Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 22


__ADS_3

Acara ulang tahun hotel Puri tuan Zafano akan diselenggarakan, disana sudah terlihat jelas para tamu - tamu dari perusahaan lain yang telah diundang datang dalam acara itu. Hanya satu perusahaan yang membuat tuan Zafano merasa aneh, perusahaan yang berada di puncak padahal itu perusahaan paling terpopuler dan terfavorit di Indonesia tahun ini dirinya setiap kali ingin bekerja sama dengan perusahaan itu ujung - ujungnya sekretaris nya saja yang bertemu dengan nya. Ia tidak tahu siapa bos pemilik perusahaan itu, siapa tahu ia bisa mengundang nya ke acara ulang tahun hotel nya.


Ibu Merina dan Ryan ikut datang ke acara itu. nyonya Adelia yang mengetahui kedatangan nya membuat nya ingin kesal dengan nya. Ia begitu tidak suka dengan keberadaan kakak iparnya itu.


tuan Zafano menghampiri mereka, "kenapa kakak tidak pernah bilang akan datang kesini?" tanya tuan Zafano.


"iya, aku dan rayn tadi tidak sengaja lewat sini jadi mampir sebentar... aku lihat begitu banyak tamu undangan apakah ada acara penting?" tanya ibu Merina.


"hari ini acara ulang tahun hotel Puri," jawab tuan Zafano.


"astaga aku tidak tahu, tapi ngomong - ngomong selamat atas ulang tahun hotelnya" ucap ibu Merina.


"terima kasih," ucap tuan Zafano dengan memberikan senyuman.


"ngomong - ngomong dimana gibran dan istrinya kok ngak kelihatan?" tanya ibu merina.


"oh, itu gibran dan Abe sebentar lagi datang, mereka tadi katanya pengen pergi belanja dulu ke mall ngak tahu mau beli apa," jawab tuan Zafano.


"tuan Zafano," panggil seseorang.


"eh, Usman apa kabar nya?" ucap tuan ****Zafano**** dan memeluk nya.


"baik,"


"oh ya, aku denger putramu menikah ya?"


"selamat atas pernikahan Putra mu, aku nggak sempat datang ke acara pernikahan putramu" ucap nya.

__ADS_1


"ngak apa - apa," ucap tuan Zafano ramah.


Usman itu adalah teman lama tuan Zafano saat waktu masih muda dulu.


"aku kesana sebentar, "ucap ibu Merina yang masih berdiri disampingnya.


"ya," ucap tuan Zafano singkat.


Dalam perjalanan Abe dan gibran hanya terdiam tanpa berkata sepatah kata pun. Abe hanya sibuk memainkan ponselnya sambil tersenyum -senyum tanpa memperdulikan gibran yang sedari tadi kesal dengan tingkah abe.


Gibran langsung saja merampas ponsel milik Abe, "eh gib-" ucap Abe.


"kamu ngapain sih senyum - senyum terus atau jangan - jangan kamu selingkuh dibelakang aku" tebak gibran dengan melototkan matanya kearah Abe sambil menyetir mobilnya.


gibran menyampingkan mobilnya dan berhenti di jalanan begitu sepi jarang ada orang yang berlalu lalang di sana.


" aku ingin lihat isi chatmu siapa tahu kamu selingkuh," ucap gibran dengan membuka ponsel milik Abe.


"aku tidak pernah selingkuh, kamu lacak berkali - kalipun tidak akan ada buktinya..." ucap Abe dengan tenang.


"lalu kenapa kamu senyum - senyum begitu tadi?" ucap gibran dengan kesal.


"ya, karena aku-" ucap nya gugup.


gibran mengerutkan keningnya dengan jawaban abe yang tiba - tiba terhenti, "karena aku apa, hah?" ucapnya dengan menarik lengan Abe mendekati nya.


drutt... druttt...

__ADS_1


tiba - tiba suara ponsel gibran berbunyi dan ia melepaskan tangan abe


"halo?" ucap gibran.


"honey kamu ada dimana? aku sedang sakit hari ini, maukah kamu menjagaku selama satu hari ini saja?" ucap Amira dari balik ponsel dengan suara terbatuk - batuk.


"aku- aku-" ucapnya terbata - bata sambil melirik Abe sekilas.


"kalau kamu tidak bisa datang tidak apa - apa," ucapnya dengan suara yang begitu sangat lemah.


"bagaimana ini? apa aku pergi sebentar aja ya?" batinnya.


"aku akan segera datang kesana, sebentar lagi ya" ucap nya.


"thanks you honey, aku tunggu... bay honey... muach" ucap amira dengan mematikan ponsel nya.







Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak 🤍💜

__ADS_1


__ADS_2