Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 41


__ADS_3

Dikafetaria Alya masih berada disana dengan Amira juga berada disana. Ia menjebak Abe dengan cara menyuruh Alya teman dekat nya agar Abe bisa datang.


Entah tidak tahu apa yang ingin dia lakukan lagi?


"Maafkan aku Abe, aku harus melakukan semua ini... kalau tidak pasti mereka akan tetap menekan aku" batin Alya yang masih duduk di bangku kafetaria sendirian.


Sedangkan Amira duduk tidak berada jauh dari tempatnya dan mengawasi Alya dari kejauhan.


Abe telah sampai dikafetaria, ia masuk kedalam kafetaria saat itu ia melihat sekeliling nya diarah pojok ruangan itu Alya duduk disana menikmati makanan nya dengan perlahan - lahan.


Abe berlari kearah nya dan melambaikan tangan nya, "Alya," panggil nya.


Alya pun menoleh, tanpa aba - aba ia pun melirik kearah Amira sekilas.


"akhirnya Abe datang juga," batin nya.


"Al, kamu ada apa sih kok tumben ngajak aku ketemuan dikafetaria?" tanya Abe penasaran.


Abe tidak menyadari dengan kehadiran Amira dibelakang nya, Alya yang hanya takut menundukkan kepalanya dan mengatur nafasnya sebentar.

__ADS_1


"s-sebenarnya- sebenarnya" ucap Alya terbata - bata.


Abe mengerutkan keningnya, "sebenarnya apa Alya?" tanya Abe semakin penasaran.


"sebenarnya bukan aku yang ingin minta ketemuan sama kamu melainkan... kamu lihat kebelakang" tunjuk Alya ke arah belakang Abe.


Abe pun menoleh kearah sosok yang ditunjuk Alya, "Amira?"


"ngapain dia cari aku? atau jangan-jangan ini ada hubungannya dengan gibran?" batin Abe semakin takut.


brak!


Amira mengebrak meja tempat nya dan ia bangun dari tempat duduknya berjalan ke arah Abe dan Alya.


"aku ingin Lo bercerai dengan gibran sekarang juga tanpa sepengetahuan orang tua kalian," bisik Amira.


"apa?! cerai?!" teriak Abe.


Semua orang yang berada di kafetaria itu menoleh kearah nya suara nya begitu sangat keras membuat terdengar kesemua orang.

__ADS_1


Ia bangun dari tempat duduknya dan berdiri sedangkan Alya tidak tahu ada apa dengan mereka "cerai?" hanya itu yang ada dipikiran seorang Alya sekarang.


"ya, gue mau Lo cerai dengan gibran sekarang juga kalau tidak aku bisa saja membuat kedua orang tua mu sengsara" ucap Amira dengan begitu santai nya tanpa memedulikan ada kehadiran Alya didepannya.


Abe menghela nafasnya dan melirik ke arah Alya sebentar dan kembali menatap Amira lagi.


"oke, kamu lakukan saja lah apa yang kamu... lakukan saja membuat kedua orang tuaku sengsara, itu semua tidak akan bisa kamu lakukan... inget perkataan ku aku tidak akan pernah meminta cerai dengan gibran! aku yang akan membuat kelakuan busukmu itu berakhir dipenjara!" ucap Abe dengan amarah nya tanpa memedulikan kehadiran orang - orang disana melihat nya.


Amira amarahnya semakin memuncak mendengarkan perkataan Abe yang baru pertama kali ia lihat begitu berani melawannya.


Ia belum tahu aja gimana sifat Abe sebenarnya?


"Lo Berani sekali ya bentak gue sekarang?" amarah Amira tidak terima.


"kamu kira aku takut sama kamu?! aku tidak takut sama siapapun?! meskipun kamu punya anak buah ataupun orang paling kaya tetapi tidak ada yang akan bisa menandingi seorang Abe yang begitu sangat kejam.


Amira masih mendengar penuturan Abe hanya terdiam dan menahan amarahnya.


Abe menarik lengan Alya pergi dari sana, "ayo Alya kita pergi," ucap Abe keluar dari kafetaria.

__ADS_1


**Sampai sini dulu perbaikan nya besok pagi lagi aku perbaiki dua chapter.


dukung terus karya aku biar lebih semangat update nya. jangan lupa like, vote, and hadiah**.


__ADS_2