
Ketika pagi harinya Abbey yang kini sudah terbangun dari tidurnya. Ia masih ingat akan janjinya, untuk pergi jauh dari hidup gibran. Tetapi apa yang harus dilakukan nya? apa dia harus melarikan diri dari rumahnya? mungkin iya.
Tetapi seperti nya pagi ini ia tidak bisa pergi secara diam - diam. Karena kali ini gibran ada didalam dekapan nya, pelukannya begitu sangat hangat. Aroma tubuh nya begitu membuat nya tidak ingin pergi dari gibran.
Abbey melepaskan pelukan pria itu dari tubuhnya dan diam - diam melangkahkan kakinya menuju kamar mandi tanpa gibran terbangun. Mungkin ini cara agar dia bisa melarikan dirinya.
"Mau kemana jangan pergi," tiba - tiba gibran menarik lengannya membuat langkah nya terhenti.
"A--- aku mau ke kamar mandi dulu.. kamu tidurlah, nanti aku akan kembali." Ucap Abbey ingin melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dan gibran mengiyakan nya.
"Jangan lama - lama aku ingin memelukmu lagi..." Ucap gibran membuat hati Abbey merasa sakit banget.
"Iya,," Ucapnya.
Setelah ia masuk kedalam kamar mandi, ia menutup pintu itu rapat - rapat dan menyenderkan tubuhnya dinding kamar mandi.
"Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan? hati ini benar sakit... aku ngak bisa ninggalin dia." Ucap Abbey kini air matanya mengalir begitu deras dipelupuk matanya.
__ADS_1
"Hikkkkssssss mama, ayahhhh tolongin Abbey... Abbey benar - benar tidak ingin kehilangannya.." Ucap Abbey dengan suara terbata - batanya.
Sepuluh menit kemudian...
Abbey yang telah selesai bersihkan dirinya di kamar mandi dan kini gibran kembali tertidur begitu nyenyak. Dengan cepat ia membuka lemari pakaian nya dengan hati - hati dan memasukkan beberapa pakaian nya didalam koper berukuran sedang.
Setelah itu mengirim pesan ke seseorang..
✉️ hari ini jangan sekolah dulu plisss demi aku, temui aku disebuah kafe. nanti aku berikan alamatnya..
Setelah selesai ia mengirimi temannya pesan yang tak lain Lisa. Ya, dia yang bisa membantunya pergi jauh dari gibran. Mungkin ia tidak pergi jauh dari gibran saja tapi dari keluarga nya juga.
Ia membuka jendela balkon kamarnya dan menengok ke bawah karena masih pagi jadi tidak ada siapa - siapa yang berjaga - jaga disana. Ia terpaksa harus turun memanjat kebawah dari lantai dua menggunakan keahlian memanjatnya.
Dan benar saja Abbey turun ke bawah dengan selamat. Ia cepat - cepat berlari mencari sebuah taksi untuk dinaiki membawa nya ketempat tujuan.
Sementara gibran didalam kamar nya yang kini matanya susah sekali untuk dibuka saking mengantuknya. Karena semalam menjaga Abbey agar panasnya turun, sampai jam dua belas malam ia baru bisa tertidur.
__ADS_1
Karena ia tidak melihat keberadaan Abbey terakhir ia berbicara dengan Abbey beberapa menit yang lalu. Ia terpaksa bangun lagi dan mengetuk pintu kamar mandi karena sedari tadi istri nya belum juga keluar dari kamar mandi yang dirinya tahu.
"Abbey kamu masih didalam?" panggil gibran dengan lembut.
tok.. tok... ia kembali mengetuknya.
"Abbey ini aku,," panggil gibran lagi. Tetapi tidak ada sahutan membuat nya khawatir dan mendobrak pintu itu ternyata kosong tidak ada siapapun.
•
•
•
•
•
__ADS_1
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️🙏😘