Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 78


__ADS_3

Gibran sedang menyendiri dikamarnya. ketika itu ia menatap foto seseorang dibalik ponselnya dan itu ialah Abbey. Baru saja sehari ditinggalkan nya rasanya sudah ditinggal 2 tahun, entah ada rasa kerinduan, kesedihan, dan ingin memeluknya sangat dalam. Rasa itu menjadi satu, ia hanya bisa menatap nya dari balik ponsel. Tetapi sebetulnya ia ingin sekali menelpon Abbey tetapi sang papa tidak mengizinkan nya karena itu perintah dari ayah Abbey dan Abbey juga menyetujui itu.


Tok... tok...


(Suara ketukan pintu berbunyi)


Mama Adelia masuk kedalam kamarnya dengan membawa makanan dan minuman yang beralas nampan untuk nya.


"Eh, mama" Ucap gibran.


Mama Adelia tersenyum dan menaruh nampan yang berisikan makanan itu dimeja sebelah tempat tidur nya dan beralih duduk disamping putranya.


"Kamu makan dulu ya?" Ucap Mama Adelia.


Gibran mengiyakannya dan menaruh ponselnya itu, ia memakan makanan itu dengan lahap. Sebenarnya ia sedang tidak ada nafsu makan, tetapi ia tidak ingin membuat mamanya bersedih karena ia tidak ingin memakan makanan itu.


"Kalau gitu mama keluar, kamu habiskan makanan nya ya...?" Ucap mama mengecup kening putranya itu.


"Iya ma," Ucap gibran.


Diluar kamar, berada diruang tamu tanpa disadari sudah ada empat orang yang bertamu. Mereka itu ketiga sahabat Gibran dan satunya lagi Ryan. Ryan baru pulang dari luar negeri karena beberapa bulan ini ia selalu mengikuti ajang lomba disekolah nya.


"Nyonya, den Varel sama teman - temannya datang berkunjung kesini katanya pingin ketemu sama den Gibran..." Ucap pembantu rumah tangga.

__ADS_1


"Oh, kalau gitu suruh mereka masuk..." Ucap mama Adelia.


"Mereka ada diruang tamu sedang menunggu nyonya..."


"Oh baiklah, kalau gitu biar saya saja yang kesana..." Ucap mama Adelia berlalu pergi berjalan turun dari tangga.


"Eh semuanya tumben datang kesini?" Ucap mama Adelia.


Mereka langsung saja berdiri mendapati mama Adelia, "Iya Tante, kami ingin berkunjung menemui gibran..." Ujar Oliver.


"Oh, kamu masuk aja kekamar nya... gibran ada didalam kamar nya kok..."


"Iya Tante... ya udah kalau gitu kami ke kamar gibran dulu..." Pamit oliver. mewakili ketiga sahabatnya itu dan menaiki tangga menuju kamar gibran.


"Kakek!" Teriak Abbey yang muncul dari balik pintu lift. Setelah ia mendapatkan toilet, ia mendapati kakeknya sedang berbincang dengan beberapa para model nya dan Vita, Alden juga ada disana.


Semua orang disana menatap gadis kecil itu yang berlari kecil mendekati kakeknya. Mereka begitu terkejut melihat Abbey memeluk kakek Tama dan dibalas oleh kakek Tama.


"Cucu kakek sudah datang ternyata, bagaimana sekolah barunya?" Ucap kakek Tama sembari memberi kecupan di kening cucunya.


Semua orang disana tercengang dan menatap penampilan Abbey dengan raut wajah begitu binggung dan terlihat culun.


"Kakek?"

__ADS_1


"What?"


"Jadi Abbey itu cucunya pak Tama...?" Batin Alden ikut terkejut.


"Sangat mengasyikkan kek, tapi ada yang ngak suka dan suka sama Abbey... tapi kakek Tenang saja abbey ngak peduli mereka yang tidak suka dengan Abbey yang terpenting Abbey sudah bisa sekolah disana..." Ucap Abbey ngerocos tanpa memedulikan seseorang disekelilingnya.


"Oh ya, semuanya ini kenalkan cucu saya... namanya Abbey" Kakek memperkenalkan Abbey.


"Hai semuanya," Sapa Abbey dengan begitu ramah.


"Hai Abbey," sapa Alden. Lagi - lagi membuat Abbey kaget dengan keberadaan nya.







Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️

__ADS_1


__ADS_2