Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 117


__ADS_3

...❣️❣️❣️❣️❣️❣️...


Lea yang baru saja sampai di rumah kakek tama setelah berjalan - jalan keluar menggunakan sepeda pemberian kedua orangtuanya. Ia merasa kelelahan karena dengan teriknya sinar matahari disiang hari dan hari yang begitu sangat sial baginya hari ini.


"Aku pulang.." Ujarnya dengan terpincang-pincang karena kaki kirinya benar - benar masih sakit. apalagi dengan luka di lutut sebelah kiri nya.


"Astaga nak, kamu kenapa kok luka begini? ayo duduk dulu biar mama obati," Ujar Mama Ratna yang mendapati kakak dari menantunya itu terluka dibagian lututnya dengan kaki pincang sebelah.


"Pa tolong ambilkan P3k," Ujar Mama Ratna kepada tuan Bima yang sibuk membaca koran diruang tamu.


"Iya ma," Jawab tuan Bima.


"Ngak usah kok ma, ini cuma luka biasa nanti juga sembuh sendiri.." Ujar Lea yang merasa tidak enak hati.


"Inih ma," Ucap tuan Bima yang membawa obat P3k.


Mama mengambil obat P3k itu dan mulai mengobati nya. "Kamu akan sembuh jika pakai ini, kalau ngak diatasi nanti infeksi.. " Ucap mama Ratna mengoleskan obat betadin itu dengan kapas secara perlahan.


Lea berusaha menahan perihnya, "Aw, perih ma... pelan - pelan" Ujar lea mengepalkan kedua tangannya berusaha tetap menahan perihnya.


"Kamu tahan ya, "

__ADS_1


"Ma, pa.." teriak Abbey yang menuruni anak tangga dengan ekspresi wajah cemberut nya.


Mama sama papa yang berada diruang tamu termasuk Lea yang sedang diobati menoleh kearah sumber suara.


"Kamu kenapa sih kok mukanya cemberut gitu?" Tanya mama Ratna menatap wajah putrinya itu.


"Oh ya Gibran mana? kok dari tadi pagi ngak mama lihat dia?" tanya mama Ratna.


"astaga kak, kakimu kenapa kok bisa terluka begitu?" Seru Abbey histeris baru menyadari nya dan duduk di samping nya.


"Oh tadi aku ngak lihat mobil jadi ketabrak deh.. tapi nanti juga sembuh.." jawab Lea dengan santainya tanpa ekspresi apa - apa.


"Ketabrak!" Seru Abbey. "Astaga terus - terus gimana orangnya apa dia kabur atau sebaliknya?" tanya Abbey yang kini mulai lebih penasaran.


Memang hatinya mau ditolong dengan pria setampan itu. tetapi pikiran nya menolak keras karena ia tidak ingin terlalu dekat dengan pria siapapun terkecuali keluarga karena ada hal sesuatu yang terjadi beberapa tahun yang lalu.


"oooh..."


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


"Kenapa baru pulang dari mana saja kakak?" tanya Abbey yang mendapati sang kakak sedang membuka kulkas.

__ADS_1


"kakak sedang— "


Tiba - tiba sebelum ia menyelesaikan perkataannya, ia begitu kaget mendapati seorang gadis mendekati mereka dan ia yang meminum air putih botolan membuat nya tersedak.


"kau!" seru mereka berdua serentak. "Kau bukannya yang menabrak aku barusan" Ucap lea dengan menatap ke arah Abbey.


Abbey begitu terkejut dan ternyata seseorang yang ia maksud itu ialah kakaknya sendiri.


"Ternyata kakak yang menabrak kak Lea" seru Abbey dengan tatapan membunuh.


"Kakak? maksud nya dia itu kakakmu?" tanya Lea dengan tatapan wajah tidak percaya.


"Iya dia kakak ku.." tunjuk Abbey ke arah varrel yang masih binggung dengan arah pembicaraan mereka.


"Ada apa sih ini ribut - ribut?" tanya gibran yang Baru saja bangun dari tidur siang nya yang kini sudah menunjukkan pukul 16.40 dengan rambut begitu acak - acakan seperti sarang burung.




__ADS_1



Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️


__ADS_2