Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Ch 182 - Kembali ke Indonesia


__ADS_3

"Tapi masalahnya aku hanya heran saja padamu kenapa kamu sampai harus berbohong segala." Ucap Abbey dengan nada sedikit kesal. Tetapi karena ia tersadar akan keberadaan putranya yang sedari tadi mendengarkan perbincangan Abbey dengan Clarissa tak mengerti apa yang mereka bicarakan kini terdiam.


"baiklah, aku akan menyetujui pekerjaan itu dan aku akan ke Indonesia hari ini." tegas Abbey. Ia membawa gibey masuk kedalam kamar nya.


"Ayo sayang kita kedalam kamar mu" lirih Abbey langsung mengendong gibey menaiki tangga itu satu persatu.


Sedangkan Clarissa hanya menundukkan kepalanya merasa bersalah.


"Maaf. aku salah." Clarissa menghapus air matanya yang ia sadari telah jatuh.


••


"Ayo sayang kamu istirahat dulu ya. mom akan tidurkan kamu," Ucap Abbey menidurkan putranya. Gibey hanya mengganggukan kepalanya, ia tahu jika momnya sedang marah tapi ia tidak tahu apa penyebabnya.


Setelah bermenit- menit akhirnya gibey tertidur dengan begitu pulas. Dengan cepat Abbey mencium kening putranya itu lalu menyelimuti nya dan berlalu keluar menutup pintu kamar itu.


Ia segera bersiap.- siap terlebih dahulu dan menyiapkan kopernya akan keberangkatan nya keindonesia. Ia sudah akan memutuskan akan menerima pekerjaan itu.


"Clar tolong kamu jaga gibey ya. aku akan segera kembali." Ucap Abbey ia sudah memesan taksi online untuk nya.

__ADS_1


sembari menunggu kedatangan taksinya ia mengirimi beberapa pesan ke perusahaan 'Gibaale' bahwa ia memutuskan menerima pekerjaan itu. Jika ia harus kembali ke perusahaan itu lagi maka ia akan bertemu dengan gibran lagi, ia tidak ingin bertemu dengan lelaki itu untuk sementara waktu.


"lebih baik kamu batalkan saja Abbey. aku merasa tidak enak selalu melibatkan mu." Ucap Clarissa.


"Tidak. kamu tidak sama sekali membuat ku merasa melibatkan ku. aku merasa senang bisa membantumu." Ucap Abbey ia memeluk temannya itu sebelum pergi.


"Ingat perkataan ku, kamu jangan pernah bilang apapun sama gibey bahwa aku pergi." Ucap Abbey dengan menggenggam tangan temannya itu.


"Iya. kamu tenang saja gibey akan aman bersamaku." Ucap Clarissa memeluk Abbey kembali.


"Terima kasih Abbey kamu sudah banyak membantu ku."


"iya dan jangan lupa katakan pada nyonya meneer bahwa aku akan membayar nya lunas besok. aku akan mencoba meminjamkannya pada bosku." lanjut Abbey.


"Baiklah kalau begitu aku pamit." ucap Abbey.


"Iya aku akan selalu mendoakan mu agar selamat dalam perjalanan." Ucap Clarissa dan Abbey mendorong kopernya itu masuk kedalam mobil taksi itu tidak lupa melambaikan tangan nya pada Clarissa sampai taksi itu tidak menampak dari pekarangan rumah Clarissa.


••

__ADS_1


Perusahaan 'Gibaale'


tok..tok.. tok...


"Arghhhhh!" teriak gibran. Ia begitu kesal sedari tadi pintu ruangan nya selalu berbunyi dan keluar masuk beberapa karyawan meminta tanda tangan nya.


"masuk!" teriak gibran.


Masuklah seseorang dan itu ternyata sekretaris nya Jendra. Ternyata dia lagi.


"Permisi tuan."


"Ada apa lagi sihhhh?!" seru gibran dengan menyederkan punggung nya di senderan kursi kebesaran nya itu dan mendogakkan wajah nya menatap kearah langit - langit ruangan nya.


"Maaf tuan, Ini dari tuan Zafano. tuan ingin anda segera kembali ke Indonesia dan pekerjaan disini biarkan saya saja yang membereskan nya." Ucap sekretaris jendra.


gibran menaik turunkan sebelah alisnya. "Apa kamu serius akan melakukan nya dan setelah saya kembali ke Indonesia kamu ngak akan bermalas - malasan." Ucap gibran. Ia tidak terlalu percaya dengan sekretaris nya yang mengabdi pada perusahaan nya selama bertahun tahun.


"Benar saya akan melakukan nya."

__ADS_1


"Baiklah saya akan memutuskan kembali keindonesia." Ucap gibran ia bangun dari kursi kebesaran nya.


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️


__ADS_2