Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Ending- tamat


__ADS_3

Setelah Berjam - jam menunggu akhirnya dokter yang menangani Abbey pun keluar dengan beberapa perawat.


Gibran dan mama Adelia termasuk bi Minah. Menyadari itu mendekati sang dokter. "Bagaimana keadaan istri dan bayi saya dok? Apa mereka baik - baik saja." Tanya gibran dengan raut wajah begitu cemas.


Begitu terlihat dari raut dahi sang dokter mengerut dan hanya memiliki tatapan mudah diartikan.


Dan itu membuat mama Adelia semakin takut apa yang ada dalam pikiran nya terjadi.


"Bagaimana dok? Kenapa tidak dijawab!" Seru gibran menguncang bahu sang dokter.


"Bayi yang ada dalam kandungan istri anda terpaksa harus dilahirkan karena akibat benturan begitu keras mengenai pada perutnya tetapi Anda tenang saja bayi nya selamat." Ucap dokter, membuat mata gibran berbinar - binar. "Maksud nya istri saya sudah melahirkan dok?" Tanya gibran.


"Iya, tapi..." Dokter menghentikan kata - katanya. Dan itu membuat gibran dan mama Adelia mengerutkan keningnya.


"Tapi apa dok?"


"Tapi istri anda tidak bisa diselamatkan,, saya sudah berusaha keras tetap saja tidak bisa. Mungkin Tuhan lebih menyayangi nya." Ucap sang dokter ia juga ikut sedih.


"Apa!!" Seru mama Adelia dengan menutup mulutnya dengan tangan nya.


"Be..rarti non Abbey meninggal,," lirih bi Minah yang mendengar nya pun terkejut.

__ADS_1


Sementara gibran yang mendengar itu seakan - akan jantung nya kembali berhenti, kakinya tidak bisa menopang tubuhnya sehingga membuat nya menjatuhkan diri nya ke lantai dengan berurai air mata.


"Tidak!!! Ini tidak mungkin!!!" Teriak gibran.


"Dia pergi? Dia pergi? Tidak, aku tidak mau kehilangan nya! Tidak!!" Teriak gibran dengan cepat ia menutup kedua telinganya, ia begitu tidak ingin mendengar sepatah katapun.


Mama Adelia hanya menangis, menangis dan menangis tidak bisa berkata apapun apalagi melihat putranya begitu terluka nya kehilangan Abbey. Sama halnya dengan bi Minah.


••


Kini sebelum abbey dibawa keruangan mayat, gibran dan yang lainnya masuk kedalam. Sama halnya dengan tuan Zafano yang mendengar kabar itu dari istri nya kembali bersama gibey yang kini berlari kearah Abbey yang terbalut dengan kain kafan putih.


"Dad, grandpa, grandma. Tolong bangunin momy.. gibey ngak mau kehilangan momy.."


Semua yang ada disana tidak bisa berkata apa - apa lagi hanya menangis.


Gibran pun berjongkok menyeimbangkan tubuhnya dengan gibey, "Maaf sayang, Dady ngak bisa membangunkan mom. Momy sudah dipanggil oleh yang diatas.." lirih gibran dengan berurai air mata.


"Pa, bawa gibey keluar.." titah mama Adelia. Ia tidak mau jika cucu nya terus - terusan menangis kehilangan Abbey.


"Baiklah,"

__ADS_1


Setelah tuan Zafano membawa gibey keluar dari ruangan UGD, tinggal gibran dan mama Adelia disana.


Gibran pun mendekati Abbey. "Kenapa kamu pergi sekarang? Kenapa kamu ninggalin aku hah? Kenapa?" Isak tangis Gibran kembali pecah.


"Padahal aku baru bisa bahagia sama kamu, aku selalu bercita - cita menunggu kelahiran baby twins bisa merawat nya bersama - sama sampai mereka besar tapi nyatanya kamu ninggalin kita, gibey dan mama."


"Jika mama mertua dan papa mertua tahu bagaimana? Apa yang harus ku katakan." Lanjut gibran.


••


Keesokan dipemakaman, Abbey sudah dimakamkan beberapa menit yang lalu. Hanya keluarga gibran yang ada disana dengan Clarissa juga Ryan yang begitu syok mendengar kabar ini semua. Gibran tidak memberitahukan tentang kabar ini pada mertuanya, ia belum sanggup menceritakan nya.


Gibran pun berjongkok disana mengusap batu nisan itu. "Jika saja aku tidak bekerja saat itu mungkin kamu ngak akan pergi dariku, ini semua salahku." Gibran menundukkan kepalanya.


"Dunia nya aku hancur Abbey,, aku sekarang harus bagaimana lagi tanpamu...?" Iya rasanya sesak, hampa, seperti tidak ada kehidupan lagi.


Gibran menghentikan kata - katanya dan menghembuskan nafasnya yang terasa tercekat di tenggorokan. "Dan aku berusaha mengikhlaskan mu, semoga kamu tenang disana.


"I love you." Gibran mencium batu nisan itu sebelum pergi.


Tamat.

__ADS_1


__ADS_2