Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Ch 225


__ADS_3

Tuan Zafano telah kembali ke mansion dengan hati berbunga - bunga mendengar kabar dari istri nya mama adelia.


"Ma katanya cucuku ada disini? dimana dia sekarang?" tanya tuan Zafano tidak sabaran.


"Itu yang lagi main - main sama papanya siapa..?" mama adelia menunjuk kearah karpet yang ada disamping sofa.


Mata tuan Zafano berbinar - binar mengetahui keberadaan cucu nya.


Tuan Zafano pun menghampiri nya dan duduk dikarpet itu. Gibran membalikkan badan putranya menghadap tuan Zafano.


"Siapa itu hayo..?"


"Ah gibey tahu grandpa?" Dengan cepat gibey memeluk tuan Zafano dan membuat tuan Zafano membalas nya.


"Oh cucuku,, sudah gede ya ternyata." Ucap tuan Zafano ia mencubit pipi chubby gibey.


"Hehehe, ya dong biar gibey cepat punya pacar.." Ucap gibey dengan Cegegesan.


Semuanya terkaget - kaget dengan jawaban gibey membuat Abbey membulatkan kedua matanya.


"Hey sayang, siapa yang mengajarkan mu...?" tanya Abbey yang kini mulai melototi putranya.


"Tante Isa." jawab nya polos.

__ADS_1


"Anak itu benar - benar yah,," Abbey mengelengkan kepalanya.


"Sudah namanya aja anak kecil.." Ucap tuan Zafano.


Tuan Zafano pun mendekati telinga gibey membisikkan sesuatu kepada nya.


"Beneran grandpa..?" Ucap gibey senang setelah tuan Zafano membisikkan sesuatu kepada nya.


"Ehm...gimana?"


Gibey pun menatap kearah kedua orang tua nya secara bergantian yang kini menatap kearah mereka juga heran. Apa yang tuan Zafano bisikkan pada putra mereka.


"Baiklah gibey mau..."


"Eh papa mau ngajak gibey kemana?" tanya gibran.


"Keluar,," Ucap tuan Zafano berlalu begitu saja membuat mama Adelia, gibran dan Abbey hanya terdiam.


"Ah sudahlah, gibran mending kamu kesini mama mau bicara sesuatu padamu." Gibran pun mengikuti perintah mamanya dan duduk disamping mamanya dengan posisi kaki bersila.


"Ada apa ma?"


"Abbey juga sini.." abbey pun ikut duduk disamping mama Adelia yang kini berada ditengah antara Abbey dan gibran.

__ADS_1


Mama Adelia pun merentangkan kedua tangannya. "Cepat pijitin mama, tangan mama pegel banget nih." Ucap mama adelia menjawab tanpa dosa.


"Astaga ma, ternyata cuma pijitin segala. Kan masih ada pembantu, mereka aja suruh. Masa gibran sama Abbey." seru gibran tetapi ia tetap saja mulai memijit tangan mama Adelia.


"Mereka tuh sudah tua, kamu ini masih muda, tenaganya juga kuat.. cepat pijitin,, yang keras jangan lembek." Tegur mama adelia.


"tuh lihat istri kamu penurut, ngak kayak kamu malas mijitin tangan orang tua. ntar durhaka loh..." Cerocos mama Adelia.


"Iya - iya, mama bawel banget.."


Iya, memang dirumah mama Adelia tidak ada pembantu remaja atau pun masih muda hanya sekitar usia 70 an saja sampai 80 an.


Beberapa menit kemudian..


Mama sudah benar - benar memejamkan kedua matanya karena saking enaknya dipijitin membuat gibran tertawa jahil.


"Usttt...!" Gibran memanggil istrinya yang sedari tadi lesu. Mungkin karena capek pijitin.


abbey menaikkan dagunya binggung dengan kelakuan suaminya.


Gibran menunjuk kearah kamar nya dan Abbey paham apa maksud nya dan ia memilih mengelengkan kepalanya.


"Ekhem, gibran jangan bisik - bisik kayak gitu.. kalau capek bilang." Ucap mama Adelia yang sedari tadi melihat gerak - gerik putranya dan menantunya. Karena suara berisik gibran mampu membuyarkan konsentrasi nya.

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️


__ADS_2