Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 89


__ADS_3

Menjelang sore.


Mereka sudah akan pulang tetapi disaat perjalanan menuju ke villa, karena villa menginap gibran berada tak jauh dari pantai.


Terlintas sebuah mobil mewah dua berjenis mobil Alphard putih satu dan mobil sedan hitam mewah satu. Berhenti tepat didepan mereka berada mencengah mereka untuk pergi.


"Siapa mereka?" Batin Abbey.


Keluarlah beberapa body guard dan kepala salah satu body guard menundukkan kepalanya.


"Maaf nona muda kami diperintahkan membawa anda pulang oleh tuan Bima," Ucap nya akan menarik lengan Abbey.


"Tidak, aku tidak ingin pulang... katakan pada ayah bahwa aku tidak akan pulang sama sekali..." Ujar Abbey dengan penuh penekanan plus mengenggam tangan gibran dengan begitu kuat.


Para body guard tetap memaksa dan menarik Abbey untuk pergi dari sana dan berusaha memisahkan Abbey dengan gibran.


"Lepaskan saya, saya ngak mau!" teriak Abbey menahan genggaman tangan gibran termasuk gibran yang tidak ingin berpisah dengan Abbey untuk hari ini saja.


"Maaf nona kami harus melakukan ini, jika tidak tuan akan marah."


Gibran hanya terdiam tanpa mengatakan apapun dan tanpa sadar tangan mereka terlepas dan Abbey dibawa masuk kedalam mobil.


"Gibran! Tolong aku, gibran!" Teriak Abbey dari balik kaca mobil. Sedangkan gibran hanya menatap kepergian Abbey dari luar mobil dengan kesedihan.

__ADS_1


"Tuan silahkan ikuti saya..." Ucap salah satu body guard membawa mobil sedan itu mempersilahkan gibran masuk kedalam mobil.


"Kalian mau bawa saya kemana?" Tanya gibran. Ia tidak tahu dengan body guard didepannya itu baginya orang asing. "Tuan ikuti saja, ada yang ingin bertemu dengan anda" Ujarnya. Gibran pun mengikuti perintah nya begitu saja.


*Dikediaman kakek nya Abbey.


Disana hanya tuan Bima dirumah itu kakek sedang berada di kantor nya jadi tuan Bima bisa lebih leluasa mengerakkan body guard nya untuk mencari keberadaan Abbey putri nya. sedari tadi kepergian putrinya hilang ia begitu khawatir dan mama Ratna selalu menelpon nya berkali - kali tetapi ia terpaksa tidak menerima panggilan nya.


Ia hanya mondar mandir diruang tamu menunggu kedatangan putri nya yang ia tahu dari bawahan nya bahwa putrinya aman bersama gibran entah yang ia tak tahu bahwa gibran menyusul ke Jakarta tanpa ia ketahui. Tetapi ia menyuruh body guard lainnya untuk membawa mereka pulang kerumah dari pada harus tinggal di luar sana itu tidak aman untuk mereka.


Mobil mewah memasuki pekarangan dan para body guard membawa Abbey kehadapan tuan Bima.


"Permisi tuan, Nona muda sudah ditemukan..." Ucap salah satu pembantu wanita dirumah itu.


"Baik tuan,"


Tuan Bima kini sudah merasa lebih lega bahwa putrinya telah ditemukan kini ia akan menunggu kedatangan gibran, ia kembali keruangan kerja nya.


"Kalian nanti suruh pemuda yang akan datang itu keruangan kerja saya mengerti." Perintah tuan Bima ke salah satu pembantu yang ditugaskan bekerja di dapur.


"Baik tuan," Ucap mereka serempak.


•••••••

__ADS_1


tok... tok...


Suara ketukan pintu berbunyi...


"Masuk," Perintah tuan Bima.


Gibran membuka pintu itu perlahan, "ayah?" ucap nya perlahan. Ia menundukkan kepalanya dengan takut. tatapan tuan Bima begitu tajam.


"Duduklah, kamu mau minum teh atau kopi biar ayah menyuruh pelayan menyiapkan untuk mu?" Tawar ayah Bima.


"Tidak yah, hari ini aku akan pulang ke Bandung lagi..." Jawab gibran menunjukkan kepalanya.


"Kenapa pulang lagi?" Ayah mengerutkan keningnya.






__ADS_1


Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️


__ADS_2