
*Kediaman tuan Bima
Sebuah mobil mewah berhenti tepat digarasi rumah mewah kediaman tuan Bima. Mereka disambut dengan sangat hangat oleh kedua paruh baya itu.
Malam harinya mereka makan malam bersama ada Varel juga ikut makan malam bersama. Mereka bercanda tertawa bersama rasanya ini pertama kalinya merasakan kehangatan keluarga yang begitu membahagiakan. Setelah selesai mereka sarapan Abbey terlebih dahulu masuk kedalam kamar nya.
"Gibran tunggu sebentar ada yang ayah ingin bicarakan dengan mu sebentar..."
"Ada apa yah?"
"Ikut ayah sebentar..." Tuan Bima berjalan terlebih dahulu menuju ke sebuah ruangan dan diikuti oleh gibran.
"Abbey aku sama ayah sebentar..." pamitnya.
Dilanjutkan anggukan dari Abbey.
Abbey kembali kedalam kamar ia merebahkan tubuhnya diranjang tempat tidur nya.
"Hah, aku merindukan kamar ini... sudah sekian lama aku meninggalkan mu..." Ucap Abbey.
Prakk!
Tiba - tiba suara benda yang terjatuh dari kamarnya dan itu sebuah album foto. Abbey mengambil nya dan melihat lukisan foto itu.
"Ini kan, foto masa kecilku..."
Flashback...
dibandara.
Saat itu usia Abbey menginjak 7 tahun sedangkan Al 9 tahun, mereka sepasang sahabat yang mencintai. Tetapi karena sebuah kecelakaan menyebabkan ayahnya harus dirawat dirumah sakit diluar negeri sampai 9 bulan koma ayahnya belum juga kunjung sembuh. Sampai Al pindah keluar negeri untuk menemani sang ayah Disana sedang sakit begitu parah.
__ADS_1
"Al jangan pergi! Jangan tinggalkan Abbey!" Menarik lengan Al teman masa kecilnya.
"Aku harus pergi Abbey, Ayah ku sedang membutuhkan ku disampingnya..."
"Aku janji nanti jika aku sudah dewasa aku akan menemuimu lagi..."
"Ngak Al, kita ngak bisa berpisah... aku menyukaimu..."
Al pun tersenyum, "Jika kamu mencintai ku tunggulah aku disini, ditanah kelahiran kita... aku janji akan mencari mu jika hari nya tiba dan menikahimu..." Memeluk Abbey dengan begitu erat.
"Kamu janji...?"
"Hem, aku janji" Mereka berdua bersama - sama menautkan kedua kelingking mereka.
"Nak, ayo kita pergi... ini sudah waktunya keberangkatan pesawat kita..." Mereka pun pergi Al hanya memandang Abbey dengan melambaikan tangannya.
"Al jangan pernah lupakan aku! kamu harus menepati janjimu!" Teriaknya.
Abbey menatap foto itu dengan tersenyum kecil mengingat masa perpisahan mereka, sungguh menyedihkan.
"Al? Bagaimana dengan nya sekarang apa dia masih ingat dengan janji itu ya?"
"janji apa?" abbey yang tidak mengetahui sedari tadi gibran mendengarkan nya dari balik pintu.
Abbey terkejut dengan keberadaan gibran, Ia menaruh foto album itu dimeja lagi.
"Sejak kapan kamu ada disini?" Abbey mengalihkan pembicaraan nya.
"Ini foto siapa?" Gibran mengambil foto dua anak kecil yang masih imut - imutnya.
"Itu teman masa kecilku, tadi tidak sengaja terjatuh..."
__ADS_1
"Oh ya, kamu berbicara apa sama ayah tadi?" Abbey merangkak keatas tempat tidur dan duduk bersila disana.
"Ngak ada cuma hal biasa," Ucapnya berbohong dengan raut wajah sedih.
"Abbey aku boleh tau ngak?"
"Apa?" Mengerutkan dahinya.
"Ehm, apa kamu punya masa depan yang ingin kamu wujudkan?" Tanya gibran dengan ragu - ragu.
"Ehm ada sih, tapi sepertinya ngak bisa aku mewujudkan nya..."
"Memangnya apa itu?"
"Aku ingin ketemu teman masa kecil ku tapi aku ngak tahu dia ada dimana sekarang," Ucap Abbey dengan begitu sedih.
"Teman masa kecil? Aku seperti nya bisa mewujudkan nya..."
Abbey tertawa mengira gibran hanya sekedar bercanda "Memangnya kamu tahu teman kecil aku difoto itu?"
"Ngak, tapi aku akan berusaha mencari tahu tentang nya dengan bantuan bodyguard ayahku..."
•
•
•
•
•
__ADS_1
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️