
Gibran membuka isi secarik selembar kertas penuh yang ditulis oleh Abbey kepadanya.
DEAR ABBEY
*Hai gibran aku tahu kamu pasti marah padaku bahwa kamu tahu bahwa aku akan pergi kan? Maafin aku ya, sebenarnya aku ingin mengungkapkan perasaan ku sebenarnya bahwa aku telah mencintai mu selama ini tapi aku hanya memendam nya... Aku juga tahu kok kamu sebenarnya siapa wanita kamu cintai? Tapi.... jika kamu tidak marah aku pergi tidak apa - apa kok. marah aja... tapi jika suatu saat kamu ingin kembali dengan ku kamu cari aku aja pasti aku akan kembali padamu. Jaga kesehatan kamu selalu sampai jumpa suatu hari nanti byeee orang kucintai...
TO GIBRAN*.
Gibran membaca nya dengan begitu penuh kesedihan. Ia harus apa lagi? Sejujurnya ia mencintai Abbey, ia sangat - sangat mencintai seorang Abbey tetapi dirinya yang terlalu penakut untuk mengungkapkan perasaan nya.
Tanpa dirinya sadari ia mengatur nafasnya dalam - dalam, ada rasa sakit begitu ketahan didalam dadanya. sesak, sangat sesak. Kapan lagi ia harus bertemu? 5 tahun? itu sungguh sangat lama. Mungkin dirinya akan sangat merindukan nya.
Pikiran Gibran begitu melayang - layang penuh pertanyaan. Dirinya begitu merindukan sosok Abbey disampingnya. padahal baru saja ditinggal pergi.
Keesokan harinya disekolah gibran menyendiri disebuah taman, ia begitu menghindari ketiga temannya dan ia begitu sedih, benar membuat nya tidak ingin diganggu oleh siapapun termasuk Amira sekalipun.
"Hai gibran kamu sedang apa disini?" Amira yang tiba - tiba muncul mengejutkan dirinya yang sedang melamun.
"Jangan ganggu gue hari ini saja... Gue pengen sendirian sehari ini," Ujar Gibran berlalu pergi.
__ADS_1
Amira begitu binggung dengan sikap gibran kembali dingin kepadanya, tetapi ia tetap mengikuti langkah kepergian gibran.
Gibran menyadari itu menghentikan langkahnya, "Jangan ikutin gue!" Ucapnya kembali melangkahkan kakinya dengan secepat mungkin agar Amira tak bisa mengikuti nya lagi.
••••••• Jakarta••••••
Abbey telah sampai dijakarta kemarin malam, ia kini sudah berada dirumah mewah dari kakek mamanya. Kini ia akan menuju ke sekolah barunya yang sudah didaftarkan oleh ayahnya tuan Bima. Sekolah yang begitu terfavorit kelas Khusus dibidang perfilman dijakarta. Sekolah itu benar - benar elit dan banyak sekali siswa - siswi dari keluarga terpandang dan kaya raya.
Abbey menggunakan kacamata tebal, rambut digulung keatas berbentuk bun, dan pakaian sekolahnya yang sudah diberikan oleh sekolah termasuk sepatu.
*Dimeja makan
"Iya kek, oh ya Abbey seperti nya ngak sarapan sama kalian soalnya Abbey ingin cepat - cepat biar dapat bis menuju sekolah..."
"Loh kenapa harus pakai bis? kamu ngak perlu pakai bis sudah ada sopir pribadi khusus mu sekolah disana..." Beo ayah Bima.
"Tapi, Abbey lebih enak pakai bis ajah... ngak perlu pakai sopir segala," Tolak Abbey.
"Pokoknya kamu ngak boleh pakai bis, kalau sampai pakai bis... ayah akan menyuruh pengawal untuk menemanimu setiap saat disekolah..." Ancam ayah Tama.
__ADS_1
Abbey pun mengalah, "Baiklah... kalau gitu," Ucapnya dengan berjalan gontai menuju meja makan ikut berkumpul dengan ayah dan kakeknya.
"Cucu kakek jangan cemberut gitu, bagaimana nanti sepulang kamu sekolah kakek akan mengajakmu pergi ke lokasi syuting mau ngak?" Ucap kakek Tama menghibur cucunya itu.
"Beneran kek?" senang Abbey.
"Iya, bagaimana kamu mau?"
"Mau dong kek, apa yang ngak sih..." Ucap Abbey dengan bersemangat.
•
•
•
•
•
__ADS_1
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️