
"Aaaaaaaaaa!"
Suara teriakan Abbey dari kamar mandi begitu keras membuat gibran yang tiduran di tempat tidur nya segera bangkit dan berlari ke arah sumber suara.
"Ada apa?"
Abbey berdiri diatas closed duduk itu ia begitu ketakutan dan menyadari keberadaan gibran dipintu itu.
"I–itu ada kecoa!" Tunjuk Abbey kearah tempat bak mandi.
"Mana - mana?"
Gibran yang melihat nya langsung saja ikut naik keatas kloset.
"Cepat sana kamu usir kecoa nya aku takut!" Abbey begitu takut dan mendorong gibran untuk mengusir kecoa itu.
"Aku juga takut sama kecoa, kamu kira kamu aja yang takut sama hewan menjijikkan itu." Seru gibran membuat Abbey terdiam.
"Lalu terus bagaimana dong?"
"Yah mana aku tahu, mendingan kamu panggil pelayan suruh mereka yang mengusirnya" Saran Abbey.
"Ngak mau nanti kalau kecoa nya berjalan kebawah bagaimana?"
Abbey tidak habis pikir dengan sikap suaminya itu hampir sama dengan kelakuan nya. Semua ditakuti, ia tidak tahu harus melakukan apapun untuk menyelamatkan diri nya dari serangan serangga menggelikan baginya.
__ADS_1
"ayah, mama tolong!" teriak Abbey. Tetapi percuma ia akan berteriak karena tak ada yang bisa mendengar nya karena kamar nya itu kan kedap suara.
"Tidak ada akan ada yang mau menolong mu lagi, jadi jangan teriak - teriak lebih baik kita tunggu kecoa itu pergi." Gibran sudah mulai pasrah.
"Bagaimana mungkin punya suami takut hewan seperti itu apa susah nya hanya mengambil nya saja memangnya dia akan memakanmu apa?"
"Kamu saja yang mengambil, kenapa suruh aku." Sahut gibran tidak suka dengan jawaban Abbey.
Tanpa mereka sadari kecoa itu sudah tidak ada didalam bak mandi itu.
"Kemana kecoa itu? Seperti nya sudah pergi,"
"Syukurlah kalau begitu." Jawab gibran mulai turun dari closed duduk itu.
"Awas ada kecoa dikaki mu gibran!" Teriak abbey berlari keluar.
"Aaaa kecoa nya mana?!" Teriak gibran keluar dari kamar mandi. Abbey begitu senang mengerjai suaminya itu dan tertawa melihat suaminya itu ketakutan.
"Awas aja, dia telah mengerjaiku." Kesal gibran dengan berkacak pinggang.
*Malam harinya.
Mereka kini sudah berkumpul bersama keluarga Abbey termasuk gibran. kecuali kakaknya varrel yang tidak ada ikut menghadiri acara itu dikarenakan ada lomba yang ia ikuti di Jakarta antar sekolah yang telah dipilih oleh sekolah nya setelah Ryan.
Abbey tak sabar untuk makan duluan tapi ayah menghentikan nya, karena ini hari ulang tahun mamanya jadi ia harus menyuapi mamanya terlebih dahulu.
__ADS_1
"Abbey ini kan hari ulang tahun mamamu jadi kamu siapin mama terlebih dahulu. Itu permintaan mamamu loh masa kamu ngak mau turutin"
Tanpa basa basi Abbey pun mengiyakannya dan menyuapi mamanya 3 soaap.
"Mama aa..." Abbey pun mengarahkan sendok yang berisi makanan itu kemulut mama nya.
"Selamat ulang tahun ya ma. semoga panjang umur sehat selalu dan jangan Suka marah - marah terus."
"Ya anak ku sayang." Ucap mama Ratna mencubit pipi Abbey begitu gemas.
Semua orang disnaa hanya tertawa dengan tingkah abbey yang begitu menggemaskan.
Kini tengah malam mereka sudah selesai makan malam bersama semuanya pada siap - siap untuk tidur sedangkan Abbey seperti nya sudah mulai mengantuk sampai ia yang duduk disofa mendengar cerita lucu dari nenek ayse membuatnya ingin menjatuhkan kepalanya itu disamping suaminya sebagai sandaran bantal buatnya.
•
•
•
•
•
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️
__ADS_1