
*Diruang tamu.
"Astaga Dika, Miranda inikah kalian?" Mama Ratna yang tiba - tiba muncul dari ruang tamu, ia benar - benar terkejut akan kehadiran dua sosok satu perempuan dan satunya lagi laki - laki. Setelah sekian lama, mereka menghilang kini mereka menampakkan diri nya.
"Tante, bagaimana kabar nya?" Tanya Miranda mereka saling berpelukan.
"kabar Tante baik, oh ya kalian kesini sama siapa? kenapa baru muncul, kalian sudah lama ngak kelihatan." Ucap mama Ratna kembali duduk disofa yang ada diruang tamu itu.
"hehe kami tinggal di Jepang selama beberapa tahun. jadi karena kami sudah lulus SMA jadi kami, memutuskan kembali ke Jakarta." jelas Dika menatap ke sekeliling ruangan itu.
"Ohh begitu, tunggu sebentar yah." Ucap mama Ratna, ia memanggil pembantunya yang lumayan sedang menyiapkan minuman dan makanan untuk tamunya.
"BI tolong panggilkan Abbey sama gibran yah, suruh mereka keruang tamu sebentar." perintah Mama Ratna kepada salah satu pelayan.
"Iya nyonya, saya permisi." Ucap pelayan itu mencari keberadaan anak dari majikan nya.
*Sementara diruang makan.
__ADS_1
"Astaga kenyang sekali." Ucap Abbey mengelus perutnya yang sudah terisi penuh dengan makanan. tetapi makanan yang ada dimeja tinggal sisa nya masih banyak.
"Sudah kenyang, kalau begitu kita kembali ke kamar lagi." ucap gibran yang akan berdiri dari duduknya.
"ehh tunggu sebentar, kamu harus habiskan makanan ini." Ucap Abbey menatap kearah makanan dimeja masih banyak salah satunya belum disentuh oleh Abbey.
"tapi aku belum lapar, lebih baik kasih pembantu saja yah. aku ngantuk nih pengen tidur siang." Ucap gibran wajah nya mulai memelas.
"Ngak boleh, pokoknya kamu harus makan kalau engak aku bakalan pergi dari rumah." ancam Abbey kepada gibran dengan tatapan mata tajamnya.
"Kalau kamu ngak menuruti permintaan ku yah, aku akan pergi." Ucap Abbey dengan menaik turunkan alisnya.
"Baiklah - baiklah aku akan memakannya." Ucap Gibran dengan raut wajah terpaksa.
Setelah selang beberapa menit salah satu pelayan menyuruhnya untuk menemui mama Ratna diruang tamu. Setelah itu Abbey memilih pergi meninggalkan gibran diruang makan menyelesaikan makanan nya.
"Astaga punya istri, dari tadi aku hanya menemaninya makan sampai selesai dan kini dia menyuruh ku menghabiskan makanan nya lalu ia pergi begitu saja tanpa menunggu ku." gumam gibran dalam hatinya dengan begitu sangat kesal.
__ADS_1
ditengah ia menuruni anak tangga, "Biarkan saja dulu ia tidak tahu tentang kehamilan ini. nanti disaat usia kandungan ku sudah satu bulan baru aku akan mengatakan nya." Gumam nya dalam hati.
Tanpa ia sadari ditengah lamunannya ia sudah berada diruang tamu. Dan ia benar - benar terkejut apa yang ia tengah lihat. siapa yang datang. temannya, teman SMP-nya. teman yang suka sekali mengerjainya habis - habisan siapa lagi kalau bukan miranda. dan teman laki - lakinya Dika selain itu, Dika sosok Lelaki yang pernah atau dibilang lelaki pertama yang menolak cinta nya saat SMP.
Mereka saling memandang antara satu sama lain, tetapi dari guratan Wajah Abbey ada kemarahan dalam hatinya.
•
•
•
•>
•
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️🙏😘
__ADS_1