
Amira yang begitu tidak terima dengan permintaan gibran berpura - pura mengiyakannya.
"Baiklah, kalau begitu aku akan melakukan apa yang kamu tapi aku juga punya satu permintaan untukmu" Ucap Amira yang tak kalah dari gibran.
Gibran mengerutkan dahinya dan seketika tatapan nya kini ke arah Amira.
"Apa itu?" Tanya gibran.
"Aku mau kamu untuk satu kali saja, kamu mau makan malam bersama ku besok malam, bagaimana?" Ucap Amira.
Gibran tak membalas permintaan dari Amira hanya terdiam.
"Kumohon sekali ini saja,"
"Baiklah,"
•••••
Kring! kring!
Jam pelajaran telah usai kini waktunya semua para murid - murid seperti biasanya berhamburan keluar untuk pulang kerumah mereka masing-masing.
*Dikediaman tuan Zafano
__ADS_1
Dimalam harinya.
Abbey dan gibran duduk berdua dan para pembantu rumah tangga dirumah itu menyajikan minuman untuk mereka berdua.
"Ini saya bawakan minuman khusus untuk kesehatan, nenek ayse memesan langsung untuk kalian berdua silahkan diminum..." Ucap salah satu pembantu disnaa.
Gibran tidak berkata apapun dia juga tahu minuman apa yang telah dipesan oleh nenek kesayangan nya itu. Seorang gibran tidak bisa dibodohi ia tahu bahwa minuman itu sudah diberikan obat entah obat apa yang pasti agar mereka bisa memiliki anak.
Sedangkan Abbey sama sekali tidak curiga, tapi gibran sangat curiga. Abbey dengan ragu - ragu mengambil minuman itu dan mencium baunya.
"Aku ngak mau minum - minuman itu," Ucap gibran membuat para pelayan kaget mendengar nya.
Gibran memutuskan tidak meminum itu dan kembali ke kamar nya meski para pelayan memaksanya dan ingin memberikan tahukan kepada nenek ayse bahwa gibran tidak ingin meminumnya tetapi gibran tetap menolak.
Para pelayan bisik - bisik karena gibran tidak mau meminumnya, apa yang harus mereka lakukan.
Sementara itu Abbey yang merasa kalau minuman itu sangat enak, meminum minuman yang disediakan itu sampai benar - benar habis dan para pelayan menyadari itu pun terkejut. Mereka khawatir takut terjadi apa - apa pada Abbey siapa tahu itu minuman ada efek samping nya. Tetapi Abbey sendiri tidak tahu itu minuman apa malah diminum terus - terusan, Abbey bahkan nambah lagi dan lagi.
Salah satu pelayan melapor pada nenek Ayse dan nyonya Adelia membuat sang mama terkejut, yang seharusnya yang banyak minum itu harus gibran.
"Tenanglah dia tidak akan kenapa - kenapa, tapi kalian awasi terus mereka... nanti jika Abbey masuk kedalam kamar segera kunci pintunya rapat - rapat" Perintah nenek ayse.
"Tapi apakah minuman itu sangat kuat Bu? Takutnya Abbey nanti kenapa - Napa" Ucap nyonya Adelia khawatir.
__ADS_1
"dia tidak akan kenapa - kenapa, kamu tenang saja"
•••
Gibran dikamarnya merebahkan tubuhnya saat Abbey mengetuk pintu dan masuk kedalam. Para pelayan sudah menunggu saat itu dan saat Abbey masuk kedalam kamar dengan cepat mereka mengunci pintu itu rapat - rapat.
"Gib kenapa badan aku panas banget? Aduh gib kamu ngak hidupin ACC ya?" Tanya Abbey yang mulai kepanasan. Seperti nya minuman itu bereaksi.
"Cepat gib kamarnya sangat panas,," Ucap Abbey dengn tubuh yang sudah tidak menahan rasa panas itu.
"ACC nya sudah menyala kok, aku malah kedinginan" Ucap gibran dengan polos nya.
•
•
•
•
•
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak 🤍💜
__ADS_1