Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 99


__ADS_3

Kini mobil mewah memasuki Kediaman tuan Zafano. Itu tuan Zafano dengan istri nya mereka baru pulang dari luar kota. Mereka masuk kedalam rumah tetapi sesaat akan mereka masuk kedalam tatapan mata tajam nyonya Adelia terhenti tepat ke mobil sedan merah yang terparkir digarasi mobil.


"Ada apa ma? kok berhenti..." Tuan Zafano mengikuti kemana arah mata istri nya.


"Seperti nya mama mengenal mobil itu?" mengingat sesuatu.


Mama membola sempurna, "Astaga, pa.. bukannya itu mobil Aliya pa..?"


"Oh iya, papa sampai lupa... itu memang benar mobil lea.." lanjut tuan Zafano.


Mama begitu kegirangan karena lea anak pertama nya itu telah kembali pulang. sampai ia terburu - buru masuk sampai melupakan suaminya itu.


"Ayo pa,, pasti Aliya sudah pulang... Mama ngak Sabar pengen ketemu lea,," Saat ia mendapati putrinya itu.


"lea..." panggil nya.


Lea menoleh ke sumber suara, "Mama, papa!" Ia berlari kecil menuju kearah kedua orang tua nya saling memeluk bergiliran.


"Astaga,, lea kamu itu kenapa baru pulang hah?" Ucap mama dengan kegirangan mengecupi wajah putri nya berkali - kali.


"Hehehe... lea diam dirumah aja terus - terusan mengurung diri.." lea Cegegesan dengan mengaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Kamu ini,, bagaimana kabarmu? bibi mu bagaimana? apakah kamu senang bersama nya? lalu kamu ngak bilang apa - apa kepada bibimu akan pulang kesini?" Itu pertanyaan yang dilontarkan oleh tuan Zafano tanpa jeda.


"Stop pa,, kenapa banyak sekali pertanyaan sihh..? bagaimana cara nya Lea menjawab nya.. satu - satu kek?" Lea memayunkan bibir nya cemberut.

__ADS_1


"iya - iya, jangan cemberut gitu ah... kalau gitu kita duduk aja... ceritakan tentang pengalaman kamu disana.." Ucap tuan Zafano.


...•••••••••••••••••...


"Ekhem sebelum kita membahas soal tentang perjodohan Abbey apakah boleh saya memberitahukan sesuatu sebentar?" Ayah Bima memulai pembicaraan terlebih dahulu.


Mereka kini sudah berkumpul diruang tamu,, Abbey kembali kekamar nya setelah selesai makan malam karena tiba - tiba kepala nya terasa sakit dan perutnya mual - mual.


"tentu,, silahkan.." Balas pak Hendra.


"Ekhem maaf sebesar - besarnya terutama untuk ayah saya sendiri dan para orang tua dari Al.. mungkin ini sesuatu yang bikin kalian syok.."


"Sebenarnya saya ingin membatalkan perjodohan ini..." Sarkasnya.


"Apa? kenapa?" Pak Hendra begitu kaget.


"Maksud anda ditunda terlebih dahulu..?"


"Yapsh, betul sekali.. putri saya ingin sekali meneruskan cita-cita nya.. ia ingin menjadi seorang pelukis yang terkenal." Ucap ayah Bima dengan hati - hati.


"Tidak,, saya tidak setuju..." Sahut kakek tama.


"Saya akan tetap menikahi cucu saya dengan nak Al.. apapun itu.. keputusan saya sudah bulat." Ujar kakek Tama dengan begitu tegas.


terkecuali Al dengan Bu (Alden) hanya terdiam membisu tanpa berkomentar.

__ADS_1


"tapi yahh, meskipun ayah memaksakan nya Abbey tetap menentangnya.." Sarkas ayah Bima.


"Tapi Aku sudah semakin tua,, Abbey harus menggantikan aku sebagai penerus setelah ia menikah... dan masalah sekolah atau cita - cita kita bisa bicarakan secara baik - baik..."


"Ekhem... seperti nya perkataan Bima ada benarnya... mungkin kita terlalu muda menjodohkan mereka..." Komentar pak Hendra.


"Iya Al juga setuju..." Sahut Alden tiba - tiba.


"Tuh.. mereka aja setuju.. bagaimana jika semua sekolah tahu dan kepala sekolah,, takutnya Abbey akan menjadi sasaran nya nanti..."


"Pokoknya keputusan ayah sudah bulat... masalah sekolah atau kepala sekolah biarkan ayah menanggung.. apakah kamu lupa siapa ayah?"


"Ayah bisa aja membeli sekolah itu..." Ujarnya.


"hm.. orang kaya mah bebas..." batin Alden.


"pokoknya keputusan ayah sudah bulat,, mengerti!" tegasnya sekali lagi.





__ADS_1



Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️


__ADS_2