
"Ups..." Gibran tak sengaja mengenai wajah sang dokter yang tiba - tiba masuk untuk menemuinya.
"Maaf dok,, saya ngak sengaja." Ucap gibran merasa bersalah. Pak dokter hanya berjalan kearah nya setelah memunggut buah apel yang dilempar oleh gibran tadi itu ke tong sampah yang ada didalam kamar rumah sakit itu. Karena mungkin apel nya sudah kotor.
"Ya, ngak papa.." Jawab pak dokter singkat dibalas dengan senyuman.
Pak dokter mengecek keadaan gibran dengan alatnya yang ada di kalungkan dileher nya itu. lalu memberi secarik kertas kecil.
"Ini nanti kedua orang tua mu. suruh menebus biaya rumah sakit... kamu boleh bisa pulang hari ini.." Ucap pak dokter.
"loh bukannya besok ya...?"
"Seperti nya kamu sudah sangat sehat," Jawab pak dokter dengan tersenyum lalu keluar dari ruangan itu begitu saja.
💗💗💗
tiga hari kemudian...
Abbey yang dapat telpon dari sang papa tuan Zafano akan berangkat menuju ke Jakarta. Ia segera menuju Bandara dengan begitu senang. Ini hari yang ia tunggu - tunggu berkumpul dengan semua keluarga. Ia menuju bandara bersama Alden teman semasa kecilnya, entahlah belakangan ini Alden sering kali mengikuti nya kemana pun ia pergi seperti pengawalnya saja.
"Pa!" Seru Abbey mendapati keberadaan ketiga keluarga itu yang sedang berjalan kearah nya dan diikuti oleh pengawalnya dibelakang nya untuk menjaga - jaga agar tidak ada siapapun yang berani mendekati nya, karena mereka kan keluarga paling dikenal seindonesia.
Abbey memeluk papa mertuanya dan juga mama mertuanya secara bergantian. Tidak lupa dengan suaminya tetapi sedikit rada - rada ragu memeluk suaminya yang ia rindukan itu.
"Dia siapa?" tanya papa tuan Zafano kearah Alden.
__ADS_1
"Saya teman masa kecil nya Abbey om, Tante, panggil aja Al.." sahut Alden dengan cepat dan ramah tidak lupa dengan memberikan senyuman ramahnya.
"Ohhh,,"
"Gib.. kenapa diam aja, katanya kangen istri gimana sih.." Mama Adelia yang berada disampingnya menyenggol bahu putranya yang sedari tadi hanya senyum dan menundukkan kepalanya.
"Iya nih kamu ngak kangen aku.. sombong kamu,," Abbey pura - pura ngambek.
"Kangen ya.. kangen tapi ngak disini juga kali..rame,," Jawab gibran dengan kesal.
"Oh ya ma, pa, katanya kakak nya gibran mau datang kesini juga.. tapi kok aku ngak lihat dari tadi..?" Abbey celingak - celingukan mencari keberadaan saudara suaminya atau kakak iparnya.
"Oh iya,, dimana kakak mu?" tanya mama Adelia baru menyadari anak perempuan nya ngak terlihat sejak tadi.
"Kenapa kamu ngak tahu kakakmu dimana? bukannya kamu dari tadi kakakmu sama kamu,," kesal mama Adelia yang kini mulai gelisah.
"Ma!!" teriak lea dari kejauhan berlarian menenteng tas ransel nya itu yang sangat besar dan berat.
"Ma, pa tunggu!!" teriaknya.
Saat itu juga semua nya menoleh kearahnya dan termasuk juga Abbey. Kini wajah sang mama mulai merasa tenang tidak menampakkan kerutan kebingungan lagi.
"Itu kan kakak,,"
"Whattt? are you seriously?" Jawab Abbey sok bahasa Inggris. Ia begitu kaget dan membelalakan matanya.
__ADS_1
Sesampainya Lea disana pandangan tertuju kearah Abbey.
"Kamu kemana aja sih? dikira mama ngak jantungan, mama kira kamu hilang lagi..." Seru sang mama.
"Abbey,," Seru Lea. Ia memilih sahabat nya itu, koper nya ditaruh kelantai begitu saja.
"Lea..,," Jawab Abbey.
Mereka saling berpelukan seperti orang yang ngak pernah bertemu selama bertahun - tahun.
"Abbey gue kangen sama Lo tahu.." Ucap Lea kegirangan.
Keempat manusia yang dihadapannya itu hanya terdiam tidak mengerti antara Abbey dan Lea.
•
•
•
•
•
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️
__ADS_1