
"Kami tidak ribut, benar kan kak Lea?" Ucap Abbey menyenggol bahu Lea yang masih syok dengan apa yang ia tahu pria yang telah menabrak nya itu kakak kandung Abbey.
"Kak? kakak,," seru Abbey. Ia menatap Lea yang masih menatap varrel dengan tatapan bertanya - tanya yang sudah duduk dimeja makan bersama gibran.
"Hah?"
"Tuhkan kakak begong? memangnya kakak sedang memikirkan sesuatu? apa itu kakakku?" Tanya Abbey penuh menyelidik menatap kearah varrel apakah tebakannya benar?
"Kakak syok aja baru tahu kalau dia itu kakakmu, tapi kakak seperti melihat dia disuatu tempat tapi dimana ya?" Ujar lea mengingat sesuatu.
"Oh ya dirumah sakit, saat itu aku ingin menjenguk gibran tapi aku ngak sengaja terjatuh olehnya.." Lea menunjuk varrel dengan jari telunjuk nya yang sudah ikut bergabung dimeja makan.
"Kok gara - gara gue?" tanya balik varrel dengan mengerucutkan keningnya.
"Ya itu semua gara - gara lo, coba kalau lo ngak jalan didepan gue waktu itu ngak mungkin kita bakalan ketemu" seru lea dengan tatapan tajamnya mengingat kejadian beberapa hari yang lalu.
"Kan gue sudah minta maaf.."
"Pokoknya tetap Lo yang salah,, " Lea dan varrel semakin nyolot menyalahkan satu sama lain.
Sedangkan Gibran dan Abbey hanya terdiam mendengar pertengkaran kecil mereka.
"Sudah, sudah jangan dibesar-besarkan.." Abbey mulai bersuara.
"Diam.." seru varrel dan lea bersamaan menatap Abbey dengan tatapan tajamnya.
__ADS_1
Abbey merasa di tatap.menelan ludahnya dalam - dalam. Tanpa ia sadari Gibran memengang lengannya.
"ayo kita pergi dari sini, biarkan mereka bertengkar ngak jelas.." Ucap gibran pergi dari sana menarik lengan Abbey.
...•••••••••••••...
"Bagaimana apa kau mendapatkan informasi tentang keberadaan keluarga Zafano?" tanya seseorang dari balik ponsel.
"Sudah bos, saya mendapatkan informasi dari anak buah saya bahwa tuan Zafano sedang berada dikediaman keluarga Tama direktur pemilik perusahaan perfilman terbesar nomor 1" Ucap anak buahnya yang ia bayar untuk memata - matai keluarga Zafano selama beberapa bulan ini. Karena diirinya kembali ke Inggris.
"Saya tidak mau tahu tentang keluarga siapa itu Tama, yang saya mau tahu kau awasi terus mereka jangan sampai lolos sampai saya kembali lagi ke Indonesia mengerti." Tegas Bu Merina dari balik ponsel nya.
"Baik bos.." jawab anak buahnya.
"Zafano, kau tidak akan bisa hidup dengan bebas sebelum aku mengalihkan semua perusahaan mu sampai kau jatuh miskin." Ucapnya dengan mata nya yang mulai berkaca - kaca.
"Aku akan membalaskan dendam ku padamu, karena kau telah membuat suamiku meninggal." Ia mulai ******* - ***** foto itu dengan tangannya dengan amarahnya yang sudah mengebu - gebu.
🕊️🕊️🕊️
19.00
Kini Abbey dan gibran berada didalam sebuah restoran. Mereka ingin merasakan gimana rasanya keluar malam - malam berduaan. Yah seperti kencan begitulah.
"Abbey,, " panggil Alden mendapati keberadaan Abbey yang sedang duduk berdua dengan seorang pria yang tak lain suaminya gibran.
__ADS_1
"Ah itu dia. Al sini" seru Abbey dengan melambaikan tangannya.
"Dia? kamu ngajak dia kesini?" tanya gibran dengan mengerutkan keningnya.
"Duduklah Al,, "
"Kenapa kamu ngak bilang sama aku terlebih dahulu kalau mau bawa teman laki - laki kesini?" Bisik gibran ditelinga Abbey agar tidak didengar oleh Alden.
"Maaf, aku lupa... hehe"
"Ck... dasar punya istri suka pelupa. gimana nanti nya jika umur nya semakin bertambah semakin lupa." kesal gibran.
"Aku dengar tahu," Ucap Abbey dengan mengerucutkan bibirnya.
•
•
•
•
•
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️
__ADS_1