
Gibran yang terbangun dari tidurnya akibat meminum terlalu banyak di sofa dengan baju yang sudah acak - acakan, ia melihat seorang wanita tertidur disampingnya sama halnya dengan nya pakaian yang acak - acakan.
Gibran melihat seorang wanita disamping nya itu, membulatkan matanya.
"astaga apa yang telah gue lakukan?" batinnya sambil mengingat - ingat kejadian beberapa jam yang lalu.
Tut... Tut... Tut...
Suara ponsel milik gibran berbunyi dibalik saku celana nya dan berdiri dari tempat duduknya.
Disana. tertulis, Bastian
"gib, Lo dimana? keliling gue cariin Lo dari tadi,"
"sekarang gue kesana,"
Saat ia telah mematikan ponselnya, ia menatap wanita itu sebentar dan berlalu pergi keluar dari bar itu.
*Dirumah sakit
Dreet..
Suara pesan masuk dari ponsel Abe...
nomor tidak dikenali.
Tiba - tiba Abe membuka Nomor pesan yang baru masuk itu, Abe membulatkan matanya saat ia dikirimkan foto oleh seseorang entah siapa itu. Ia melihat foto gibran bersama seorang wanita yang tidak dikenalnya sedang beradegan ciuman begitu membuat hatinya hancur berkeping - keping.
"ya, tuhan cobaan apalagi ini engkau berikan dalam rumah tangga ku dengan gibran..." batinnya.
Abe kembali menutup ponselnya dan bangun dari tempat duduknya. Ia menahan air matanya dan menarik nafasnya dalam - dalam.
__ADS_1
Sementara didalam ruangan...
"bagaimana dok dengan keadaan anak saya apakah dia luka dalam?" tanya pak Hendra.
"sebenarnya anak anda mengalami luka pada dadanya menyebabkan nya jantung sebelah kiri nya mengalami kerusakan, kemungkinan yang menyebabkan adanya benturan yang sangat keras mengenai dada nya itu," jelas pak dokter.
pak Hendra yang mendengar nya kaget dan begitu lemas, ia begitu ingin menangis mendengar nya.
"apakah itu semua bisa disembuhkan dok?" tanya pak Hendra semakin khawatir.
"saya akan membantu Anda yang mau mendonorkan jantung sebelah kiri nya,"
"anda tunggu saja selama beberapa hari, kami akan mengabari nya kembali jika ada keluhan lainnya" ucap pak dokter.
brak!
pak Hendra mengebrak meja membuat pak dokter kaget, dan berdiri dari duduknya.
"saya mohon dok, jangan sampai anak saya sampai kenapa - Napa... saya ingin anak saya sembuh, berapa pun saya akan membayar nya" jelas pak Hendra pergi keluar.
Saat pak Hendra keluar Abe berusaha bersembunyi di balik tembok, dan saat pak Hendra sudah keluar dari sana Abe masuk kedalam ruangan.
"permisi, dok" ucap Abe.
"eh, Abe... kamu ngapain disini?" tanya dokter Ridwan.
Dokter Ridwan itu adalah paman nya Abe alias adik dari mama Ratna. Dari kecil Abe sering berkunjung ke rumah sakit ini hanya untuk bertemu dengan pamannya.
"maaf nih dok, tadi Abe tidak sengaja mendengarkan perbincangan dokter sama orang tadi itu..." ucap Abe menundukkan kepalanya.
"terus?" tanya dokter Ridwan.
__ADS_1
"sebenarnya ada Abe mau katakan" ucap Abe takut.
Ia sebenarnya takut untuk membicarakan hal ini kepada pamannya.
"apa?" tanya pak Ridwan.
"se- sebenarnya Abe ingin membantu anak orang tadi itu," ucap Abe dengan polos.
dokter Ridwan membulatkan matanya, ia benar - benar tidak mengerti dengan jalan pikiran Abe.
"maksud nya Abe mau mendonorkan jantung Abe begitu?" tanya dokter Ridwan.
"tepat sekali," saut Abe.
tuan Ridwan bangun dari tempat duduknya, ia memijit pelipisnya.
"Abe, jantung itu kamu kira hanya permainan? Abe jantung itu urusan antara hidup dan mati loh, kamu itu tidak sakit Abe... kamu itu sehat, jika sampai ayah kamu tahu... dia tidak ingin memaafkan paman ataupun kamu dan dirinya sendiri " jelas tuan Ridwan.
"tapi Abe salah paman, Abe Telah melakukan kesalahan... Abe yang telah mencelakai nya, Abe telah membuat nya terbaring lemah tak berdaya dirumah sakit paman," jawab Abe terus terang.
"astaga jadi itu sebabnya kamu ingin mendonorkan jantung Abe? iya itu?" ucap dokter Ridwan.
"iya, paman... Abe juga ingin membenahi kesalahan yang telah Abe perbuat" ucap Abe.
"paman tidak setuju, paman tidak akan mengizinkan mu... paman akan mencari orang lain yang tepat, paman tidak akan mengubah keputusan begitu saja" ucap dokter Ridwan.
"plisss paman Abe mohon..." mohon Abe.
"pokonya paman tidak mau,"
"baiklah kalau paman tidak mau biar Abe cari cara sendiri!" teriaknya berlalu pergi.
__ADS_1
"Abe!" panggil dokter Ridwan.
Jangan lupa like setelah membaca 🙏😘