Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 56


__ADS_3

Gibran berpikir tiba - tiba ada ide meyelinap dipikirannya.


"Ah, aku tahu apa yang harus kita lakukan." Ucap gibran.


Dahi Abbey mengerut, "Memangnya apa?" Gibran mendekatkan bibirnya ditelinga Abbey dan berbisik tentang rencana nya.


"Memangnya itu akan berhasil," Abbey benar - benar merasa ragu dengan ide gibran. Tetapi mau bagaimana lagi ia ikuti saja apa yang diinginkan gibran. Terlebih lagi ia tidak ingin mengecewakan kedua mertuanya termasuk nenek ayse.


"Tenang saja rencana kita pasti akan berhasil, terlebih lagi jika kamu tutup mulut. okay" Ucap gibran dan dibalas anggukan kepala oleh Abbey.


Keesokan harinya, gibran dan Abbey menemui nenek ayse dan Nyonya Adelia. Tidak seperti biasanya, kali ini keduanya terlihat begitu sangat mesra, bahkan saling berpegangan tangan seperti nya akan hendak keluar rumah.


Nenek ayse yang melihat tatkala itu merasa senang dan melihat menantunya itu dan tersenyum.


"Nek, ma, kami keluar sebentar ya." Pamit gibran kepada kedua wanita paruh baya itu.


"Tunggu sebentar, Kalian duduk sebentar Disni ada yang nenek ingin tanyakan." Ucap nenek ayse.


Mereka berdua pun duduk dikursi sofa yang melingkar itu. "Memangnya nenek ingin menanyakan apa?" Sebenarnya gibran tahu apa yang akan neneknya tanyakan pastinya ini menyangkut tentang bayi.


"Nenek berharap kalian segera punya bayi. kalian mau kan mengabulkan permintaan nenek?"


Abbey dan gibran saling menatap, tanpa menjawabnya.

__ADS_1


"kalian berdua juga sebentar lagi akan tamat sekolah tidak apa - apakan? Mama juga pengen banget punya cucu." Sahut Nyonya Adelia ikut mengobrol.


"Baiklah nek, pasti akan kami usahakan." Ucap gibran.


"Tapi nek, ma boleh Abbey menanyakan pertanyaan juga?" Ucap Abbey dengan malu - malu.


"Memangnya apa yang ingin kamu tanyakan?"


"Memangnya kalau ingin punya bayi itu kayak gimana sih?" Tanya Abbey dengan begitu polos nya.


Gibran yang sudah mulai terlihat begitu gelisah dengan pertanyaan Abbey membuat nya melakukan sesuatu dan berdiri menarik lengan Abbey.


"Nek, ma, gibran pergi dulu ya. ini sudah telat, dadah nek, ma." Ucap gibran terburu-buru.


Abbey dan gibran sudah berada diluar tepat garasi mobil. Saat didalam mobil gibran mengoceh kepada nya.


"Kenapa kamu tanya seperti itu kepada nenek dan mama sih Abbey, jika mereka tahu kita belum melakukan apa yang mereka inginkan itu akan membuat rencana kita berantakan. malahan mama sama nenek nanti nya akan merasa tidak percaya jika kita sudah melakukan nya kamu mau mereka nanti nya pusing memikirkan masalah kita." Mulut gibran tak hentinya mengoceh sampai telinga Abbey hampir pecah.


"Huftttt," Mengatur nafasnya yang sedari tadi ia tahan.


"Maaf, aku kan ngak tahu." Ucap Abbey mengerucutkan bibirnya membuat gibran yang melihat nya ingin sekali mencubit pipinya Abbey yang terlihat begitu menggemaskan.


Flashback.

__ADS_1


Malam harinya Abbey dan gibran bersiap - siap melakukan rencana. karena kemarin itu ia diberitahukan oleh mamanya bahwa ia ingin segera memiliki cucu malam itu juga dan ia sedikit menguping kemarin siang bahwa sang mama memerintahkan para pelayan wanita untuk berjaga - jaga diluar kamar mereka apakah mereka sudah melakukan nya ataukah tidak.


Abbey naik keatas ranjang tempat tidur nya dan loncat - loncat disana dan tanpa sadar Abbey terjatuh ke bawah lantai maka akan timbul sesuatu yang membuat keduanya mulai berpikiran yang aneh - aneh.


"Ayo bangunlah," Ucap gibran berusaha menarik lengan Abbey untuk bangun. tetapi kaki Abbey begitu susah untuk digerakkan gara - gara loncat tadi. Apa mungkin kakinya terkilir.


"Cepat bangunlah. Kau sangat begitu berat," Ucap gibran menarik lengan Abbey sampai membuat pinggang nya encok.


"Aduh pinggangku sakit banget kamu sangat berat sekali." Seru gibran kembali duduk di samping tempat tidur nya.


"Kenapa pinggangmu yang bisa encok bukannya sedari tadi hanya tanganmu yang bekerja." Ucap Abbey masih dibawah lantai.







Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️

__ADS_1


__ADS_2