
Flashback on....
12 tahun yang lalu...
Duarrr!
Begitu sangat keras suara kecelakaan pesawat terbang itu menghantam lautan begitu banyak para penumpang yang didalam pesawat itu meninggal dan beberapa orang hanya terluka. Sedangkan Abbey yang telah ditemukan oleh beberapa orang membawanya ke rumah sakit. Sampai berita tentang kecelakaan pesawat itu masuk keberita dan membuat tuan Bima yang menontonnya begitu syok dan dengan cepat segera menuju ke tempat dimana Abbey dirawat.
"Dok, anak saya bagaimana keadaan nya? dia tidak kenapa - kenapa kan? Cepat katakan dok?" Tuan Bima begitu menangis dan mengoyang - goyangkan bahu pak dokter itu.
"Anak anda kritis, sekarang saya akan menanganinya..."
Saat pak dokter ingin masuk kedalam ruangan dimana Abbey berada ia ingin ikut masuk.
"Tuan tunggu diluar.... kami akan segera menanganinya..." Ucap pak dokter menutup pintu itu.
Sedangkan Mama Ratna sedari tadi tidak bisa menahan tangisnya ia begitu syok dan merasa tertekan anak nya Abbey yang berusia 5 tahun sedang terbaring lemah tak berdaya.
"Ini semua salahku! aku seharusnya tidak mengizinkan nya pergi! ini semua salahku Huuuuuuu..." Tangisan Mama Ratna begitu keras ia memukul - mukul dirinya sendiri.
"Mama tenanglah, kamu ngak boleh menyalahkan diri mu sendiri... kita harus berdoa dan tenangkan dirimu oke..." Ucap tuan Bima memeluk istrinya itu.
__ADS_1
"Huuuuuuuuuu ini salah ku... ini salahku mas! aku benar benci diriku sendiri!" Ucapnya tangisannya kembali semakin keras dan tiba - tiba tubuhnya pingsan.
"Ma, mama bangun... ma?" Panggil tuan Bima dengan menepuk pipi istri nya yang pingsan dipelukan nya.
"Dok! dokter! dokter tolongin istri saya dokter!" Teriak tuan Bima mengendong istri nya.
Setelah beberapa bulan Abbey mengalami koma sampai 2 bulan. Ia tak kunjung bangun dari informasi yang ia dapat dari dokter bahwa Abbey mengalami ngangguan pada kepalanya sebab ada benturan keras dan jika tidak ditangani secara cepat maka ia akan mengalami amnesia.
Sampai pada akhirnya Menjelang 5 bulan Abbey dirumah sakit dan dinyatakan sudah boleh pulang. Saat itu tuan Bima tidak membawa abbey kembali ke Jakarta melainkan tinggal di Bandung sampai ia menginjak usia 16 tahun dan pada akhirnya tahun - Demi tahun Abbey tidak mengalami gejala pusing lagi pada kepalanya tetapi karena kejadian secara tiba - tiba membuat kepala Abbey kembali kumat dan membuat tuan Bima merasa khawatir dengan keadaan nya.
Flashback end....
...••••...
"Abbey," Sahut gibran.
"Kenapa?"
"aku udah telpon varrel agar mengantar kamu pulang..."
"Kamu ngak pulang? kalau kamu ngak pulang aku juga akan nginep disini..."
__ADS_1
"Ngak, kamu harus pulang ayah sudah menunggu mu dirumah... aku sedang ingin menjaga Amira disini jadi kamu ngak usah khawatir dengan ku..." Ucap gibran dengan dingin.
Abbey begitu kaget dengan perkataan gibran tumben ia berbicara dengan begitu dingin kepada nya.
"Baiklah, kalau kamu ngak ingin pulang hari ini... terserah" Seru Abbey berlalu pergi.
"Huftttt..." Menghela nafas nya dengan begitu berat.
Ada rasa begitu sesak dihatinya, ia sebenarnya berat berbicara seperti itu kepada nya apalagi menginap dirumah sakit menemani Amira sebenarnya ia ingin ikut pulang kerumah tapi ia terpaksa melakukan nya.
"Aku harus kuat, Abbey maafkan aku...ini demi kesembuhan mu..." Batin gibran.
•
•
•
•
•
__ADS_1
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️