
Sinar matahari sedikit demi sedikit menelusup, tanpa kedua insan ketahui yang sedang tertidur pulas dengan posisi saling memeluk itu.
Kini alarm berbunyi membuat mata Abbey sedikit silau bukan akan sinar matahari pagi melainkan sinar lampu dalam kamar itu. Menatap sekitar nya dengan pandangan heran.
"Aku ada dimana?" kesadaran nya belum pulih sama sekali.
Seketika ia membulatkan matanya dan menatap pria yang disampingnya. Astaga dia baru ingat bahwa dirinya sedang berada diapartemen milik gibran.
Abbey beranjak menuju ke kamar mandi tetapi tangan gibran tidak ingin melepaskan nya dan masih saja memeluknya.
"Ihhh gibran lepaskan tanganmu!" seru Abbey sehingga membuat gibran semakin mengeratkan pelukannya.
"Biarkan seperti ini, ini sangat nyaman." Sahut gibran semakin mendekatkan wajahnya pada leher Abbey membuat nya merinding.
"Tapi aku mau kerja! ini sudah hampir siang," Jawab Abbey masih posisi seperti itu.
"Tenang saja aku ini bosmu jadi kamu tidak akan bisa dimarahi mengerti. Hanya sebentar saja 30 menit lagi." Jawab gibran dan Abbey hanya mengganggukan kepalanya mereka kembali tertidur pulas.
••
__ADS_1
Inggris
Hari ini pukul 01.55 pagi diingris.
Gibey terbangun dari tidurnya ia menyadari momnya tidak ada disampingnya.
"Mom kemana?" Gibey bangun dari tempat tidurnya dan mencoba berjalan keluar kamar nya dan untungnya saja pintunya tidak ditutup rapat jadi ia lebih leluasa membuka pintu itu.
Ia ingin mencari momnya dikamar nya. Ia mengira momnya ada dikamar nya. Tetapi ditengah - tengah ia tidak sengaja berpapasan dengan Clarissa.
"Astaga gibey. kamu mau kemana sayang? malam - malam begini, kamu ngak tidur?" Tanya Clarissa ia menyeimbangkan tubuhnya dengan gibey.
Ya, gibey selama ia lahir. Ia tidak tahu keberadaan kamar momnya karena ia tidak tidur sekamar mereka tidur secara terpisah.
"Gimana ini apa yang harus aku katakan pada gibey, jika momnya pergi ke Indonesia." Gumam Clarissa dalam hati.
"Ante isa kok diam?" Gibey memecahkan lamunan Clarissa.
"Sayang, kamu tidur sama Tante aja ya. mom belum pulang, mom masih kerja." Ucap Clarissa sembari mengelus rambut gibey lembut.
__ADS_1
"Jadi mom belum pulang. Yah padahal ibey kan lagi kangen sama mom." Gibey matanya mulai berkaca-kaca.
"Kan masih ada Tante. ibey peluk aja Tante Isa, anggap aja ibey lagi peluk mom." Ucap Clarissa mengusap air mata gibey yang akan hampir jatuh.
"Iya deh." Ucapnya menundukkan kepalanya.
"Ayo kalau gitu kita ke kamar langsung bobo..oke." Ucap Clarissa dengan menyemangatkan gibey. dan kini ia mengendong anak itu dan membawanya masuk kedalam kamar nya kembali.
••
Abbey terpaksa melarikan diri nya dari apartemen dengan menaiki taksi menuju ke tempat kerjanya meski nantinya ia akan bertemu dengan gibran kembali. Untung saja tadinya kamar pintu apartemen tidak dikunci jadi ia lebih leluasa keluar dari apartemen itu.
Sesampainya.
"Huh, leganya bisa bebas dari dia." Ia menarik nafasnya menghirup udara segar itu dan menghembuskan nya perlahan - lahan. Rasanya tinggal diapartemen seharian saja begitu sangat sesak tanpa mendapatkan udara sejuk seperti diluar sekarang ini.
"Gibran benar - benar yah dia mengurungku pasti ada maunya, aku ngak akan balik lagi ke apartemen itu." Kesal Abbey menatap gedung perusahaan itu.
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️
__ADS_1