
Mereka berdua berlarian dengan nafas ngos - ngosan untungnya pantai dari jarak rumah mereka begitu dekat paling tidak terpaut hanya beberapa meter.
Abbey berhenti dijalan setapak yang memperlihatkan pantai itu, ia berlari ke arah pantai dan berteriak ini pertama kalinya ia ke pantai.
Gibran yang baru menyadari bahwa Abbey lupa memakai sandal membuat nya kasihan.
Gibran berdiri di tengahnya hamparan pasir itu dengan Abbey disampingnya menatap pantai itu dengan takjub dan memasukkan kedua tangannya kedalam kantong celananya.
"Kenapa lupa pakai sandalnya?" Tanya Gibran dengan menatap laut itu.
Ah, Abbey baru menyadari nya dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal itu.
"Ah ya, aku lupa hehehe..." Jawab Abbey dengan tertawa kecil.
Tiba - tiba Gibran mendekat padanya dan memeluknya dari belakang. Abbey kaget dan menyuruh gibran untuk melepaskan nya.
"Gib lepaskan tanganmu itu, aku malu ah... banyak orang yang lihatin" Ucap Abbey melihat sekeliling nya begitu banyak orang berlibur ke sana juga.
__ADS_1
"Biarin aja, kenapa harus malu... lagi pula kita kan sudah bersuami istri," Jawab Gibran semakin mengeratkan pelukannya dan sedikit mengendus - endus aroma wangi pada rambut Abbey.
Abbey yang merasakan nya begitu merasa geli dan berusaha menjauh dari gibran.
"Ada apa?"
"Aku merasa ngeli, oh ya bagaimana dengan Amira?" Tanya Abbey mengalihkan pembicaraan mereka.
Gibran yang mendengar pertanyaan Abbey yang begitu membuat ingin marah dan kesal, ia begitu tidak suka harus membahas wanita ****** itu lagi.
"Untuk apa kamu menanyai nya? jangan sebut - sebut namanya aku malas dengan wanita yang telah merusak rumah tanggaku itu," Kesal Gibran.
"Ngapain sih harus peduli dengan nya lebih mending kita urusin rumah tangga kita, aku kan sama dia cuma nikah siri..."
Abbey terdiam, ia tidak ingin berdebat panjang lebar dengan suaminya itu. Gibran tanpa memperhatikan pandangan nya.
Abbey baru ingat ia masih punya rumah di dekat pantai mereka datangi, kemungkinan besar rumah itu masih bagus dan tidak kelihatan usang karena baru 5 tahun lamanya ia tinggalkan.
__ADS_1
°°°
Nenek ayse dan Nyonya Adelia membicarakan kejadian yang terjadi kepada gibran. Nenek ayse begitu kecewa juga dengan gibran, padahal ia begitu percaya dengan gibran sebelumnya tapi sekarang gibran telah merusak kepercayaan nenek ayse terhadap nya dengan secara diam - diam menikah dengan Amira kekasih nya di Inggris yang ia tidak tahu sama sekali asal usul nya.
Tetapi meskipun gibran telah membuat nya kehilangan kepercayaan terhadap nya, ia masih ada rasa kasihan terhadap gibran lagi pula ia juga cucu kesayangan nya.
"Kenapa gibran suka sekali membuat masalah semenjak ia menikah? Ia tidak begitu bisa menjadi anak yang penurut, aku mengira dengan menyekolahkan nya diingris akan membawa dampak yang baik baginya tapi aapa sekarang dia..." Ucap nyonya Adelia dengan penuh kesedihan sampai ia tidak begitu sanggup untuk meneruskan kata - katanya lagi.
Nenek ayse setuju apa yang dikatakan oleh menantunya itu, "ibu juga berpikiran seperti itu, tetapi ibu ingin kamu bisa memanfaatkan apa yang telah diperbuat oleh gibran," Ucap nenek Ayse berubah pikiran.
•
•
•
•
__ADS_1
•
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️