
"Apa?! anak - anak ngak ada dirumah?" Tuan Zafano begitu kaget mendengar dari istri nya bahwa putrinya tidak ada dirumah.
"Baik kalau begitu nanti papa akan suruh anak buah papa untuk mencari mereka," Ucap tuan Zafano tanpa berlama - lama setelah mengakhiri percakapan nya dengan istrinya ditelpon.
Ia kembali menugaskan beberapa pengawalnya untuk mencari keberadaan putri nya termasuk putra dari besannya yang tak lain varrel.
"Cepat kalian cari mereka sampai ketemu, kesemua penjuru Jakarta ini sekalian kalau tidak jangan harap untuk bisa kembali lagi... mengerti" titah tuan Zafano membuat pengawalnya tidak bisa berkutik lagi hanya menelan salivanya dalam- dalam dengan ancaman tuannya.
"Baik tuan,," Jawab mereka serentak.
Sampai malam - malam begini mereka mencari keberadaan putri tuan mereka dan putra dari besan tuannya ke semua penjuru yang ada dijakarta sampai membaginya menjadi dua kelompok karena pengawal tuan Zafano hampir mencapai tiga puluh orang.
"Hiksss.... aku mau pulang... mama, papa tolong Lea... Lea takut disini" Ia hanya menangis dan melihat sekeliling nya hanya lampu redup yang menyala tak ada cahaya sinar yang masuk dari jendela dikarenakan ini sudah malam.
"lea itukah kamu...?" varrel yang sudah siuman beberapa detik yang lalu, baru menyadari suara yang ia dengar itu tidak salah bahwa lea. Karena mereka duduk saling membelakangi dengan tangan mereka diikat bersamaan dikursi yang berdekatan.
"Varrel itu juga kamu..?" tiba - tiba Lea ketakutan nya menjadi hilang dan ia benar - benar lupa bahwa ada seseorang juga ikut diikat dibelakang nya.
"Iya ini aku,,"
__ADS_1
"Varrel tolongin aku, aku mau pulang... hiksss, aku tidak mau disini terus, aku takut" Ucap lea menutup kedua matanya karena Lea sebetulnya takut dengan kegelapan. Memang sejak kecil ia trauma dengan gelap.
"Kamu tenang saja aku akan membebaskanmu dan jangan takut ada aku disini.." Ucap varrel menenangkan Lea berusaha membuka tali yang mengikat kedua tangannya.
...•••••...
"Bagaimana kalian sudah menemukan mereka?" tanya tuan Zafano kepada beberapa pengawalnya yang kembali ke perusahaan nya yang ada di Jakarta.
"Mereka sudah disekap disebuah gudang.. tapi beberapa orang menjaga gudang itu dengan ketat membuat kami tidak bisa masuk kedalam gudang.. itu." Ucap salah satu pengawal dengan menundukkan kepalanya.
"Bagaimana sih kalian kerja nya tidak becus.. cepat kalian antar saya kesana dimana tempat putri saya disekap..." Ucap tuan Zafano yang kini mulai semakin marah akan kebodohan beberapa pengawalnya.
"Baik tuan,," Jawabnya.
Didalam kamar Abbey
"Gib..?"
"gibran kamu sudah tidur...?" panggil Abbey kini mereka sedang membaringkan tubuhnya.
__ADS_1
"Gibran..." teriak Abbey yang tidak mendapatkan jawaban dari suaminya dari tadi ia megoyangkan tubuh suaminya tidak bangun - bangun.
"Gibran... gib? bangun... Gibran" Teriak Abbey sekali lagi dan semakin mengoyangkan tubuh suaminya itu.
Tiba - tiba gibran terbangun dari tidurnya akibat goncangan dari seseorang. "Ada apa... kamu membangunkanku malam - malam begini? ngantuk tahu..." Kesal gibran yang kini mendapati dirinya dibangunkan tengah malam Baru saja tidur nya begitu sangat nyenyak.
"Astaga aku panggil dari tadi tidak menjawab.. hampir saja jantungku copot tahu," Ucap Abbey matanya hampir saja ingin menangis.
"Gib aku pengen dibeliin sate kambing, sama sate ayam... plisss..." Ucapnya dengan malu - malu karena ia tidak berani mengatakan bahwa dirinya mengidam bisa ketahuan bahwa dirinya hamil.
"Apa...?" teriak gibran dan duduk dari tempat tidurnya.
•
•
•>
•
__ADS_1
•
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️🙏😘