" Ucap gibran pinggang nya begitu kesakitan akibat terjatuh kebawah keramik lantai itu.
"Maaf aku kira siapa? tapi sejak kapan kamu pulang bukan nya kamu masih marah sama aku?" Ucap Abbey yang kini merasa kesal.
"Ah marah kamu bilang? bukannya kamu yang marah sama aku sampai kamu menghilang... aku capek cari kamu Berjam - jam ngak ketemu dan pada akhirnya aku pulang dan mama bilang kamu itu ada dikamar sedang tertidur."
__ADS_1
"Aku ngak marah sama kamu, orang aku pergi kerumah sakit tadi siang..."
Gibran pun begitu khawatir, "Ah emangnya kamu sakit apa sampai kerumah sakit... aku ngak tahu."
"Males aku ngomong sama kamu mending aku tidur byeee..."
"Ya malah tidur, ya sudahlah aku juga ngatuk..." mereka kembali tertidur begitu pulas seusai berdebat.
Keesokan harinya begitu cepat waktu berjalan, Abbey dan gibran masih tertidur berdua dengan berpelukan. Abbey terlebih dulu bangun dan ia masih mengatuk. Begitu kedua menyadari itu dan mereka begitu panik. Ngak seperti biasanya mereka panik seperti itu, dan secepatnya Abbey masuk kedalam kamar mandi.
"Ada apa dengan dia ngak seperti biasanya?" Ucap gibran yang kini posisi nya duduk.
•
•
•
•
__ADS_1
•
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️