
"Ah, cemburu?!"
"Aku ngak cemburu tuh, masa bodoh kamu mau dekat sama mantan kekasih mu itu ataupun kamu selingkuh sekalipun,"
Abbey begitu kesal dengan gibran. Ia cemburu dengan gibran dekat sama Amira, tetapi ia tetap gengsi untuk mengatakan sejujurnya.
"Abbey kamu mau kemana aku belum selesai bicara!" teriak gibran melihat kepergian Abbey.
Abbey berlari ke sebuah ruangan dengan begitu sedih dan mata berkaca-kaca. Tanpa disengaja Amira tidak sengaja menabrak nya.
"Hai Abbey," Sapa Amira.
Tetapi Abbey malah menunjukkan kepalanya malas untuk berbicara dengan nya dan ingin pergi dari hadapan Amira, tetapi ia dicegah oleh Amira. Abbey tidak punya pilihan selain menghadapi Amira.
"Aku cuma mau bilang minta maaf atas apa yang terjadi tadi,"
"Itu bukan salahmu."
Abbey mencoba terlihat biasa dan hanya memendam rasa sakitnya.
"Tapi rasanya aku benar - benar bersalah padamu bagaimana kalau sebagai permintaan maaf mu, aku akan mengundang mu ke acara ulang tahun ku besok."
__ADS_1
Amira memberikan nya sebuah kartu kecil berisikan undangan ulang tahunnya karena ia berencana akan merayakan ulang tahun nya dengan mengundang semua teman - teman disekolah nya, sebenarnya ia juga bisa merayakan ulang tahun nya mendapatkan bantuan biaya dari seseorang entah yang ia tidak tahu siapa.
Abbey pun mengambil surat undangan itu, "Baiklah besok aku akan datang."
Abbey pun berjalan pergi meninggalkan Amira sendirian disnaa, dengan melipatkan kedua tangannya diatas perut nya.
Ia begitu tersenyum, "Abbey, senang banget ya minta maaf sama kamu... aku kira minta maaf sama kamu tidak akan mudah"
"Siapa juga yang mau meminta maaf sama kamu, Nanti disaat hari ulang tahunku aku yang akan membuat mu malu disana" Gumam Amira.
Disisi lain Gibran mencari Abbey kemana - mana tak ditemukan nya dan mencoba menghubungi tapi telpon Abbey tidak aktif. Ia pun menyuruh para suruhan ayahnya untuk mencoba mencari Abbey, tapi mereka juga tidak menemukan nya.
"Dimana dia?"
Sementara itu Abbey yang kini masih berada dalam mobil, ia melihat sekeliling jalan dari jendela mobilnya pikiran nya begitu melayang - layang tak karuan.
"Ada apa dengan Amira mengapa ia bersikap baik padaku hari ini? kenapa dia mau meminta maaf padaku hari ini? apa mungkin dia merencanakan sesuatu?" Pikiran Abbey begitu membuat nya pusing sampai ia teringat kejadian beberapa bulan yang lalu. Dimana kejadian kecelakaan saat itu, ia begitu ingin menuju kerumah sakit menjenguk seseorang itu apa dia masih dirumah sakit?
"Pak, kita ke rumah sakit aja."
"Baik nona,"
__ADS_1
Setelah sampai dirumah sakit Abbey mencoba mencari nama seseorang yang ia cari itu dan seingat namanya Arlan.
"Permisi mbak saya mau tanya apakah masih ada pasien bernama Arlan seingat saya sebulan yang lalu dia dirawat dirumah sakit ini,"
"Tunggu sebentar saya coba cek."
Setelah bermenit-menit mengecek daftar namanya akhirnya ditemukan.
"Maaf mbak pasien atas nama Tuan Arlan sudah dibawa pulang oleh kedua orang tuanya beberapa Minggu yang lalu."
"Oh begitu ya, baiklah kalau begitu terima kasih mbak, saya permisi dulu."
"Sama - sama."
•
•
•
•
__ADS_1
•
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️