Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 132


__ADS_3

"Baiklah jika tuan memaksa," Ucap lea.


"Yess, kalau begitu ikuti aku." Ucap yoga menarik lengan lea membawanya dengan begitu senang.


Setelah bermenit - menit mereka kini sudah berada didalam mobil milik yoga. Tanpa ia sadari seseorang mengikuti mereka dari belakang, ia hanya menggunakan masker hitam dan hodie cokelat plus topi hitam melekat dikepalanya.


Ia masuk kedalam mobilnya, " aduh kenapa sih gue harus gikutin dia segala? tapi ah-- sudahlah pikiran gue rasanya ngak enak." Gumamnya dalam hati.


••


"Aduh kenapa aku ngantuk banget," gumam Lea mengetuk - getuk kepalanya yang terasa begitu sangat pusing.


yoga menatap lea dengan pandangan intens sebentar dan kini kembali menatap kearah jalanan sibuk menyetir mobil nya.


"Ini kesempatan emas bagiku untuk menjalankan rencana ku .." Gumamnya dalam hati.


"Ayolah Lea kamu harus secepatnya tidur, tidurlah gadis manis" Gumam yoga dalam hati, ia begitu sangat senang tidak sia - sia dirinya malam ini mengundang Lea untuk bertemu dengan nya di bar.


Sebenarnya tadi saat Lea sedang ketoilet ia diam - diam menaruh sebuah bubuk tidur untuk gadis yang akan ia tiduri. Ia merencanakan ini dari awal.


Dan benar saja lea tertidur, rasanya matanya begitu tidak tahan menatap cahaya - cahaya malam di jalan raya yang kini mereka lewati. Ia begitu sangat mengantuk.


"Bagus, saatnya beraksi." gumam yoga tertawa senang. "dia benar - benar sangat begitu polos, aku jadi kasihan kepada nya." Ucapnya tanpa berlama - lama ia membawa Lea ke suatu tempat.

__ADS_1


Sedangkan dirumah kakek Tama, semuanya sudah selesai makan malam beberapa jam yang lalu.


"Ma, ehm kenapa Miranda sama Dika ngak pulang?" tanya Abbey begitu ragu kepada mama Ratna yang sedari tadi duduk disofa menonton televisi India kesukaan nya.


"Oh ya mama lupa bilangnya, mereka akan tinggal selama beberapa bulan disini karena kedua orang tuanya ada pekerjaan penting di Singapura." Ucap mama Ratna.


"oh begitu." jawab Abbey.


"Abbey kamu tidurlah ini sudah malam," Ucap mama Adelia mengelus pipi kiri putrinya yang duduk disampingnya.


"Mama ngak tidur?"


"ngak, mama sedang menunggu kak Lea pulang," Ucap mama Adelia kembali menatap kearah jam di dinding.


"Gibran kamu bawa istri mu tidur, ini sudah malam nak." Ucap tuan Bima yang kini mulai ikut menyahuti, ia sibuk membaca beberapa artikel diponsel nya.


"Iya pa, ayo Abbey" Ucap gibran menuntun istri nya untuk masuk kedalam kamar.


"Rat tolong telponin varrel suruh dia mencari Lea untuk membawanya pulang," ucap mama Adelia yang begitu semakin gelisah membuat sang suami yang berada disampingnya bisa menenangkan nya.


Setelah menelpon varrel dan begitu saja terdengar suara seseorang dibalik ponsel.


"halo ma,"

__ADS_1


"kamu ada dimana sekarang?"


"ini ada dimobil mau perjalanan pulang kok ma, memang nya ada apa ma?" Ucap varrel berbohong kepada mamanya.


"Tolong kamu cari lea sebentar jika kamu tidak keberatan, dan katakan padanya Tante Ratna sedari tadi mencari nya," Ucap mama Ratna.


"baiklah ma."


Setelah sampai yoga disebuah vila, ia kini memapah lea Keluar dari mobil dan masuk kedalam vila salah satu kamar yang ia akan sewa.


Yoga yang merasa semuanya sudah beres dan saat akan membuka pintu salah satu kamar yang ia pesan tiba - tiba dari arah belakang.


Duar!!






__ADS_1


Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️🙏😘


__ADS_2