
Abe begitu bosan didalam terus jadi ia memilih berjalan - jalan diluar disana ada taman dan terlihat ditengah - tengahnya ada pancuran air.
Abe duduk disana dan Ryan tiba - tiba saja menghampiri nya.
"Abe, kamu ngapain disini? ayo masuk diluar dingin loh" ajak Ryan.
"males ah, aku ingin cari udara segar diluar" jawab Abe.
Tetapi Gibran kembali lagi melihat Abe sedang bersama Ryan berduaan, ia diam saja dan hanya memandang mereka. Tetapi tiba - tiba hatinya tidak terlalu suka melihat keduanya bersama.
Gibran langsung saja melangkahkan kakinya menuju Abe dan Ryan berada, tetapi ia berusaha menahannya.
"biarkan mereka berduaan ngapain sih kesana?" batinnya.
"aku tidak mungkin mulai menyukainya aku hanya sekedar menjaga harta martabat keluarga, agar orang - orang nanti nya tidak salah paham..." ucapnya dengan diri nya sendiri.
Gibran menarik lengan Abe mengajak nya pergi. Abe terkejut dan hampir terjatuh, untungnya Ryan memengang tangan Abe yang satunya. Abe terdiam diantara keduanya dan menatap Ryan sebentar mengisyaratkan untuk melepaskan nya. Gibran membawa Abe menjauh dari sana Abe yang ditarik lengannya begitu kuat oleh gibran membuat nya kesakitan berusaha untuk melepaskan tangannya.
"lepaskan tangan aku gib, tanganku sakit!"
Ia membawa Abe ke tempat yang lebih sepi, "aku ngak suka kamu dekat - dekat dengan Ryan," ucap gibran terus terang.
Abe senyum - senyum mendengar perkataan gibran, "seperti nya kamu cemburu aku sama Ryan Deket - deket ya?" tebak Abe sambil mencolek dagu gibran.
"ih, apaan sih... jangan sentuh - sentuh" menepis tangan Abe dan membelakanginya.
"siapa juga yang cemburuan Geer banget," ucap gibran dengan kesal.
"ngaku aja," ucapnya.
"dibilangin ngak, gimana sih... mending kita pulang ayo" menarik lengan Abe.
__ADS_1
Tiba - tiba saat gibran dan Abe akan melangkah pergi, lampu di ruangan itu mati hanya lilin - lilin yang begitu mewah menyala di ruangan itu. Seseorang tiba - tiba melangkah dari arah lantai dua, ia menggunakan dress yang begitu mewah dan sangat elegan sedikit riasan diwajahnya begitu membuat semua orang disana memandangnya tanpa melirik kearah lain. Gibran dan abe yang berada dibawah juga begitu memandangnya. Seseorang itu mendekati gibran dan mencium pipinya. Gibran yang dicium pipinya melepaskan genggaman tangan Abe dan ia begitu kaget. Abe langsung saja ikut kaget dan berlari keluar.
"surprise," ucap Amira.
"Amira kenapa kamu datang kesini?" tanya gibran.
"aku kesini karena, aku tahu kamu ada disini," jawab Amira dan mencium bibir gibran tanpa memedulikan orang - orang disana seakan - akan hanya ada mereka berdua saja.
ibu Merina yang ada dipojok ruangan begitu tersenyum senang rencana nya berhasil dengan mulus. Untungnya ia menghubungi Amira sebelum acara selesai.
Gibran yang baru menyadari Abe tidak ada disampingnya berlari keluar mencarinya.
"Gibran kamu mau kemana?" tanya Amira.
Sampai ia melihat sekeliling nya tidak ada siapapun disana. Ia melihat Abe berjongkok di pinggir - pinggir tembok yang gelap. Disana ia menangis dan gibran mencoba mendekati nya.
"Abe," panggil gibran.
Abe yang mendengar suara Gibran menatapnya dan bangun "ngapain kamu kesini?" Abe menepis tangan gibran dan berlari keluar dari sana.
Dikediaman tuan Bima Satria putra
tuan Bima yang baru sampai dikediaman nya langsung saja memeluk istrinya.
"mas, kok tumben pulang malam," saling berpelukan.
"iya, ma.. soalnya tadi ada meeting dikantor" jawab tuan Bima.
dari kejauhan Momo, berlari kearahnya "ayah!" teriak nya.
"hei, nak ayah benar - benar kangen sama kamu" ucap tuan Bima berjongkok dan memeluk Momo.
__ADS_1
"Momo punya hadiah buat ayah, Tara!" ucapnya dengan memperlihatkan hasil ulangan nya yang mendapatkan Seratus.
"wah, anak ayah memang pintar..." ucap tuan Bima dengan mengacak - acak rambut Momo.
"mama juga ada surprise Lo buat mas" celetuk mama Ratna.
tuan Bima berdiri dan mendekati istrinya, "memangnya surprise apaan sih?" tanya tuan Bima penasaran.
"ada deh," ucap mama Ratna.
"mas sekarang ikut mama, tapi matanya harus ditutup dulu..." ucap mama Ratna.
sampai di depan pintu kamar dekat ruang tamu Disana sudah terbuka. terlihat varrel berdiri didepan nya dan tersenyum.
"sudah apa belum ma?" tanya tuan Bima dengan mata keadaan tertutup.
"sekarang buka matanya tapi dengan perlahan," ucap mama Ratna.
saat tuan Bima membuka matanya, ia begitu terkejut melihat varrel tepat didepan nya.
"SURPRISE," ucap varrel.
"varrel," ucap nya dengan begitu senang.
mereka saling berpelukan... tuan Bima begitu senang sekali akhirnya varrel mau pulang kerumahnya dan mengagapnya sebagai ayahnya lagi.
"varrel kangen sama ayah, maafkan varrel selama ini selalu marah sama ayah..."
"ayah juga minta maaf, seharusnya ayah dulu mengajak kamu tinggal bersama ayah"
"akhirnya kamu mau pulang juga nak, ayah benar - benar kangen banget sama kamu... kamu semakin dewasa semakin tampan saja"
__ADS_1
varrel hanya tersenyum...
Jangan lupa like setelah membaca 🙏❤️