Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 74


__ADS_3

Ditaman. Mereka kini sedang berada ditaman rumah sakit...


Diantara mereka berdua tidak ada percakapan antara lain. Abbey memulai memecah keheningan itu.


"Khem, Gib... Hmm? Ada sesuatu yang ingin aku katakan?" Ucap Abbey Dengan gugup plus sedih.


"Apa?"


Tanpa Abbey sadari ia menghembuskan nafas nya dengan begitu berat dan menatap gibran dengan intens.


"Aku akan pergi ke Jakarta malam ini..." Abbey menjawab dengan begitu sendu.


Gibran mendengar bahwa Abbey akan pergi ke Jakarta membuat nya menjadi sedih. Ini hari yang begitu ia takut - takuti akan kehilangan nya.


Tetapi meski ia sudah tahu ia tetap berusaha tegar dan kuat didepan abbey agar ia tidak merasa sedih untuk pergi jauh dari nya.


Gibran berdiri dari kursi taman itu dan membelakangi Abbey yang masih terduduk itu.


"Oh, semoga kamu baik - baik saja Disana..." jawab gibran dengan bibir bergetar dan berusaha menahan air matanya.


"Oh?" pikir Abbey.

__ADS_1


"Apa kamu senang aku pergi?" tanya Abbey tanpa ragu - ragu untuk memastikan bahwa gibran ada perasaan terhadap nya. Tetapi itu tidak mungkin deh, karena gibran saja ia rasa tidak ada larangan untuk nya pergi.


"Baiklah, makasih... kalau gitu aku pergi, jaga dirimu baik - baik..." Ucap Abbey dengan bibir bergetar sama halnya dengan gibran ia berlalu pergi meninggalkan gibran.


Setelah kepergian Abbey gibran meneteskan air matanya dan menatap punggung Abbey yang kini hampir mulai menghilang.


Gibran menghela nafas nya dengan kasar dan menghapus air matanya.


"Maafkan aku Abbey, aku ingin kamu bisa sembuh... semoga kamu cepat sembuh agar kita bisa bersama lagi. aku menunggumu." Batin gibran.


Didalam perjalanan menuju pulang abbey yang berada dimobil ia meneteskan air matanya dengan memandang pepohonan - pepohonan yang berada di jalanan yang begitu terlihat dari jendela mobilnya.


Tanpa berwaktu - waktu mereka sudah sampai disekolah Abbey turun dari mobil.


"Makasih pak," Ucap Abbey dengan memaksanya untuk tersenyum.


Setelah kepergian mobil itu Abbey masuk kedalam sekolah ia mendapati ketiga sahabatnya berjalan melewati lorong - lorong menuju tangga.


"Abbey," Mereka melambaikan tangan nya kepada Abbey dan mereka ikut bergabung bersama Abbey.


"Kenapa wajah nya terlihat lesu?" tanya Alya melihat wajah Abbey yang tidak seperti biasanya seceria kemarin.

__ADS_1


"Bener tuh, Abbey apakah kamu ada masalah?" Ucap Indri.


"Abbey kita itu sahabat mu juga, ceritakan saja kekita siapa tahu kita bertiga bisa membantumu?" Sahut citra.


"Tidak apa - apa... hari ini aku cuma capek aja banyak pekerjaan rumah karena aku kan sudah menikah..." Abbey terpaksa tersenyum.


"Oh ya ada yang ingin aku katakan pada kalian... lebih baik kita keperpus aja yuk, disana lebih sepi." Ajak Abbey menarik ketiga sahabatnya menuju ke perpus.


Setelah sesampainya di perpus mereka mencari bangku kosong untuk diduduki. Karena perpus masih terlihat sepi karena masih pagi jadi mereka leluasa untuk duduk disana. Akhirnya mereka memutuskan untuk duduk dibangku melingkar dekat dengan jendela yang masih tertutup dengan tirai.







Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️

__ADS_1


__ADS_2