
Tengah malamnya.
Abbey jatuh terduduk. Tubuh dan pikiran nya melayang entah kemana - mana.
Masih terkejut dengan apa yang baru saja di alaminya. Mata Abbey terlihat begitu sangat rabun dan terlihat sangat samar. Tetapi masih bisa melihat jelas ada seseorang lelaki berada didepannya, tetapi lelaki itu ia tidak tahu siapa.
"Kau harus ku bunuh sekarang juga! ternyata kau tidak seperti apa yang kuharapkan!" teriak sosok lelaki itu.
Kini mereka sedang berada disebuah gedung ketinggian pencakar langit.
"Jangan! apa yang kau lakukan kepada ku!" teriak Abbey ia ketakutan tubuhnya bergetar disaat lelaki itu mulai mendepankan langkahnya mulai mendekati nya.
"Aku ingin kau mati ditanganku!" Teriak sosok lelaki itu sampai berhenti tepat jarak yang begitu sangat dekat dengan perbatasan gedung menuju ke bawah tanah.
Abbey hanya menelan ludahnya dalam - dalam ia tidak bisa membayangkan jika dirinya sendiri jatuh kebawah ketinggian gedung pencakar langit itu kebawah.
"Kumohon jangan lakukan ini," Mohon Abbey dengan mengatupkan kedua tangannya.
Tiba - tiba seseorang menarik lengannya dari sana agak menjauh dari perbatasan gedung itu menuju ke tengah.
__ADS_1
"Hey apa yang kau lakukan!" teriak Devan.
"Seharusnya aku yang bertanya pada anda tuan, apa yang telah kau lakukan! kau hampir akan membunuhnya?!" teriak Clarissa.
Abbey ketakutan ia bersembunyi dibalik punggung Clarissa sedangkan lelaki itu hanya tersenyum kecut.
"Karena dia sudah tidak berguna untuk bisa dimanfaatkan, dia bisa menyusahkan ku saja. lebih baik aku membunuhnya biar dia mati sekalian!" teriak pria itu.
Plakkkk
Sebuah tamparan begitu keras di pipi lelaki itu dan yang menamparnya itu Clarissa.
Dan dengan gerakan cepat ia menarik lengan Clarissa mendorong nya agar terjatuh kebawah ketinggian itu.
"Jangan lakukan itu!" teriak Abbey histeris ia menarik lengan Devan dan tangan sebelah Devan masih memegang lengan Clarissa.
"lepaskan tanganmu itu!"
"tidak! aku tidak ingin melepaskan nya sebelum kamu tidak melakukan itu!" teriak Abbey ia ingin melindungi orang lain ketimbang dirinya sendiri, meski ia harus yang terjatuh.
__ADS_1
"Lepaskan tidak!!!" mereka saling tarik menarik antara satu sama lain sehingga----
Byurrrr!
Seseorang menyiramnya dengan seember air. Sehingga ia terbangun dari mimpi yang ia anggap begitu sangat menyeramkan. Kejadian beberapa tahun yang lalu masuk kedalam mimpinya begitu saja.
"Syukurlah kamu bangun juga." Ucap gibran memeluk perempuan itu.
Ia begitu panik disaat tadinya Abbey tidak sadarkan diri berkali - kali ia mencoba membangunkan perempuan itu dan mengoyangkan tubuh nya agar bisa terbangun tetap saja tidak bergerak sekalipun. sampai ia menyiramnya dengan seember air dari kamar mandi nya.
Nafas Abbey begitu memburu, Kesadaran nya kembali. Dan ia menatap kesekeliling nya merasa lega bahwa dirinya berada dikamar dan mendapatkan gibran memeluknya dengan begitu sangat erat.
"Abbey aku berusaha membangunkan mu tapi kamu tidak bangun sama sekali. apa kamu tahu aku begitu khawatir padamu." Gibran begitu sangat panik.
"Gibran apa kamu bisa lepaskan pelukanmu sebentar?" Abbey mendorong tubuh gibran karena saking nya gibran memeluknya begitu erat membuat nya susah bernafas.
"Kamu mimpi buruk?" tanyanya matanya menatap kedua mata Abbey.
"Iya. aku begitu takut sekali didalam mimpi itu." Ucap Abbey mimpi itu masih terbayang - banyang dipikiran nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️