Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 137


__ADS_3

Plakkkk


tiba - tiba saja miranda mengepak tangan Dika dengan begitu sangat keras sampai terdengar begitu mengema di dalam ruangan itu.


"Miranda mengapa kamu memukulku? ini sakit" seru Dika dengan mengelus lengan nya hampir memerah.


"karena aku begitu kesal padamu, ini peluang besar untuk mu untuk mengungkapkan perasaan mu padanya.." Ucap Miranda dengan begitu sangat kesal kepada temannya.


"aku malu untuk mengatakan nya bagaimana dia akan menolakku nanti bisa dia mempermalukan ku didepan semua orang. mau taruh dimana mukaku?" Ucap Dika lebih kesal dari Miranda.


"Sudahlah kamu harus ikuti saja, sekarang kita pergi beli bunga terlebih dahulu.. jangan coba - coba membantah." Sarkas Miranda dengan tatapan mata tajamnya.


"Selalu saja harus memerintah seenaknya," Gumam Dika dengan memutar bola matanya malas.


Setelah sekian menit mama Ratna berbicara dengan putrinya sampai ia mengancamnya akan mengurungnya didalam kamar selama sebulan membuat nya terpaksa mengikuti kemauan mamanya yang suka semaunya sedangkan gibran hanya membiarkan nya saja mengikuti perintah mertuanya tidak membantah sama sekali. Kini mereka sudah berada dibawah tepat nya ruang tamu. Kedua temannya sedang menunggu nya dan duduk diruang tamu.


"nak Miranda dan Dika kalian hati - hati dijalan yah," Ucap mama Ratna menarik lengan putrinya untuk mendekat kedua temannya.

__ADS_1


"Iya Tante, kalau begitu kami pergi dulu ayo Abbey." Ucap Miranda mengandeng lengan Abbey.


Setelah kepergian Abbey hanya mama Ratna di ruang tamu. Kini gibran keluar dari kamar nya dengan setelan pakaian casualnya dengan topi hitam melekat dikepalanya, kacamata hitam, dan masker untuk menutupi sebagian wajahnya agar tidak terlihat begitu jelas bahwa dirinya adalah gibran.


"Astaga gibran kamu mau kemana nak? sampai berpakaian kayak gini, pakai masker segala." Ucap mama Ratna yang kini mengetahui menantunya itu terlihat begitu rapi.


"hehehe, gibran mau keluar jalan - jalan mumpung Abbey nya juga sedang keluar rumah hari ini," ucap gibran sedikit berbohong padahal sebenarnya diirinya ingin mengikuti Abbey dengan cara diam - diam.


"Astaga, kalau kamu mau jalan - jalan mending ikut Abbey tadi." ucap mama Ratna tertawa melihat tingkah menantunya itu.


"Iya ma, entahlah mood Gibran sering berubah-ubah akhir ini. kalau begitu Gibran pamit byee ma.." Ucap gibran terburu - buru keluar dari rumah masuk kedalam mobilnya mengejar mobil yang dinaiki oleh Abbey agar tidak ketinggalan jejak.


Varrel yang kini terbaring dikamarnya menatap langit - langit kamar nya masih mengingat kejadian kemarin malam saat divila bersama Lea.


"Ck.. apa yang harus katakan padanya jika aku telah merenggut keperawanan nya." gumam varrel dengan begitu gelisah.


Tok.. tok.. tok...

__ADS_1


Tiba - tiba ada ketukan seseorang dari balik pintu dan varrel dengan cepat membuka pintu kamar nya. dan terlihat bahwa Lea berada tepat didepan nya.


"Lea...?" Ia begitu kaget.


"Boleh aku masuk? ada sesuatu yang ingin aku bicarakan.." Ucap nya melihat sekitar nya tidak ada siapa - siapa yang sedang melihat keberadaan mereka berdua.


"Ya, silahkan..." Varrel mempersilahkan Lea masuk kedalam kamar nya. Kini mereka berada di balkon kamar nya menghadap kearah gedung - gedung sekitar nya.


"To the poin, mau berbicara apa?" Tanya varrel kini duduk dibangku dengan kaki menyilang dan tatapan nya begitu datar.





__ADS_1



Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️🙏😘


__ADS_2