Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Ch 224


__ADS_3

Setelah bibi pembantu rumah tangga membuka pintu siapa yang datang, dengan segera ia menemui nyonya nya untuk memberitahukan bahwa tuan muda siapa lagi kalau bukan Gibran telah kembali.


Tetapi ia binggung anak kecil dalam gendongan tuan muda gibran.


"Siapa yang datang bi...?" tanya mama Adelia sibuk memasak tanpa melihat bibi pembantu rumah tangga.


"Itu nyonya,," Ucapan bibi terhenti, gibran kini berada disampingnya dengan berbisik padanya dan itu membuat nya menutup mulutnya.


"Bi kenapa dihentikan, ayo katakan siapa...?" Tanya mama Adelia lagi.


Tetapi masih tidak ada jawaban dan itu membuat mama Adelia menghentikan aktivitas nya dan membalikkan badannya.


"Bi..."


Ia tersenyum mendapati putranya disana bersama Abbey dan membuat nya heran ada satu anak kecil dalam gendongan mama Adelia.


"Gibran..? kamu sudah pulang... dan ini anak siapa..?" tanya mama adelia penuh pertanyaan sementara Abbey dan gibran hanya saling memandang dan tersenyum.


"Gibey kamu tahu siapa wanita tua itu...?" bisik gibran di telinga gibey dan gibey hanya mengelengkan kepalanya tidak tahu sembari menatap kearah wanita tua yang ia baru juga temui.


"Emang siapa..?" tanya nya pada gibran.


"Panggil dia grandma.." Bisik gibran agar tidak didengar oleh mama Adelia yang sedari tadi menanti Jawa dari putranya.

__ADS_1


"Grandma..?" Tanya balik gibey..


Gibran hanya menganggukkan kepalanya dan menurunkan gibey dari gendongan nya.


Gibey tersenyum sembari menatap kearah mama Adelia, ini pertama kalinya ia bertemu dengan grandmanya.


"Grandma!" Panggil gibey berlari ke pelukan mama Adelia membuat nya terkejut.


Sampai gibey memeluk sebelah kaki mama Adelia yang kini mulai gugup. "Grandma..? apa maksudnya ini gibran Abbey mama ti...dak mengerti, Gran..dma..?" tanya mama Adelia memandang kedua pasangan suami istri itu secara bergantian.


"lihatlah wajah nya ma...? apa mama tidak mengingat seperti apa wajah putra mama waktu kecil...?" Ucap gibran.


"Grandma.. " lirih gibey kembali.


Ah, sekarang mama adelia mengerti. Dia baru ingat kemarin malam Gibran pernah mengatakan bahwa cucunya akan ada besok. Berarti itu sekarang.


"Dia cucuku!" seru mama Adelia, ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya tidak percaya.


"Iya ma, dia cucu mama... sebetulnya aku selamat dari cengkeraman seorang pria yang berusaha membunuh bayiku." Ucap Abbey dengan menundukkan kepalanya merasa bersalah karena menutupi nya dan baru memberitahu kebenaran nya sekarang.


"Ya Tuhan, jadi..." Mama adelia meneteskan air mata nya membasahi kedua pipinya dan ia mengubah posisi mengsejajarkan tubuh nya dengan gibey.


"Cucuku.." lirihnya.

__ADS_1


"iya grandma.." gibey tersenyum menampakkan gigi susunya. Ia mendekatkan tangan mungilnya pada mama Adelia berusaha menghapus air mata mama Adelia.


"Jangan nangis, nanti gibey juga ikutan nangis.." Ucap gibey.


"Ya Tuhan, dia benar cucu ku..." Mama Adelia begitu bahagia sampai - sampai ia memeluk gibey saking bahagianya ia baru tahu bahwa cucunya selama ini ia kira telah meninggal berada dihadapannya.


"Aku benar - benar bahagia bisa melihatmu sayang... coba panggil grandma sekali lagi sayang..."


"Grandma.." Ucap gibey sekali lagi.


Mama adelia sekali lagi ia begitu bahagia, rasanya ia ingin melayang diudara saking bahagianya.


"Cucuku, grandma tidak tahu kamu masih hidup... astaga ini sebuah kebahagiaan yang kudapatkan..." Mama adelia sekali lagi memeluk gibey dan mencium wajah gibey berkali - kali.






__ADS_1


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️


__ADS_2