
"apa?! Jad- jadi gibran sama Amira beneran menikah!" teriaknya dengan suara nya bergema didalam ruangan itu.
Abe menyumpal mulut Alya yang begitu keras, "sttt, jangan keras - keras nanti ayah bisa denger" ucap Abe.
"Ups, maaf..." ucapnya menutup mulutnya.
"Jadi apa rencana mu selanjutnya? kamu ngak akan kan bakalan ceraikan Gibran?" tanya Alya menyelidiki.
"ya, ngak lah... aku juga tahu gibran itu melakukan itu karena aku, aku yang meminta nya" jawab Abe dengan mata yang sudah mulai ingin menangis mengingat kejadian tadi pagi.
"What?! kok bisa ngimana cerita nya kamu bisa nyuruh suami kamu sendiri nikah dengan perempuan lain?" tanya Alya dengan begitu heran.
dreeet dreeet
tiba - tiba suara ponsel sang pemilik Abe berdering disana tertulis Tante Marwa.
"tunggu sebentar aku mau ngangkat telpon dulu," ucap Abe berjalan menjauh dari Alya dan berdiri didekat balkon kamarnya yang tak jauh dari Alya.
__ADS_1
"ada apa Tante?"
"Abe kata ayahmu apakah benar kamu akan pergi ke Jakarta hari ini?" tanya ibu marwa.
"ya, Tante... abe masih menunggu tiket pesawat keberangkatan kejakarta hari ini, kata ayah sih nanti malam pergi" ucap Abe.
"oooh, baiklah jangan lupa salam dari ayahmu besok pagi Tante bakalan nyusul juga kejakarta" ucap ibu marwa.
"baiklah Tante," ucap Abe.
"Abe? apa aku tidak salah denger kamu bakalan ke Jakarta? kenapa kamu ngak bilang sama aku?!" tanya Alya dengan raut wajah sudah mulai sedih.
Abe berjalan kearah nya dan duduk disampingnya, ia mengenggam kedua tangan sahabat nya itu. Ia tersenyum kepada Alya dan memeluk nya.
"Maafkan aku Al, aku harus pergi ke Jakarta... ini perintah dari kakek" ucap Abe berusaha menahan air matanya.
"Berapa lama kamu Disana?" tanya Alya.
__ADS_1
"aku ngak akan kembali Al, aku akan tinggal disana selamanya... Aku harus meneruskan bisnis kakek ku sebagai produser film," ucap Abe.
"apa?! kamu akan meninggalkan semua sahabat mu disini begitu? kamu ngak boleh pergi!" ucap Alya sedih.
Abe mengatur nafasnya dan hanya menggelengkan kepalanya.
"Alya, meskipun kita berpisah aku akan selalu tetap menelpon kalian semua... kita bisa setiap hari video call, kita bisa bersama - sama meskipun dalam jarak yang begitu jauh" jelas Abe.
"Aku ngak mau kehilangan kamu Abe, kami semua pasti akan merindukan mu..." ucap Alya kembali memeluk Abe dengan begitu erat.
Hari ini Gibran telah sampai dirumah abe, ia ingin berbicara sesuatu dengan Abe tetapi karena sang ayah melarang nya untuk bertemu dulu ia memilih untuk memanjat lewat pintu taman masuk keruangan itu. Tetapi untungnya para penjaga diluar sedang sepi tidak ada yang menjaga, sedangkan tuan Bima dan mama Ratna sedang berada diluar rumah mereka sedang membeli tiket keberangkatan menuju ke Jakarta. Dirumah hanya varrel, bibi pembantu rumah tangga, dan Abe juga Alya yang masih berada dalam kamarnya.
Saat gibran sudah berhasil masuk kedalam ruangan tamu depan, ia melihat dari kejauhan pintu tempat samping bawah tangga terbuka. Disana terlihat jelas Abe dan Alya sedang berpelukan, gibran dengan cepat mengendap - edap masuk kedalam kamar itu.
Abe yang melihat dari dalam kamarnya menyadari keberadaan gibran.
"Ngapain gibran kesini? waduh ngawat nihhh," batin Abe.
__ADS_1