
"Ya aku akan menolongmu tapi bagaimana?" Abbey begitu binggung ia harus melakukan apa.
Gibran tidak sengaja mendorong tubuh wanita nya itu dan menghempaskan tubuh nya keatas tempat tidur.
"air, aku haus... ini sangat panas, aku ingin air.." Ucap gibran.
"Ba..baiklah aku akan mengambilkannya tunggu sebentar." Abbey terburu - buru berlari menuju dapur mengambil segelas air minum.
Sementara gibran berusaha membuka pakaian nya tetapi ia tidak bisa sampai membuat nya merasa kesal dan sampai akhirnya Abbey masuk kedalam kamar membawa air minum.
"Ini minumlah." Ucap Abbey ia membantu gibran meminum air itu dan meneguknya sampai habis.
dan setelah itu ia menaruh gelas yang sudah kosong itu ke meja sebelah tempat tidur.
"Bagaimana sudah mendingan?" tanya Abbey yang kini gibran masih saja seperti cacing kepanasan.
__ADS_1
"Ini sangat gerah, panas!" teriak gibran ia tidak tahu ada apa dengan tubuh nya hari ini.
"apa aku bantu membuka pakaian mu?" Tanpa Abbey mendapatkan jawaban dari gibran ia membantu gibran membuka baju kaos polos nya itu dan sampai lah menampakkan terlihat nya tubuh sixpack gibran membuat jantung Abbey seakan - akan ingin lompat dari tempat nya.
Tiba - tiba saja gibran menarik lengan Abbey dan terjatuh di atas tubuhnya membuat tatapan abbey tertuju pada gibran. Dengan cepat gibran membalikkan posisi badannya dengan Abbey dibawah sedangkan gibran diatas.
"Gib... apa yang akan kamu lakukan?" Abbey begitu ketakutan, meskipun ia tahu gibran adalah suaminya tetapi ia begitu tetap takut karena gibran juga sama dia lelaki.
"Tolong aku... a...ku benar - benar tidak tahan lagi." Ucapnya dengan suara terbata - bata dan kali ini dipenuhi birahi.
Gibran menghentikan perkataan Abbey, ia membungkam bibir Abbey dengan bibirnya. Ia mencium nya dengan kasar dan seakan tak memberikan nya ruang untuk berbicara.
"Apa yang harus kulakukan tuhan, rasanya aku tidak bisa bernafas lagi." Gumam abbey dalam hati ia tidak ada tenaga untuk menghindar dengan perlakuan gibran padanya, lagi pula ia sangat begitu merindukan seperti ini dengan gibran tetapi ini sungguh sangat kasar tidak ada kelembutan sama sekali. Tetapi ia baru ingat sesuatu, sehingga ia menghilangkan rasa rindu nya itu.
"Lepaskan gibran!!" Abbey begitu semakin kesusahan bernafas sehingga dengan terpaksa mendorong tubuh gibran dan melepaskan diri nya dari Kungkungan gibran.
__ADS_1
Abbey mencoba berlari keluar dari kamar nya tapi gibran menarik lengan nya kembali. Gibran benar - benar telah kehilangan kendali, ia sangat membutuhkan pelampiasan sekarang juga.
"Lepaskan aku gibran! lepaskan!!" Abbey meronta - ronta ingin dilepaskan.
Gibran tidak mendengar perkataan Abbey ia begitu diliputi oleh gairah sehingga ia tidak mendengar nya dengan jelas. Sehingga ia berusaha melucuti pakaian Abbey yang menempel pada tubuhnya dengan begitu kasar tidak ada lembut nya sama sekali.
Sehingga membuat Abbey hanya menangis dengan perlakuan gibran kepada nya.
"Gibran hentikan! aku bilang hentikan gibran!" Abbey menangis dengan perlakuan gibran kepada nya.
"Diammmm!!!" bentak gibran.
Abbey semakin menangis begitu deras saat gibran membentaknya ini kedua kalinya ia membentak Abbey.
Sehingga kini giliran gibran tidak menggunakan pakaian sehelai benang pun dan dengan cepat gibran melakukan penyatuan itu melampiaskan nafsu nya yang ia tahan sejak tadi. Abbey yang merasakan ada sesuatu yang menerobos selaput dara nya ia menjerit begitu kencang.
__ADS_1
PJangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️