Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 123


__ADS_3

...❤️❤️❤️...


Keesokan harinya.


"Akh.....!!" teriak Abbey, saat dirinya terbangun dengan tubuh yang polos dan hanya berbalut selimut.


"Ada apa?" Seru gibran yang ikut terbangun dengan teriakan Abbey. Untung saja itu kamar kedap suara kalau tidak, bisa terdengar seluruh penghuni rumah dan bisa - bisa mereka akan ketahuan apa yang terjadi pada mereka semalam. ah memalukan!


"Ya ampun, apa yang sudah aku lakukan?" gumam Abbey, menepuk keningnya dengan tangannya. teringat apa yang telah mereka lakukan semalaman.


"Hey Abbey kenapa melamun?" seru gibran berusaha membangunkan Abbey dari lamunannya.


"Apa yang kamu lakukan padaku semalam? kamu benar - benar jahat, telah mengambil keperawanan ku hiks..."Seru Abbey yang tiba - tiba menangis akan beranjak dari tempat tidur.


"Oh my God, padahal kita sudah melakukan nya." Gumam Gibran menatap Abbey dengan intens.


"aw.... ****!" Abbey mengumpat kesakitan. tubuhnya seakan - akan remuk, padahal saat pertama kalinya ia melakukan berhubungan intim tidak sesakit ini.


"Kenapa?" tanya gibran memengangi tangan Abbey yang hampir akan jatuh kelantai.


"Ini sakit, sangat sakit. hiksss..." Abbey menangis lagi dengan begitu kencang.


"Mana nya yang sakit?" Ucap gibran dengan tatapan begitu khawatir.


"ishhhh, kamu ini tolong aku cepat bawa aku ke kamar mandi. cepat!" teriak Abbey yang menahan sakit dan melihat gibran hanya diam saja.

__ADS_1


"Baiklah," Ucap gibran berlalu mengendong Abbey menuju kedalam kamar mandi.


...••••...


Sesaat di ruang makan, mama Adelia, mama Ratna, tuan Zafano dan tuan Bima yang kini sudah berada dibawah bersiap- siap untuk memulai sarapan pagi. Kini baru menyadari bahwa kehadiran gibran dan abbey tidak ada disana.


"Mereka belum bangun? ini sudah jam berapa?" Ucap tuan Bima menatap jam tangan nya yang menunjukkan pukul setengah delapan pagi.


"Siapa?" tanya Tuan Zafano.


"Siapa lagi gibran dan Abbey," Balas mama Adelia.


"Oh iya papa lupa kalau sedang berada di Jakarta.." Ucap tuan Zafano menepuk jidatnya.


"Papa ni gimana sih," kesal mama Adelia.


Mama Ratna hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan besannya itu yang sedang menyiapkan sarapan pagi.


"Bi asih tolong panggilkan gibran sama abbey ya untuk sarapan pagi bersama." Perintah Mama Ratna kepada pembantu nya yang ikut membantunya menyiapkan sarapan dimeja makan.


"baik nyonya." Jawab bi asih.


Sesaat biasih akan berjalan menuju lorong - lorong akan menuju ke kamar anak majikannya itu. Tidak sengaja berpapasan dengan gibran suami dari anak majikannya.


"Eh tuan muda, pas sekali." Ucap bi asih membuat gibran menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"Ada apa bi?" jawab gibran.


"nyonya suruh tuan dengan nona muda kebawah ikut sarapan, semua nya sedang menunggu dibawah tuan." Ucap bi asih dengan menundukkan kepalanya.


"Baiklah bi sekarang saya akan kebawah."


"Ngomong - ngomong tuan, dimana nona muda." Tanya bibi asih sedari tadi hanya melihat Gibran saja.


"Oh dia sedang ada dikamar, nona Abbey sedang sakit." Ucap gibran.


"Ohhh. baiklah kalau begitu saya kebawah dulu tuan, permisi" Ucap bi asih pergi dari hadapan nya.


Setelah gibran berada dibawah, "loh Abbey dimana nak?" Tanya mama Ratna yang melihat menantunya hanya sendirian.


"Itu. mah, eh.. Abbey nya sakit mah." Ucap gibran dengan terbata - bata.


"Apa? sakit?" Ucap Kedua orang tua gibran dan Abbey bersamaan.





__ADS_1



Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️


__ADS_2