Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 105


__ADS_3

Cittt brukkkk! Begitu suara dentuman dari mesin mobil sehingga tanpa disadari mobil yang dinaiki Gibran menabrak sebuah truk pengangkut barang yang akan menyebrang.


Sampai - sampai dari kepala nya mengucur deras darah dan beberapa sedikit orang berlalu lalang mendekati ke tempat korban dan menyelamatkan nya. Sementara seseorang menelpon ambulans untuk membawa gibran kerumah sakit.


Pragggggh!


"Ah, aw.." Tiba - tiba tangan mama Adelia berdarah akibat piring pecah.


Dengan cepat papa tuan Zafano menghampiri, "Astaga, ma tangan mama berdarah.. sini papa obatin dulu." Ucapnya sembari membawa mama ke ruang tengah.


"Lea, tolong kamu ambilin papa obat P3k dilaci kamar papa." sembari mendudukkan istri nya.


"Baik pa,," Jawab Lea dengan cepat naik keatas lantai dua kamar orang tua nya.


"Pa, ada apa sebenarnya ini kenapa piring nya mendadak pecah? apa ada sesuatu pada gibran disana?" Wajah nya mulai mengerut, kenapa jantung nya tiba - tiba berdetak sangat cepat tidak seperti biasanya.


💗💗💗💗


Beberapa jam kemudian....


Abbey yang telah sampai dibandara tanpa ada pengawal yang mengawasinya. ataupun tanpa ia memberitahukan siapapun kecuali gibran.


Sesaat kemudian saat didalam bandara, "Kemana Gibran kok belum nongol tuh orang? Apa dia belum datang." Ia clingak - clinguk mencari keberadaan sang suami dan kini menatap jam tangan nya sudah menunjukkan pukul 16.00.


Ia memilih duduk di bangku ruang tunggu bandara sembari mengotak - Atik ponselnya mencari nomor ponsel yang akan ia hubungi.


"Maaf nomor anda tuju, sedang tidak dapat menerima panggilan.." Hanya itu yang terdengar.


Abbey mulai kesal tetapi ada rasa gelisah menggebu dihatinya, "Ck.. kenapa dia belum datang juga menjemput ku? bukankah tadi dia bilang akan lebih dulu menunggu."

__ADS_1


Ditelevisi.


Entah kapan ini, tiba - tiba saja berita bermunculan tentang kecelakaan pada pukul 15.25. Abbey juga melihat berita itu dengan begitu Geri.


"Semoga aja gibran selamat dalam perjalanan,," Batinnya sambil beberapa kali mengucapkan nya.


Ia ngak tahu aja itu gibran suaminya.


...••••••••••••...


Rumah sakit.


Sudah dua jam pak dokter menangani pasien yang mengalami kecelakaan itu. Kini masih berada diruang UGD sedangkan perawat yang lainnya masih berusaha menghubungi salah satu keluarga nya yang ia temukan ponselnya di balik kantong celananya yang ia simpan.


Entah siapa yang ia telpon.


Sampai pada akhirnya keluarga dari pasien datang dengan tergopoh - gopoh dan raut wajah dipenuhi dengan tangisan.


"Di ruang UGD tuan,," Jawab kasir.


Semaunya langsung berlari dan disana mama Ratna juga ikut datang karena ia mendengar berita di TV.


Dreeet.. suara ponsel mama Ratna berbunyi itu suaminya ayah bima.


"Halo yah," Jawab mama masih dengan wajah terisak.


"ma, Abbey sudah sampai rumah ngak?"


"Rumah? Maksud nya mama ngak gerti?"

__ADS_1


"Oh ya papa lupa, Abbey datang ke Bandung hari ini katanya dia kangen sama mama.."


"Apa?"


"Ya udah kalau gitu mama telpon Abbey dulu." Mama mematikan ponselnya begitu saja.


Setelah menelpon sang anak dengan cepat Abbey berlari melewati bandara dan mencari taksi menuju rumah sakit yang ditunjukkan.


Sesampainya.


"Ma!" Abbey memeluk mamanya.


"Ma, gibran ma.. gibran ma, bagaimana apa dokter sudah mengatakan sesuatu?"


"Belum, kami masih menunggu."


Abbey menangis setengah mati dan nyaris pingsan. Tubuhnya begitu lemas dan tak bisa menahan tubuhnya lagi.


"Ini semua salahku,, ini salahku." Ujarnya menempelkan tubuhnya di dinding dan menjatuhkan tubuhnya dengan sengaja.






__ADS_1


Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️


__ADS_2