
Abbey melangkahkan kakinya menuju masuk kedalam gedung perusahaan itu. Menaiki lift menuju lantai yang ia tuju, lantai dua belas ruangan karyawan nya.
"Ekhem. maaf apa kau yang namanya Abbey?" tanya seseorang cewek seumuran dengan nya.
"Iya." Jawab Abbey ia mengerutkan keningnya heran.
"kau dipanggil oleh pak manajer. disuruh pergi ke ruangan nya." Ucap cewek itu satu ruangan dengannya.
"Manajer? hmm.. baiklah." Ucap Abbey. Ia dengan cepat menuju keruangan manager.
Dengan langkah terburu - buru dan ia tidak segaja menabrak seseorang ditengah jalannya.
"Maaf. maafkan saya. saya tidak sengaja." Ucap Abbey menundukkan kepalanya.
Vita mengerutkan keningnya dan menatap Abbey dari atas sampai bawah. "Cocok juga dengan penampilan nya dan pekerjaan nya seorang karyawan biasa." Ucap Vita memiringkan senyumannya.
"maaf mbak apa maksud mbak saya tidak mengerti?" tanya Abbey heran.
"tidak penting. kau tidak akan mengerti." Ucapnya berlalu pergi tidak sengaja menabrak bahu perempuan itu.
Abbey hanya terdiam dengan perlakuan seseorang yang baru ia pertama kalinya temui dan kini ia baru ingat bahwa ia dipanggil oleh manager nya.
"Astaga aku sampai lupa." Abbey menjitak keningnya sendiri dan berlari menuju ruangan managernya.
Setiba nya didepan ruangan manager.
tok.. tok...tok...
__ADS_1
"Masuk!" titah seseorang dari dalam.
Abbey masuk kedalam dengan menundukkan kepalanya. entah apa dirinya sendiri dipanggil? pikir nya.
"Kamu kenapa terlambat ini sudah jam berapa?" seru manager nya.
"Maaf pak, saya-----"
"tidak ada alasan. ingat ini hari pertama kamu kerja, jangan berbuat salah sekali saja."
"Iya pak maafkan saya." Jawab Abbey menundukkan kepalanya merasa takut.
"Dan sekarang kamu kerjakan ini! dan harus selesai besok dan jangan ulangi lagi perbuatanmu itu. Tidak ada lagi permintaan maaf lagi" tegas pak manager memberikan beberapa setumpuk berkas.
"Astaga banyak sekali mana cukup waktu mengetik segitu banyaknya emang dikira aku robot apa?" gumam Abbey dalam hati.
"Iya pak. maaf."
"Cepat keluar lah."
"Saya permisi pak." Jawab Abbey membawa setumpuk berkas itu dan kembali keruangan nya.
••
"Huh (Menghela nafas) sungguh melelahkan juga." gerutu Abbey ia mengerak - gerakkan kedua tangannya yang hampir terasa kaku mengetik pada komputer. Menulis ulang berkas - berkas itu.
"Hay boleh kenalan ngak?" ucap seseorang yang duduk diseberang nya.
__ADS_1
Abbey terdiam dan menoleh kearah seseorang tetapi tidak ada siapapun dibelakang nya. "kamu berbicara denganku?" telunjuk nya mengarah kearah nya dan menatap lelaki didepannya itu.
lelaki itu mengganggukan kepalanya dan menjulurkan tangan kanan nya.
"Nama aku Harris. nama kamu siapa?" tanya nya.
"Nama aku Abbey." Jawab Abbey membalas uluran tangannya dan tersenyum.
"Abbey? nama yang sangat bagus." puji harris.
"Makasih." Jawab Abbey dan membalas dengan senyuman lagi.
"Kita makan siang bareng yuk. kamu belum makan siang kan?" tanya Harris. ia berdiri dari duduknya mendekati Abbey.
"belum sih, tapi pekerjaan ku belum selesai." Jawab Abbey.
"Nanti saja dikerjakan lebih baik kita makan siang saja lagian ini sudah waktunya jam istirahat kerja. ayukkk." Ucapnya ia tidak mendapatkan jawaban dari Abbey dan segera menarik lengan perempuan itu keluar dari ruangan.
tanpa mereka sadari mereka tidak sengaja berpapasan dengan gibran dipintu lift. Tetapi mereka tidak bertegur sapa hanya sekedar berkontak mata saja.
Gibran tatapan matanya kini melihat kearah tangan Abbey yang sedang bergandengan dengan seseorang. Ia mengepalkan kedua tangannya, merasa emosi.
Abbey menyadari itu melepaskan lengannya dari Harris.
Gibran berlalu begitu saja tanpa menegur Abbey.
"Kenapa dengannya ngak biasanya?" Gumam Abbey dalam hati.
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️