Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 125


__ADS_3

Tiga hari kemudian Abbey sudah mulai baikan dan ini sudah menunjukkan pukul 12.30 waktu menunjukkan pulang sekolah. Sesaat dirinya berada di gerbang sekolah, ia tidak melihat seperti biasanya mobil gibran akan terparkir disisi jalan setiap saat menunggu nya sebelum ia keluar sekolah.


"Mengapa ia tidak menjemputku? apa dia lupa?" Gumam Abbey dalam hatinya dengan wajah masamnya itu.


Tetapi entah tiba - tiba suara deringan ponsel berbunyi dari balik saku baju seragam nya. Ia pun mengangkat nya dan saat ia tahu bahwa sang suami yang menelpon hatinya menjadi senang.


"Kamu kemana aja sih? ini sudah jam berapa?" Kesal Abbey dari balik ponselnya terdengar kepada temannya kini Lisa yang baru muncul itu.


"Maaf aku lupa, tunggu sebentar aku akan kesana tunggu ya. jangan kemana - mana" Ucap gibran yang kini sudah berada didalam mobil nya.


"Iya aku tunggu cepetan ngak pakai lama. lima belas menit." Ucap Abbey mematikan ponselnya begitu saja.


Sedangkan gibran yang hanya didalam mobil hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Abbey yang selalu mematikan ponselnya begitu saja.


"Siapa?" Tanya Lisa yang kini berdiri di samping Abbey.


"su– itu maksudnya supir, suruh cepetan jemput. hehehe..." Ucap Abbey dengan gugup.

__ADS_1


"Ohhhh. aku kira siapa." ucap Lisa tertawa kecil menampakkan gigi ratanya yang putih.


Sudah sekian lama mereka berdiri saling berdiam diri di dekat bangunan tempat orang - orang biasa nya menunggu jemputan atau biss karena sudah bermenit - menit belum juga ada diantara mereka yang sudah datang jemputan nya. tetapi tiba - tiba, "Aku duluan Abbey," Ucap Lisa dengan melambaikan tangan nya yang kini sudah masuk kedalam mobil merah. sedangkan Abbey hanya melambaikan tangan nya.


Ia menghembuskan nafas nya dengan begitu berat, "iiih Gibran kemana sihhh kenapa tuh anak lama amat udah tahu panas. ahhh kepala pusing lagi." Ucapnya berbicara dengan sendirinya menatap kearah langit mendapati matahari begitu terik sangat menyengat baginya hari ini.


Tiba - Tiba saja tubuhnya melemas, ia benar - benar ingin pingsan dan tiba brugh.


"Nona anda tidak kenapa - Napa?" Ucap seorang pria yang memegang bahu Abbey yang hampir akan terjatuh.


"Ahh, tidak.. makasih banyak tuan." Ucap Abbey kini pikiran nya benar - benar entah kemana seakan melayang, kepalanya begitu pusing dan rasanya perutnya bergejolak ingin sekali memuntahkan isi semua dalam perutnya.


"Tidak, sebentar lagi suami—"


brukgh


suara Abbey terputus ia pingsan begitu saja dipelukan pria itu. pria yang tak dikenalnya itu.

__ADS_1


"Nona, nona" panggil pria itu yang menepuk pipi Abbey berkali - kali berusaha membangunkannya tetapi gadis itu tidak sama sekali membuka matanya dengan cepat ia menghentikan taksi dan mengendong gadis itu masuk kedalam mobil dan membawanya menuju rumah sakit.


Sedangkan gibran yang baru saja sampai tepat bertepatan dengan kepergian taksi yang membawa Abbey pergi. Kini ia berlari kearah seberang jalan tidak mendapati siswa lagi yang seperti biasanya menunggu ditempat biasanya Abbey juga menunggu nya.


"Pak satpam saya ingin bertanya apa bapak lihat gadis yang sering menunggu disana," Tanya gibran kepada pak satpam yang berjaga - jaga di depan pintu gerbang sekolah.


"Maaf nak, semua murid disini sudah pulang." Ucap pak satpam yang akan menutup pintu gerbang sekolah.


Gibran menggaruk kepalanya, "Ah sial, gue telat lagi. apa dia sudah pulang?"





__ADS_1



Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️


__ADS_2