
"Apa?" Gibran lebih mendekatkan telinganya pada Abbey.
"Kapan kamu akan pulang ke Jakarta..?" Tanya Abbey dengan raut wajah begitu malu - malu.
"Bagaimana mungkin aku akan meninggalkan mu sedang sakit begini apa lagi yang ku tahu kamu sedang mengandung anak kita." bisik gibran kepada Abbey, ia tidak ingin jika mama Adelia akan mendengar karena sedari tadi mamanya itu hanya menangis dan terdiam tidak ingin berbicara sepatah katapun.
"Lalu kamu meninggalkan ujian mu begitu? padahal itu ujian kelulusan loh.." Ucap Abbey mengingatkan pada gibran bahwa emang benar ini adalah ujian terakhir nya dan hanya diadakan cuma selama seminggu.
"Aku tetap menolak tidak akan pergi, meskipun aku ngak lulus dan tidak mendapatkan ijazah SMA tapi kamu harus ingat siapa aku..?" Ucap gibran mengingat bahwa dirinya seorang anak dari tuan Zafano siapa lagi pemilik perusahaan terbesar dan ternama di kenal banyak orang setelah tuan Bima ayah dari Abbey termasuk ayah mertua dari gibran sendiri.
"Iya dah, terserah kamu deh.. hmm... Gibran aku mau kasih tahu sesuatu padamu"
"sebenarnya--- sebenarnya aku sudah lama tahu tentang kehamilan ku ini.." Ucap Abbey membuat gibran hanya duduk terpaku tidak menjawab perkataan nya.
"ohh begitu.." Jawab gibran singkat.
"ishhhh gib kenapa kamu ngak marah?"
__ADS_1
"Untuk apa?"
"Kan aku ngak bilang apa - apa tentang kehamilan anak kita.. gimana sih" kesal Abbey.
"Pikiran ku ngak kesitu sekarang,, tetapi aku memaafkan mu kali ini tapi lain kali jangan begitu lagi untuk menutupi nya dari ku, apa kamu tahu saat aku tahu kamu sakit perut aku begitu khawatir,," Ucap gibran panjang lebar sambil mencubit pipi istri nya itu dengan gemas.
Tetapi dibalik itu pikiran nya sedang melayang - layang banyak sekali pertanyaan dalam benaknya tentang sang kakak nya.
"Siapa sebenarnya yang menghamili kak Lea?" Gumam gibran dalam hati sembari menatap kearah kakak nya yang terbaring lemah tidak berdaya masih tidak sadarkan diri dan mama Adelia yang kini tertidur disamping putrinya menggenggam erat tangan nya menunggu sang putri nya terbangun.
"Kak Lea kapan bangun nya ya? apa dia tidak lelah tidur seharian terus?" Tiba - tiba pertanyaan begitu lolos dari bibir Abbey yang menyadari bahwa gibran menatap kearah kakak ipar nya dengan tatapan begitu sedih.
"Aku harus mencari tahu siapa sebenarnya yang telah menghamili kakak..? aku harus memberi pelajaran pada pria itu..? enak banget nasibnya sudah menghamili kakak ku tetapi ngak ada bertanggung jawab nya sama sekali" Gumam gibran dalam hati dengan amarah nya yang sejak tadi ia tahan.
...•••••...
Sedangkan kedua teman dari Abbey yang tak lain Miranda dan Dika yang sejak tadi berada di kantin rumah sakit tidak sengaja bertemu dengan mana Ratna dan mereka duduk bersama disana mengobrol sebentar menghilangkan rasa pusing nya tentang putri besannya lea yang sedang mengandung. Itu membuat nya tak kalah pusing.
__ADS_1
"Tante sekarang Abbey sudah beneran tidak apa - apa? tadi kita beneran kaget saat Abbey dibawa kerumah sakit karena sakit perut.." Ucap Dika.
"Tumben nanyain keadaan Abbey biasanya cuek bebek.." ejek Miranda yang mendapatkan tatapan tajam dari Dika.
"Abbey sekarang baik saja, kenapa kalian tidak menemui Abbey sekalian..dia sudah dipindahkan ke ruangan inap.." Ucap mama Ratna.
"Takut Tante.." jawab Miranda.
•
•>
•>
•
•
__ADS_1
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️🙏😘