Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 172


__ADS_3

"Hmpppphhhhhh lepaskan aku! lepaskan aku!!!" teriak Abbey. Ia tidak tahu apa yang terjadi padanya kali ini, tiba - tiba saja ia merasakan begitu gelap tidak bisa melihat apapun. Tetapi ia merasakan tangan nya diikat di kursi dengan matanya ditutup dengan kain.


"tolong lepaskan aku!!! Azka tolong aku!!!! tuhan bantu aku!!!" teriak Abbey membuat suaranya begitu sangat nyaring terdengar dari sebuah ruangan. Ia berusaha meronta - ronta ingin melepaskan ikatan tali yang ada ditangannya.


"Tidak akan ada yang bisa menolong mu! diamlah!" seru suara seorang pria yang masuk kedalam ruangan itu dan membuka kain yang menutupi mata Abbey.


"Kau!" Seru Abbey saat kain itu telah terbuka.


"Hai nona kita bertemu kembali? bagaimana kabar mu dan bayimu sehat?" tanya Devan dengan tangannya menyentuh dagu gadis itu.


Iya, Devan pria yang beberapa minggu yang lalu ia tidak sengaja temui. Pria yang dianggap Abbey brengsek karena kelakuan nya yang suka menggoda semua wanita yang ia temui.


Abbey baru tersadar tangan pria yang dihadapannya itu kini bergirlya di bahunya "Jangan menyentuhku! jauhkan tangan kotor mu itu dari tubuh ku!!" seru Abbey tangannya masih diikat kebelakang dengan tali.


"Jangan pura - pura menjadi perempuan sok jual mahal, kau sebenarnya berpura kan untuk tidak disentuh olehku?" bisik Devan ditelinga Abbey dengan menyunggingkan senyum nya tangan nya sedikit menjauh pada tubuh Abbey menuruti apa yang diminta oleh gadis itu.


abbey hanya terdiam tidak membalas kata - kata pria yang ada dihadapannya itu, ia hanya mendelik ketakutan dan memejamkan matanya meminta doa pada Tuhannya agar ada yang bisa menolong nya pergi dari hadapan pria yang dihadapannya itu.

__ADS_1


"Gibran tolong aku!!!" teriak Abbey kembali, entah kenapa secara tiba ia memanggil nama suaminya itu.


Plakkkkk


tiba - tiba tamparan mendarat dipipi mulus Abbey dan membuat nya memekik kesakitan.


"SUDAH KUKATAKAN DIAMLAH!!" Teriak Devan dengan amarah yang membuncah.


"Suamimu itu tidak akan pernah bisa menolong mu mengerti!" seru Devan kini ia menjongkokkan badannya menyeimbangkan tubuh nya dengan gadis yang sedang duduk dikursi dihadapan nya.


"Sebenarnya apa maumu!" teriak Abbey meski suara nya sedikit serak karena suaranya sudah tidak bisa dikeluarkan akibat ada rasa yang begitu tercekat di tenggorokan nya menjadi ia susah untuk berbicara.


"Apa mauku?" tanya nya dengan tersenyum penuh arti.


"Aku mau bayi yang ada didalam perutmu itu tersiksa lalu mati, dan kau bisa menjadi milikku.." ucap nya dengan tatapan mata begitu penuh arti.


Abbey tersenyum kecut, "kamu ingin bayiku menderita lalu mati begitu? silahkan, silahkan aku memberikan nya tapi jangan harap kamu bisa mendapatkan ku!!" teriak Abbey kini tangisan nya mulai pecah, ia tidak peduli dengan sekitar nya dan ia kini menangis meratapi nasibnya.

__ADS_1


"Kita lihat saja nanti sayang, kalau memang kau tidak bisa kumiliki aku akan tetap memaksa mu agar kau bisa menikah dengan ku.." Ucap Devan mencengkeram dagu Abbey dengan begitu kuat lalu menghempasnya dan berlalu pergi.


"Arghhhhhhhhhhhh! tuhannnnn kenapa diriku harus menderita seperti ini?! kenapa nasibku tidak selalu membahagiakan!!!" teriak Abbey.


Sementara diluar yang sedari tadi mendengar pembicaraan antara Abbey dan Devan hanya menangis dari balik jendela yang berada diruangan tempat Abbey.







Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️🙏😘

__ADS_1


__ADS_2