Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Ch 203


__ADS_3

Gibran belum sama sekali kembali keapartemen ia tidak sengaja mendengar perbincangan antara Abbey dan papanya dari pintu menuju balkon.


"Pa, Abbey kembali ke kamar dulu. Ini sudah sangat malam." Ucap Abbey melepaskan pelukan nya dari mertuanya.


"Ya sudah kamu masuklah ke kamar diluar juga sangat begitu dingin tidak baik untuk kesehatan mu." Ucap tuan Zafano.


"Hmmm..." Ucap Abbey berlalu pergi dari sana meninggalkan tuan Zafano sendirian dibalkon itu.


Sementara gibran yang mengetahui Abbey akan menuju kearah nya, ia dengan cepat berlari keluar dari sana.


"Seperti nya ada seseorang disana." Gumam Abbey dalam hati. Ia menyadari ada seseorang yang mengintipnya tetapi ia berpikir mungkin halusinasi nya.


"Lebih baik aku ke kamar saja, disini sangat dingin." Ucap Abbey terburu - buru ke kamar nya dengan memeluk tubuh nya sendiri.


Ceklek. disaat ia membuka pintu kamar nya. Lampu tidak menyala, begitu gelap.


"Gelap sekali, dimana saklarnya lagi." Ucap Abbey meraba - raba dinding tembok mencari keberadaan tombol cara menghidupkan lampu.


Tiba - tiba Abbey begitu terkejut.

__ADS_1


"Emmphhhhhhhhhh" Ada seseorang yang mendekap mulutnya. Ia berusaha meronta - ronta tetapi tubuhnya sudah diseret oleh seseorang itu membawanya ke ranjang tempat tidur.


"Emmphhhhhhhhhh lepaskan." Abbey memukuli kepala seseorang itu berkali - kali tetapi seseorang itu tidak meringis kesakitan.


"Diam!" bentaknya.


"Siapa kau lepaskan saya! lepaskan!" teriak Abbey tetapi jika pun ia berteriak percuma karena kamar nya kedap suara.


"Jika kamu tidak mau diam! aku akan membawamu pergi dari rumah ini!" seru lelaki itu penuh ancaman.


"Jangan! aku tidak akan teriak lagi, tapi katakan siapa kamu?" Tanya Abbey penuh ketakutan, ia tidak bisa melihat wajah lelaki itu karena gelap.


"Kamu tidak perlu tahu siapa aku. kamu hanya perlu diam dan jangan bergerak." Ucap pria itu ia memeluk tubuh Abbey dan menidurkan dirinya disamping perempuan itu.


••


Dipagi harinya matahari pagi menyinari kamar itu melewati pentilasi pada jendela kamar itu. Seorang dua sejoli sedang tertidur begitu pulas dengan posisi saling memeluk antara satu sama lain.


Lelaki itu menyipitkan kedua matanya akibat silau terkena sinar matahari, kini tatapan nya menatap kearah perempuan yang masih tertidur begitu pulas.

__ADS_1


"Abbey? kali ini kamu memang milik orang lain. Tapi ingat besok aku tidak akan melepaskan mu." Ucapnya ia mengecup bibir perempuan itu. lalu berusaha berdiri dari tempat tidurnya dan keluar dari kamar itu meninggalkan Abbey disendirian tidur nya.


beberapa jam kemudian..


"Bagaimana Abbey apa tidurmu nyeyak?" tanya mama Adelia yang kini masuk kedalam kamar Abbey membangunkan perempuan itu.


"Ya, ma." Jawab Abbey. Ia terbangun dari tidurnya, berusaha memulihkan kesadaran nya.


Ia mengingat kejadian tadi malam, membuatnya kini terdiam.


"Apa semalam itu adalah mimpi? semoga saja, tadi malam itu mimpi sangat menakutkan." Gumam Abbey dalam hati.


"Abbey?" mama Adelia menepuk pundak perempuan itu menyadarkan nya akan lamunannya.


"Eh maaf ma." Jawab Abbey.


"Kalau begitu kamu mandilah dulu, habis itu kita sarapan bersama - sama gibran juga ada dibawah."


"Hah Gibran dia ada disini?" Ucap Abbey begitu terkejut.

__ADS_1


"Iya gara - gara kemarin papa mengancamnya, ia jadi tidak berani kembali ke apartemen nya." Ucap mama Adelia.


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️


__ADS_2