
"Tidak apa - apa ini hanya sekedar luka kecil saja."
"hmm. baiklah..."
••••
Sementara itu Abbey di kediaman tuan Zafano hanya sibuk duduk saja dengan memainkan ponselnya. Ia begitu bosan dirumah terus - terusan dan sekarang pun tidak siapa - siapa ajaknya mengobrol. Kedua mertuanya dia tidak mungkin akan mengganggu mereka, sedangkan nenek ayse secara ia sudah tua apalagi sakit - sakitan jadi ia butuh istirahat.
Abbey baru ingat, "Ini tanggal berapa ya?" ia melihat tanggal di kalender ponselnya menunjukkan 17 Oktober.
"Astaga ini kan hari ulang tahun mama kenapa aku bisa lupa."
Tetapi tanpa Abbey ketahui kedua orang tua Abbey yang telah melahirkan nya itu datang ke kediaman tuan Zafano tanpa memberikan kabar terlebih dahulu. Mereka sedang berbica pada nenek ayse, dan kedua mertua Abbey diruang tamu.
"Bagaimana kabar Abbey apa dia baik - baik saja soalnya belakangan ini Abbey tidak pernah menghubungi kami makanya kami datang kesini." Ucap Tuan Bima.
"Dia baik - baik saja seperti nya dia sedang ada dikamar nya." Jawab Nyonya Adelia dengan begitu ramah.
Abbey yang keluar dari kamar nya pun beranjak untuk menuruni tangga dan tiba - tiba kakinya terhenti. Ia mendapati kedua orang tuanya disnaa, ia begitu senang dan berlari kearah nya.
"Mama, ayah," Seru Abbey. Ia memeluk kedua orang tuanya dengan penuh kerinduan.
"Bagaimana kabarnya Abbey?" Tanya mama Ratna sembari memberikan kecupan berulang kali diwajahnya begitu kangen nya terhadap anaknya itu.
__ADS_1
"Baik ma, oh ya sekarang hari ulang tahun mama kan?"
"Iya mama lupa."
"Wah kamu ulang tahun hari ini rat kalau begitu selamat ya." Ucap nyonya Adelia.
"Iya, aku sampai lupa akan hari kelahiran ku."
"Kalau begitu bagaimana kalian merayakan nya Disni saja. kamu tenang saja aku yang akan menanggung dananya." Sahut tuan Zafano.
"Tidak usah, aku sudah tua lebih baik rayakan secara kecil - kecilan saja. seperti makan malam bersama." Ucap mama Ratna.
"Baiklah kalau begitu kita makan malam bersama nanti malam Disni saja dan Kalian menginap saja disini selama beberapa hari." Sahut Nynya Adelia.
"Bener tuh mah, yah, lebih baik kalian menginap Disni slama beberapa hari." Sahut Abbey. Ia begitu girang kalau kedua orang tua nya akan menginap disnaa.
Abbey mengelengkan kepalanya, "tidak ada tapi - tapian pokoknya dalam kamus abbey tidak ada tapi - tapian okey."
"Baiklah, terserah kamu aja."
"Kalau gitu Abbey kamu ajak orang tuamu untuk istirahat," Perintah Nenek Ayse.
"Okey nek," Ucap Abbey.
__ADS_1
Setelah selesai berbicara sedikit sama kedua orang tuanya itu didalam kamar tamu. Ia segera
pergi menuju ke kamar nya karena sudah menunjukkan pukul 14.00 seperti nya ia begitu lama berbincang dengan kedua orang tua nya.
Saat ia akan membuka pintu kamar nya tiba - tiba ia kaget melihat gibran sudah berada didepan.
"Astaga gibran kamu ini bikin jantung aku kaget aja, tapi sejak kapan kamu berada disini." Tanya Abbey dengan raut kening mengerut.
"Sejak kamu sibuk mengobrol dengan kedua orang tuamu." Jawab gibran. Ia sebenarnya tadi tidak sengaja lewat kamar ruang tamu karena searah dengan kamar nya jadi ia mendengar percakapan antara mereka.
"Ohhh, begitu." Abbey berjalan kearah kamar mandi dengan terburu - buru.
Gibran hanya merebahkan tubuhnya diranjang tempat tidur dengan berbantal kedua tangannya melentangkan tubuhnya menghadap kearah langit - langit kamarnya dengan kedua kakinya menampakkan kebawah lantai.
"Aaaaaaa!"
•
•
•
•
__ADS_1
•
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️