Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Ch 221


__ADS_3

Kini gibran memasukkan Abbey kedalam mobil dan ia juga masuk kedalam mobilnya tidak lupa gibran mengunci mobilnya agar Abbey tidak mampu untuk membuka pintu mobil itu.


"Gibran kamu ingin membawa aku kemana..?!" seru Abbey dengan kesal ia menyilangkan kedua tangannya diatas dadanya karena jika ia meronta - ronta ingin. keluar dari mobil percuma.


Gibran hanya terdiam tidak menjawab nya, ia malah mendekatkan wajahnya pada wajah Abbey sehingga suara nafas diantara mereka saling bersahutan.


"Apa yang akan ia lakukan! oh no!" gumam Abbey dalam hati. Hatinya begitu gelisah dan ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Sudah, biar kamu aman.." Ucap gibran dan ia kembali ke posisi nya, melajukan mobilnya pergi menjauh dari rumah sakit harapan keluarga untuk sementara dan besok pagi mereka akan kembali lagi menemui putranya.


Abbey dalam hitungan detik ia menjauhkan kedua tangannya dari wajah nya tidak mendapatkan apa - apa yang terjadi pada tubuhnya. Dan ia baru tersadar bahwa gibran hanya mengunakan nya self belt.


"Oh astaga aku kira..?" lirih Abbey dengan suara kecilnya. dan masih sangat terdengar ke telinga Gibran.


"Memangnya kamu kira apa.. hah..?" Gibran hanya tersenyum dan fokus menyetir mobil.


"Hah tidak, bukan apa - apa.." Jawab Abbey gelagapan.


"Ihh memangnya kita mau kemana sih...?"


Gibran tidak menjawabnya lagi dan ia malah fokus menyetir semakin mempercepat laju mobilnya dan itu membuat Abbey semakin ketakutan dan memengang besi atas mobil dengan erat.

__ADS_1


"ya Tuhan... aku takut sekali.." Gumam Abbey dalam hati.


"Gibran hentikan mobilnya sebentar! aku takut!!" Ucap Abbey dengan menutup kedua matanya.


Dan itu membuat gibran tertawa dalam hatinya. Gibran pun mengikuti kata - kata Abbey dan ia menghentikan mobilnya.


"Baiklah." Gibran membuka self belt nya.


"Ayo cepat turun, kita sudah sampai rumah.." Gibran terlebih dahulu turun dari mobilnya, dan abbey hanya terdiam membeku karena saking kagetnya.


Tanpa ia sadari dirinya sudah sampai rumah dan gibran membuka pintu mobil tepat dimana Abbey posisinya sedang duduk.


"Ayo turun kenapa diam.. katanya pengen romantis - romantisan.." Ucap gibran menyenderkan lengan nya di dekat pintu mobil.


"Apa yang kamu lakukan gibran!!" teriak Abbey yang tersadar dari lamunannya.


"ya ini mau apa lagi kamu bisa lihat kan..? pake nanya lagi."


"Turunkan aku Gibran, turunkan aku!! aku bisa jalan sendiri!" teriak Abbey meronta - ronta dari gendongan gibran yang kini menaiki anak tangga.


"Usttt, bisa diam sayang.. kamu bisa membangunkan papa dan mama sedang tertidur.." Bisik gibran ditelinga Abbey dan itu mampu membuat Abbey bungkam.

__ADS_1


Tiba - tiba hitungan 1 2 3 lampu diruangan itu menyala dan membuat gibran dan Abbey terkejut. Siapa yang menyalakan lampu nya? pikir nya.


"Kalian baru pulang.." Ucap mama Adelia yang terbangun dari suara kebisingan.


"Eh mama, iya nih.. kalau gitu gibran kedalam dulu.." Pamit gibran masih Abbey dalam gendongan nya.


"Iya sayang, ingat jangan lupa bikinin mama cucu yang banyak.." Ucap mama Adelia kegirangan melihat seperti nya putra dan menantunya itu kini mulai berbaikan.


Gibran menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya menghadap mama adelia kembali, " mama tenang saja, mama mau cucu kan? besok mama akan mendapatkan cucu.. oke." Gibran pun pergi memasuki kamar nya dan menguncinya.


Sementara mama Adelia binggung dengan perkataan putranya. "Hah cucu besok..? bagaimana ceritanya... bikin aja belum.." Gerutu mama Adelia.






__ADS_1


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️


__ADS_2