Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Ch 226


__ADS_3

Abbey kembali ke rumah dengan keadaan pikiran dan hatinya begitu buruk sangat buruk.


"Abbey kamu sudah pulang nak?" tanya mama Adelia menghampiri.


"Iya ma,," Jawab Abbey dengan suara seraknya dengan menundukkan kepalanya.


"Kamu kenapa?" Mama Adelia mengangkat dagu putri nya terlihat raut wajah nya begitu pucat.


"Astaga Abbey kamu sakit sayang?" Abbey hanya menggelengkan kepalanya. "Clar ada apa dengan abbey? kalian habis dari mana tadi?" mama Adelia melihat Clarissa yang hanya diam saja tanpa menjawab.


"Ayo jawab? kalian habis dari mana?"


"Tidak kemana - mana ma,, sudahlah abbey mau istirahat dulu. clar temani aku sebentar.." Ucap abbey.


Clarissa hanya menganggukkan kepalanya dan mengikuti Abbey menuju kamarnya meninggalkan mama Adelia hanya terheran - heran dan gelisah dengan keadaan Abbey.


Dengan cepat ia mencoba menghubungi suaminya mencoba untuk menghubungi dokter keluarga karena nomor dokter keluarga hanya suaminya yang memegang.


Setelah itu mama Adelia menyiapkan makanan untuk abbey dan susu ibu hamil seperti biasa nya.


Dikamar.

__ADS_1


Abbey termenung dibalkon kamar nya ia menatap kearah bawah. Tatapan nya begitu kosong, mungkin masih syok dengan kematian sahabat nya citra.


"**Dia meninggal akibat tahu kepergian mu,,"


"Dia syok,, ada seseorang mengatakan bahwa kamu meninggal bahwa nyatanya ternyata tidak."


"Dia bilang sebelum hari terakhir mengatakan bahwa dia merindukan mu**."


Hanya itu yang tergiang - giang diotak Abbey membuat nya meneteskan air mata kembali. Dan itu membuat Clarissa yang sedari tadi disamping nya menyadari hal itu.


Ceklek pintu kamar dibuka dan itu mama Adelia membawa nampan berisi makanan dan susu. Clarissa menyadari itu dan menghampiri nya membiarkan Abbey menenangkan pikiran nya terdahulu.


"Ada apa dengan Abbey?" bisik mama Adelia yang ia lihat hanya terdiam.


••


Setelah beberapa menit kemudian mendengar cerita dari Clarissa apa penyebab Abbey menjadi sedih begitu, membuat nya ikut sedih.


"tapi, mending sekarang lebih baik biarkan dia menenangkan pikiran nya dulu." Clarissa bangkit dari duduknya. "Kalau begitu Clar pamit dulu ya Tante.." pamit Clarissa.


"Ya udah kalau gitu, makasih udah jagain Abbey.." Ucap mama Adelia. "Iya Tante." Clarissa pun melangkah pergi keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


"Tante Isa!!" teriak gibey dari luar pintu berlari kearah nya dan itu menghentikan langkahnya.


Gibey menghambur ke pelukan Clarissa dan dibalas dengan Clarissa. "Astaga gibey sudah besar ya sekarang...? kemana aja selama beberapa bulan ini Hem? ngak kelihatan." Clarissa menyeimbangkan tubuhnya dengan gibey dan mencubit pipi chubby gibey.


"Pergi ke kantor grandpa."


"Terus grandpa nya mana?" Karena Clarissa tidak melihat siapapun dibelakang gibey.


"Masih dimobil."


"Kalau begitu temani gibey main Tante.." Gibey mengoyangkan kedua tangan Clarissa.


"Maaf gibey sayang,, Tante masih ada urusan lain.. Tante tidak bisa lama - lama disini. bagaimana besok Minggu aja?" tawar Clarissa.


Gibey mengerucutkan bibirnya,, "Yah, ngak bisa ya? Ya udah deh, tapi Tante janji kan.. gak mengingkari janji?" tanya gibey mencari kepastian.


"Janji." Jawab Clarissa.


"Ya udah Tante pergi dulu, cium dulu." Clarissa mendekatkan pipinya kearah gibey.


Gibey pun menciumnya, "Anak pinter,, ya udah Tante pergi dulu.. bye gibey sayang.." Clarissa melambaikan tangan nya berlalu pergi.

__ADS_1


"byee Tante, sampai jumpa besok."


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️


__ADS_2