
Pernikahan telah dimulai seluruh undangan telah berdatangan begitu banyak para penggemar - penggemar gibran datang ke acara itu, semua murid - murid disekolah nya dan juga para guru - guru disekolah nya ikut mengikuti acara tersebut. Selain itu semua orang disana begitu penasaran dengan pengantin wanita nya. siapa sebenarnya seseorang yang akan dijodohkan dengan Gibran?
Gibran berjalan memasuki aula pernikahan dikawal oleh beberapa orang dibelakang nya.
saat Gibran masuk, seluruh undangan berdiri dan bertepuk tangan. Gibran berdiri dan memberi hormat pada mereka, beberapa menit kemudian siap - siap pengantin wanita nya akan memasuki aula. Jantung Abbey begitu berdetak sangat kencang, Abbey menggunakan balutan gaun putih dan buket bunga berjalan dengan pelan - pelan meski sedikit gugup. Gibran menatap Abbey terkejut karena Abbey begitu terlihat cantik. Ayah Zeen datang dan memberikan tangannya, mereka berjalan berdua menuju Gibran berada para undangan bertepuk tangan begitu cantik nya mempelai wanita. Mereka belum sadar dia adalah Abbey. Saat ayah Zeen memberikan tangannya kepada Gibran, ia terasa ingin menangis dan terharu.
ini visual pengantin wanita
Mereka berdiri diatas altar.
mereka telah berdiri menghadap para penghulu dan kedua orang tuanya dan nenek Ayse yang berdiri disamping para penghulu.
"baik, saya mulai acaranya tuan..." ucap pak penghulu kepada tuan Zafano yang berdiri dibelakang nya dan dilanjutkan dengan anggukan dari tuan Zafano.
"cinta akan mekar seperti bunga, sebelum berkembang... mereka membutuhkan banyak perhatian dan kasih sayang, begitu juga dengan cinta, mereka berdua harus jujur... memaafkan dan menghormati satu sama lain, saling peduli, baik dalam keadaan senang maupun susah" ucap pak penghulu.
Gibran dan Abbey mengulang kata - kata pak penghulu saling bergiliran.
kemudian mereka saling berhadapan dan memasangkan cincin pernikahan bergiliran dijari masing - masing.
setelah itu mereka memberi hormat kearah pak penghulu dan kedua orang tuanya dan juga nenek Ayse. kembali lagi kearah undangan dan Gibran, abe berpengangan tangan dan berjalan menuruni altar. semuanya bertepuk tangan dan memberi selamat.
Tetapi pernikahan ini bukan sekedar hanya disaksikan beberapa undangan melainkan para reporter - reporter menyunting acara itu sampai masuk ke televisi.
__ADS_1
Amira yang berada dirumahnya menyaksikan pernikahan itu. Ia terlihat sangat sedih dan kesal.
"baiklah, untuk sementara aku akan mengikhlaskan gibran dengan wanita itu tetapi tidak dengan hari - hari berikutnya," ucap Amira dengan menyunggingkan senyum nya.
beberapa jam kemudian acaranya telah usai, semua para undangan telah pulang. Abbey yang sedari tadi berdiri terus disamping Gibran begitu membuat kakinya pegal.
Indri, citra dan Alya menghampiri Abe yang berdiri disamping Gibran.
"Abbey," panggil alya.
"ini beneran kamu, Abbey?" tanya citra tidak percaya.
"bagaimana mungkin seorang wanita biasa bisa menikahi Gibran yang paling ganteng itu," bisik Indri.
"aku juga tidak percaya," bisik Abbey.
"selamat ya, Abbey" ucap Alya dengan mencubit pipi Abe.
"ya, makasih" ucap Abbey singkat.
"ya, udah kami pulang dulu" ucap Alya.
"dadah sampai jumpa besok, muach" ucap Abbey melambaikan tangan nya.
citra dan Indri baru mengingat sesuatu balik lagi, " tunggu sebentar," ucapnya.
"ada apa lagi?" tanya abbey binggung.
__ADS_1
"jangan lupa besok ceritain ya malam pertamanya..." ucap Indri pelan terdengar oleh Alya.
Alya yang mendengar nya menjewer telinga mereka, "duh... nih anak mesum banget otaknya, yuk pulang" ucap alya.
"pelan - pelan dong, sakit tahu..." ucap Indri dengan kesal.
"lepasin dulu, baru kita pergi..." ucap citra.
"baiklah..." ucap Alya dengan melepaskan mereka berdua.
Indri dan citra berpengangan tangan "satu dua tiga, kabur!" ucap mereka berbarengan.
Alya begitu kesal dengan perlakuan kedua sahabatnya, "citra... indri!!!!" teriak Alya kesal.
Abbey hanya tertawa kepada mereka berdua menjaili alya.
•
•
•
•
•
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️
__ADS_1